feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Batu Melayang ?

Label:


Ini adalah foto yang diklaim sebagai batu Isra Mi'raj dari zaman Nabi Muhammad SAW, yang bisa melayang, sampai sekarang. Batu ini konon ada di lingkungan Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem. Namun saya tidak mempercayainya. Saya pikir, ini rekayasa fotografi saja.

Dari milis Ismes, ada postingan tentang "batu melayang" yang ajaib, disertai dengan fotonya pula. Konon, menurut isi postingan yang entah siapa pengirim awalnya itu (sudah di-forward beberapa kali), dikatakan sebagai berikut:

"Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi'raj, batu tsb ikut. Tetapi Nabi SAW menghentakkan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut. Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb, yang berada dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Jerusalem." "Ini foto dari teman saya, sewaktu melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) di Jerusalem, Subhanallah ... Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak Israel yg menjaga tempatnya dengan sangat ketat. Sampai sekarang mesjid Dome of the Rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid lain Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah "emas" (yang sering terlihat di poster-poster yang disebarkan ke seluruh dunia di mana-mana) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat Islam di mana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai "mesjid kubah biru".

"Saat ini mesjid Al Aqsa yang sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel, dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka, karena bersebelahan dengan Tembok Ratapan."
Komentar teman saya:

Saya sebagai mantan wartawan Kompas spesialis Timur Tengah, Alhamdulillah, sudah pernah ke Jerusalem, sholat di Masjid Al-Aqsa (yang sebenarnya) dan sholat 2 rakaat di dalam Masjid Umar (Dome of the Rock) yang kubahnya berwarna keemasan itu. Tapi kok nggak pernah tuh melihat ada batu melayang.

Kalau memang ada, pasti saya melihatnya dan pasti akan saya foto (saya waktu itu, sebagai wartawan, selalu bawa kamera). Dan pasti pula penjaga atau pemandu wisata di sana (orang Muslim Palestina) akan menunjukkan pada saya.....
Tapi saya, InsyaAllah, tetap beriman teguh. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Quran. Bukan batu melayang, bulan terbelah, dsb.... Umat Islam cukup menjalani kehidupan dengan berbekal pada Al Quran dan Sunnah Rasul.

Tambahan lagi: Tidak benar jika dikatakan Masjid Al-Aqsa telah diambil alih Israel. Betul, kota Jerusalem diduduki Israel, dan akses keluar-masuk masjid dijaga oleh prajurit Israel. Tapi pengelolaan masjid itu dilakukan Muslim Palestina (imam masjid Al-Aqsa pernah kok datang berkunjung ke Indonesia!).
Setahu saya, tiap Jumat juga ada sholat Jumat di sana.




Read More......

Dr. Rusli Hasbi: Tidak Benar, Umar Ibn Al-Khatthab Pemikirannya Liberal

Label:


Selasa, 25 Sep 2007 22:01 Untuk mengukuhkan pendapat dan alasan madzhabnya, kalangan liberal menyandarkan epistemologi pemikirannya kepada Umar ibn Khatthab. Dalam beberapa kesempatan, sahabat dan sekaligus mertua Nabi Muhammad Saw itu dirujuk oleh aktivis (Islam) liberal sebagai tokoh liberal.

Untuk mengukuhkan pendapat dan alasan madzhabnya, kalangan liberal menyandarkan epistemologi pemikirannya kepada Umar ibn Khatthab. Dalam beberapa kesempatan, sahabat dan sekaligus mertua Nabi Muhammad Saw itu dirujuk oleh aktivis (Islam) liberal sebagai tokoh liberal.

Klaim mereka itu didasarkan pada "keberanian" al-khalifah al-rasyidah kedua itu melakukan ijtihad terhadap beberapa ketentuan yang telah ada dalam nash (Al-Qur'an dan Al-Hadits). Misal, sikap Umar yang menghentikan memberikan zakat bagi muallafati qulubuhum, pembagian ghanimah yang 'tak sama' pada Nabi saw dan lainnya.

Tapi pendapat kaum liberal itu dibantah dan dinilai pakar fiqh Dr. Rusli Hasbi, MA keliru dan gegabah. Menurutnya, mereka (kalangan liberal) salah memahami pemikiran Umar. Selain itu mereka telah terjebak dijadikan Barat untuk merusak Islam.

Laki-laki asal Aceh ini telah menulis tesis master di Universitas Omdurman, Sudan, tentang ijtijad Umar dengan judul Nazhariyah al-Mashlahah 'inda 'Umar ibn al-Khatthab wa Atsaruha fi Fiqh al-Islamy al-Mu'ashir. Selanjutnya disertasinya doktoralnya membahas tentang Al-Ara' al-Ushuliyah fi Qa'idah Sadd al-Dzara-i'. Berikut petikan wawancaranya kepada eramuslim. Com:

Kalangan liberal mengklaim sahabat Umar ibn al-Khatthab adalah tokoh liberal. Benarkah?
Bicara tentang Umar Ibn al-Khattab itu kita harus tahu siapa Umar. Dia itu salah satu sahabat yang termasuk al-mubassyirun bi al-jannah (orang yang mendapat berita/jaminan masuk surga). Dia sudah mendapat sertifikat masuk surga. Itu pertama.

Kedua, Umar Ibn al-Khattab itu orang yang mertua Nabi. Karena itu ia jarang berpisah dengan Nabi. Jadi kebanyakan waktunya bersama Rasulullah. Bila ada masalah yang sensitif Umar selalu dipanggil. Kalau begitu ini artinya apa? Artinya Umar itu sangat mengusai perjalanan Rasulullah, perjalanan Islam ini. Visi dan misi yang dibawa Rasulullah ia sangat mengerti. Kalau begitu orang liberal mengatakan Umar menyimpang dari nash, itu tidak bisa diterima. Menyimpang itu kan jauh, tidak menyatu. Tapi sesungguhnya Umar itu tidak pernah menyimpang dari nash. Cuma dalam cara melihat berbeda. Jadi misi Rasulullah itu digerakkan dan dimantapkan Umar. Kalau orang yang pemahamannya terhadap nash cukup mendalam tidak akan mengatakan Umar menyimpang.

Jadi mengaitkan Umar sebagai rujukan pemikiran liberal itu tidak benar?
Tidak benar kalau Umar dikatakan menyimpang dari ketentuan Rasulullah apalagi ketentuan Allah.

Beberapa kasus dibuat referensi kaum liberal, misal, muallaf yang distop zakatnya. Bisa dijelaskan?
Masih dalam konteks yang saya sampaikan tadi, bahwa Umar tidak pernah menyimpang. Tapi, Umar adalah memahami nash itu dalam kapasitasnya sebagai orang yang selalu bergabung terus dengan Nabi. Ia memahami misi teks Al-Qur’an itu sesuai dengan misi Nabi. Inilah yang membedakan kita dengan Umar dalam memahami teks Al-Qur’an. Contoh, kasus muallaf yang tidak diberi zakat. Dalam surat al-Tawbah ayat 60 itu disebut wa muallafiti qulubuhum. Memang salah satu mustahik zakat itu muallaf. Bahasa Al-Qur’an memakai wa muallaf ati qulubuhum itu artinya membuat orang menjadi terpengaruh dengan zakat yang diberikan kepadanya. Artinya sikapnya berubah dari yang kasar terhadap Islam menjadi lembut. Jadi andaikan ada orang diberi zakat tapi hatinya masih keras terhadap Islam, itu artinya tak berbekas. Dari pemahaman kita sendiri boleh distop kan.

Apa pemahaman muallafati qulubuhum tidak hanya yang masuk Islam?
Bukan. Muallafati qulubuhum itu memang orang-orang yang baru masuk Islam. Mereka itu dulunya kasar dan benci terhadap Islam. Dengan diberi zakat ketika ia masuk Islam, ia harus merubah sikapnya, berubah dari benci menjadi cinta kepada Islam. Kalau begitu ada orang yang sudah masuk Islam dan bertahun-tahun telah diberi zakat, tapi tetap memusuhi Islam. Itu namanya bukan muallaf, karena itu tidak perlu diberi zakat dan harus kita rubah.

Sederhananya bagaimana. Bisa dibuatkan contoh?
Contohnya dalam pertanian. Anda menanam banyak pohon mangga di lahan lima hektar. Tapi, ada di antaranya yang sudah berumur lima tahun dan panjangnya masih satu meter, sementara yang lain sudah puluhan meter. Bagi yang mengerti pertanian, pohon mangga yang tetap satu meter sebaiknya dipotong atau dirubah, dikasih pohon yang lain atau dicabut. Atau boleh dibuang daripada menghabiskan pupuk dan air. Kalau tidak dibuang, paling tidak pohon mangga itu tidak diberi pupuk lagi. Begitu muallaf yang tidak berubah sikap. Rasulullah selama hidupnya tetap memberi zakat, tapi setelah beliau wafat tidak berubah, maka distop Umar. Distop bukan berarti menentang Rasulullah, tapi Umar memahami visi Rasululah.

Apa ini juga sama berlaku dalam kasus ghanimah?
Iya, sama. Umar itu luar biasa dalam memahami nash. Jadi tidak benar Umar menyimpang nash. Itu salah total. Tudingan itu melanggar dalam agama. Yang benar adalah Umar adalah orang yang paling mantap mempertahankan nash. Karena itu kalau bukau yang menyebutkan Umar menyimpang dari nash, itu saya tentang. Penulisnya harus bertaubat kepada Allah.

Jadi kaum liberal menyandarkan dan menjadikan Umar sebagai rujukan liberalisme berarti hanya mengaku-aku dan salah?
(Sembari menggelengkan kepala) Walah, bukan salah lagi. Jadi Umar itu berada dipihak yang benar. Apa semudah itu menyatut nama seorang Umar? Bukankah sahabat Umar adalah orang yang dijamin masuk surga. Bolehkah penyimpang itu masuk surga. Dengan kapasitas Umar yang luar biasa, maka ia dapat memahami nash dengan luar biasa. Dengan demikian visi nash dapat diselamatakan oleh Umar. Maka saya katakan kepada kelompok yang menyatakan Al-Qur’an perlu dirubah, lalu mereka juga mengatakan hadis-hadis Rasulullah boleh ditinggalkan karena tidak sesuai dengan perkembangan dunia ini, kalimat seperti itu salah. Kalau mau mengambil dari Umar itu begini. Mari kita pahami Islam ini seperti apa Umar memahami nash dan mentatati nash. Kalau mau tentang berapa jumlah fiqh Umar, silahkan baca tesis saya.

Ada berapa fiqh Umar?
Yang ada dalam tesis saya itu ada 10, tapi itu kemudian membengkak. Itu ada sekitar 70-an masalah. Judulnya Nadlariyah al-Mashlahah ‘inda Umar.

Kalau begitu apa kita sekarang boleh melakukan hal yang serupa dengan Umar?
Boleh. Mengikuti metodologi Umar ini dalam mengikuti memahami nash, bukan dalam meyimpang dari nash. Orang yang tidak bisa mengikuti nash berarti menghancurkan Islam, bukan penyelamat Islam. Mereka itu, para liberalis itu, termasuk GPK (Gerakan Pengacau Keagamaan, red).

Lalu apa tujuan mereka mencatut nama sahabat Umar?
Liberal itu kan kalimat yang datangnya dari Barat. Islam tidak mengenalinya. Kalau Barat, ini maaf, sudah rahasia umum, kelihatannya mereka (kaum liberal) menjadi kaki tangan mereka. Cuma mereka mungkin mereka tidak sadar. Berapa sich uang yang diterima mereka. Apa pertanggungjawaban mereka nanti di hadapan Allah nanti? Mereka jadi alat orang Barat untuk menghancurkan Islam itu sendiri. (dina)





Read More......

M. Al-Khaththath: Ahmadiyah Itu Bagian dari Kolonialis Inggris

Label:


Tuesday, 22 Apr 2008 18:15 Ahmadiyah jelas bukan bagian dari umat Islam alias non-Muslim. Jika mereka tetap ngotot minta dianggap Muslim, maka mereka harus membuang Mirza Ghulam Ahmad dan Kitab Tadzkirahnya. Ini harga mati. Berikut wawancara eramuslim dengan Sekjen Forum Umat Islam M. Khaththath.

Jemaat Ahmadiyah jelas bukan bagian dari umat Islam Indonesia alias non-Muslim. Jika mereka tetap ngotot minta dianggap Muslim, maka mereka harus membuang Mirza Ghulam Ahmad dan Kitab Tadzkirahnya. Ini harga mati.

Forum Umat Islam (FUI) merupakan salah satu ormas garda depan yang berupaya memberi pencerahan pada umat Islam Indonesia dalam hal ini. Sebab itu, guna mengelaborasi masalah Ahmadiyah ini maka eramuslim mewawancarai Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath. Berikut petikannya:

Bisa ustadz jelaskan di mana letak kesesatan Ahmadiyah?

Orang yang pertama membuat pengakuan adalah Mirza Ghulam Ahmad, ia membuat pengakuan bahwa dirinya adalah seorang nabi. Dalam pandangan Islam jelas bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, nah itu yang menimbulkan kekesalan di India, daerah asal Mirza Ghulam Ahmad. Pada waktu dalam penjajahan Inggris, Pakistan berusaha untuk memerdekakan negeri Islam di India. Sebenarnya di India itu negara Islam karena yang berkuasa kaum muslimin, meskipun penduduk aslinya beragama Hindu.

Inggris masuk ke India, kekuasaan diambil-alih Inggris. Kemudian dari ajaran Mirza, yang membuat kita menduga kuat bahwa ajaran Ahmadiyah itu buatan Inggris, karena para pengikutnya dilarang untuk berjihad melawan pemerintahan Inggris. Dari sini kita bisa melihat, bahwa mereka adalah bagian dari kolonialis.

Keberadaan Ahmadiyah di Pakistan ditentang rakyatnya sendiri sehingga mereka memindahkan markas besarnya ke London.

Penyimpangannya seperti apa?

Sudah tampak jelas sekali, tidak benar kalau ada yang mengatakan ini khilafiyah. Karena urusan nabi palsu ini adalah hal yang pokok, mendasar, dan sudah ada sejak dulu.

Dari segi ajaran Islam, mereka sudah melanggar sesuatu yang sudah ada dalam Al- Quran Surat Al-Ahzab ayat 40 yang artinya, 'tidaklah Muhammad itu bapak dari salah seorang laki-laki di antara kalian, tapi tiadalah dia merupakan rasulullah dan penutup para nabi'.

Ahmadiyah itu mengarang-karang bahwa khatamuun nabiyiin di situ bukan penutup para nabi, tapi sebagai stempel kenabian atau cap kenabian, ini karangan mereka. Padahal dalam hadis sudah jelas, hadis Imam Ahmad At-Tawuud, Imam Turmudzi, maupun Imam Bukhori, menyebutkan 'aku adalah penutup para nabi, dan tidak ada nabi sesudahku'. Jelas dalam hadis Bukhori, yang mengatakan, tidak ada nabi sesudahku, yang ada adalah para khalifah.

Pada zaman Rasul bagaimana cara mengatasi persoalan nabi palsu. supaya saat ini umat Islam mempunyai refensi yang benar?

Orang yang mengaku dirinya sebagai nabi adalah kesesatan, dan apabila dia menyampaikan kepada orang lain, statusnya menjadi penyesatan. Karena pada zaman Rasulullah itu sudah ada contohnya orang yang bernama Musailamah menulis surat kepada Rasulullah. Surat berbunyi, 'surat dari Musailamah rasulullah, kepada Muhammad rasulullah', kemudian Muhammad SAW membalas dengan 'Surat dari Rasulullah ditujukan kepada Musailamah sang pembohong'. Beberapa hadis lain menyatakan, 'kalau sekiranya Muhammad memberikan pangkat kenabian padaku sesudahnya, maka aku akan mengikuti dia'. Artinya apa kalau Muhammad SAW tidak memberikan pangkat kenabian itu kepadanya, dia tidak akan mengikuti Nabi Muhammad berarti dia murtad. Nabi SAW pun berkata,

'Andaikan kau meminta pelepah kurma ini aku tidak akan berikan'. Ya pelepah kurma saja tidak diberikan, apalagi pangkat kenabian, 'karena pangkat kenabian itu tidak bisa diberikan atau diwariskan, tapi itu adalah kehendak Allah SWT'. Kemudian ada dua pengikut Musailamah dari daerah yang letaknya sangat jauh Madinah menyampaikan surat kepada Rasul, lalu Rasul bertanya,

'Apakah kalian bersaksi aku adalah Rasulullah, lalu keduanya menjawab kami bersaksi Musailamahlah Rasulullah' jadi mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, baik Musailamah dan pengikutnya yang berjumlah 41 ribu dari kalangan suku bani Hanifah, mereka murtad, padahal sebelumnya mereka muslim. Karena mereka murtad, maka Rasulullah mengatakan lagi kepada utusan itu 'kalau seandainya aku adalah kepala negera yang membunuh utusan, pasti kalian berdua akan aku bunuh', tapi ada kesepakatan saat yang mengatakan utusan tidak boleh dibunuh.

Hadist ini dipahami oleh para oleh sahabat bahwa hukuman untuk para pengikut Musailamah dan termasuk dua utusan tidak pada posisi sebagai utusan adalah mereka dihukum mati. Ketika khalifah Abu Bakar, ketika kelompok Musailamah Al-Khalzab bersatu dengan kelompok murtadin, lalu kelompok murtadin ini bahu membahu untuk membangkang pemerintahan Abu Bakar As-Shiddiq, kemudian Abu Bakar mengangkat panglima untuk menyampaikan ultimatum dari khalifah kepada mereka, agar segera kembali kepada Islam.

Kemudian keluar ayat terjemahan berbunyi "Tidaklah Muhammad itu melainkan hanya sekedar seorang rasul, telah berlalu rasul-rasul sebelum beliau, kalau sekiranya Muhammad itu wafat, maka kalian berpaling ke belakang (murtad)." Ayat ini yang dipakai khalifah Abu Bakar untuk mengembalikan kaum murtadin ke pangkuan Islam dan menjalankan syariat Islam yang diyakini sebelumnya, apabila mereka menolak bertobat tidak mau kembali kepada Islam maka hukumannya adalah hukuman mati, tanpa pandang bulu. Tapi bagi mereka bertobat, dan diterima kembali sebagai pemeluk Islam.

Apakah pemerintah harus melakukan seperti contoh para sahabat zaman Rasulullah?

Meskinya pemerintah muslim menangani dengan cara-cara seperti itu, contoh di atas memberikan gambaran bahwa nabi palsu bukan baru kemarin, bukan baru Mirza Ghulam Ahmad, di zaman Nabi Muhammad SAW sudah ada, di zaman khulafaurasyiddin sudah ada.

Jangan dibiarkan ada, sebab kalau dibiarkan ada, mereka sangat membahayakan bagi umat Islam, karena mereka melakukan pemurtadan. Jadi contoh di atas, merupakan landasan syari'i yang harus diambil terhadap orang Ahmadiyah. Itu sudah jelas, itu sudah nyata jangan diplintir-plintir ke sana kemari.

Kalau penyelesaian melalui jalan pengadilan seperti yang disarankan oleh Mahkamah Konstitusi?

Kalau mau pengadilan ya pengadilan yang merujuk pada syariat, tapi yang mau diadili apanya. Kalau yang mau diadili sesat atau tidak sesat, mereka jelas sudah sesat, menurut syariat Islam, orang yang sesat harus diminta bertobat, mereka sudah murtad.

Mereka diajak kembali kepada Islam, gampangnya itu saja. Kalau diadili, tapi tetap dalam kemurtadanya buat apa diadili,

Apanya yang diadili. Jadi mereka diajak kembali masuk kepada Islam, kalau diajak tidak mau, ya menurut syariat Islam hukumnya dihukum mati. Kalau mau diadili harus ada Mahkamah Syariah seperti ini, baru bisa. Kalau pengadilannya tidak bisa menilai benar dan tidak sesuai syariah Islam ya susah. Janganlah merusak ajaran Islam dengan ketidakjelasan. Kita sudah pengalaman dalam kasus Playboy, dibawa ke pengadilan tapi keputusannya tidak jelas. Yang mengatakan tuntutan tidak bisa diterima karena KUHP tidak berlaku, harus mengikuti UU Pers, ya bagaimana kalau terulang seperti tidak akan ada penyelesaiannya. (novel)





Read More......

Syekh Faqih Mukhtar: Sudan Minta Negara Muslim Pahami Akar Konflik

Label:


Jumat, 01 Agu 2008 06:19 Propaganda Barat ingin menimbulkan kegoncangan di Sudan. Padahal di dalam negeri kondisi negeri ini sudah membaik. Apa yang terjadi di Sudan selama ini? Berikut wawancara Eramuslim dengan Syekh Faqih Mukhtar.

Propaganda yang dilancarkan barat terhadap Republik Sudan, dilakukan untuk menimbulkan kegocangan dan ketidakstabilan di dalam negeri Sudan yang kondisinya mulai mengalami kemajuan dibidang ekonomi.

Karena itu, negara muslim di kawasan Afrika Tengah ini giat melakukan diplomasi keluar negeri untuk menghilangkan citra negatif bangsanya akibat propaganda barat yang tidak menyukai kemajuan dinegara tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan mereka dengan menghadiri pertemuan pertemuan ulama dan cendikiawan muslim atau International Conference of Islamic Scholar (ICIS) III yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta.

Berikut perbincangan Juru Bicara Hubungan Luar Negeri Kementerian Wakaf Sudan Syekh Faqih Mukhtar, dengan Eramuslim di sela-sela penyelenggaraan ICIS III.

Dari pertemuan ini, peran apa yang diharapkan bangsa Sudan dari Indonesia dan juga negara-negara Islam lain?

Tujuan Sudan datang ke sini untuk berbagi pengalaman Sudan dalam mengatasi konflik di dalam negerinya. Baik itu konflik di Darfur, Sudan juga pernah mengalami konflik di perbatasan Somalia, dan dikeluarkan kesepakatan damai pada tahun 2005. Sudan ingin berbagai dengan negara- negara lainnya, bagaimana akar konflik yang terjadi sesungguhnya terjadi di Sudan, dan bagaimana cara menyelesaikan konflik dengan baik, itu yang pertama. Yang kedua, lebih mengenalkan Sudan ke publik lain, terutama keadaan dalam negeri Sudan terlebih lagi konflik yang terjadi di dalam negeri, juga tentang kemajuan yang sudah dicapai Sudan.

Inikan pertemuan ulama dan cendikiawan muslim, apakah ada permintaan spesifik?

Adanya isu hangat akan ditangkapnya Presiden Sudan Umar Basyir, karena tuduhan melakukan pembantaian di Darfur itu. Di sini kami akan mengklarifikasi semua itu, yang diharapkan keputusan konferensi ini dapat membantu memuluskan keadaan dalam negeri Sudan.

Apa mungkin Uni Arfika sudah cukup menangani konflik Darfur?

Berhubungan pertanyaan ini, sebenarnya Uni Afrika bisa menanganinya, tetapi pemerintah Sudan mempunyai keinginan melakukan upaya-upaya diplomatik, dengan menghadiri forum-forum seperti ini. Dalam rangka memantapkan langkah pemerintahan Sudan, masalah pemerintahan Sudan sudah memperjuangkan masalah-masalah dalam negerinya di Uni Afrika, kemudian di Uni Arab, dan membawanya ke PBB. Mudah-mudahan dengan dibawa ke ICIS ini akan semakin lebih banyak membantu dalam memperbaiki keadaan dalam negeri Sudan. Karena ini bagian dari diplomasi luar negeri.

Apakah anda memandang ada sigma negatif dari pemberitaan terhadap kondisi Sudan?

Pers kalau dinegara lain menjadi kekuatan yang empat, tetapi kalau di Sudan pers menjadi kekuatan yang pertama. Karena pers mempengaruhi pandangan masyarakat di Sudan sendiri, terutama masyarakat luar negeri tentang imeje Sudan. Karena itu, kami akan menyampaikan apa ada keadaan dalam negeri Sudan, mungkin melalui VCD agar pers tahu bahwa Sudan tidak sejelek apa yang di beritakan.

Bagaimana tanggapan anda bahwa konflik Sudan itu akibat konflik Arab pendatang dengan Arab asli?

Pemberitaan tentang konflik Sudan karena perseteruan antara Arab pendatang dan yang asli, itu tidak benar, itu terlalu dibesar-besarkan oleh media barat. Karena media Arab dan media Afrika tidak memberitakan seperti itu. Karena didaerah Sudan yang lebih jauh dari Darfur, antara orang Arab dengan penduduk pribumi asli itu damai-damai saja.

Bagaimana pandangan anda tentang keberadaan milisi Jan Jaweed yang dalam dugaan masyarakat Internasional sebagai pengacau di Sudan?

Milisi Jan Jaweed itu adalah mitos yang dibuat-buat saja dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Presiden Umar Basyir. Sebab itu milisi Arab iuntuk di Darfur. Padahal di Darfur wilayah yang setarus persen umatnya muslim. Di sini ada kelompok yang dipersenjatai barat untuk mengacaukan keadaan dalam negeri Sudan. Di sini ada pemecahbelahan etnis. Dia merupakan kelompok yang menjaga perbatasan, dan memerangi pencuri.

Harapan Sudan terhadap Indonesia dalam proses penyelesaian konflik di Darfur?

Hubungan Diplomatik Sudan dengan Indonesia ini sangat baik, dan sangat erat bahkan sejak KTT Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Presiden Sudan bersama Presiden Soekarno dan negara lainnya memprakarasai kemerdekaan negara dunia ketiga. Hubungan Diplomatis Sudan-Indonesia sudah berlangsung lama.

Bagaimana tanggapan Sudan atas rencana pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia?

Sudan menyambut baik kedatangan pasukan perdamaian Indonesia untuk menciptakan keamanan dan stabilitas negeri Sudan. Selain itu, kami berharap Indonesia juga bisa membantu perbaikan citra Sudan dimata dunia, karena Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar dan suaranya lebih didengar. (novel)





Read More......

Dr. Mousa Abu Marzuk: Bangsa Palestina Hanya Ingin Bebas dari Penjajahan Israel

Label:


Kamis, 04 Sep 2008 16:26 Hamas tetap dan akan terus menjadi gerakan perlawanan. Aktivitas utamanya adalah melawan penjajahan, inilah tulang punggung Hamas. Dan kami sangat meyakini bahwa tidak ada satu pun yang membuat kami bisa mencapai tujuan kami di Palestina, selain melakukan perlawanan.

Tidak mudah untuk bertemu dengan Deputi Kepala Biro Politik Hamas Dr. Mousa Abu Marzuk, yang sedang dalam pengasingan di Suriah. Perjalanan tim Islamonline untuk mewawancarai Abu Marzook ibarat perjalanan penuh petualangan. Namun akhirnya mereka menjumpai sosok seorang laki-laki yang ramah, jauh dari stereotipe seorang pejuang dari kelompok yang oleh AS dimasukkan dalam daftar kelompok teroris.

Abu Marzuk menjawab semua pertanyaan-pernyataan para pembaca Islamonline tentang Hamas. Mengapa Hamas tidak mau mengakui Israel, apakah Hamas semata-mata cuma kelompok perlawanan di Palestina dan apa sebenarnya tujuan akhir Hamas, dan banyak pertanyaan menarik lainnya. Eramuslim menyajikan beberapa pertanyaan penting saja, yang Insya Allah bisa memenuhi keingintahuan pembaca di tentang Hamas.

Apa maknanya bagi Hamas menjadi gerakan perlawanan "Islami" dan apa yang membuat Hamas berbeda dengan gerakan perlawanan lainnya?

Ya, Hamas adalah gerakan perlawanan Islam. Tapi mengapa harus perlawanan? Dan mengapa harus Islami?

Hamas sebagai gerakan perlawanan, karena bangsa Palestina berada di bawah penjajahan dan setiap gerakan pembebasan nasional harus menunjukkan bahwa gerakan itu hidup. Sebagai gerakan pembebasan nasional, Hamas bekerja untuk membebaskan bangsa dari penjajahan Israel dan peduli dengan persoalan-persoalan bangsa seperti reformasi dan persoalan politik lainnya. Hamas komitmen terhadap isu-isu Palestina.

Hamas sebagai gerakan Islami, karena yang menjadi acuan utamanya adalah Islam. Oleh sebab itu nama dan program-program perjuangan Hamas merefleksikan konsep Islami itu. Perilaku, pendekatan dan kriteria keanggotaan Hamas, semuanya disesuaikan dengan hukum Islam (Syari'ah).

Yang membedakan Hamas dengan gerakan perlawanan lainnya, masalah-masalah Palestina membuat isu-isu terkait Hamas tidak sebatas pada wilayah geografis, di dalam wilayah Palestina saja dan tidak terbatas untuk rakyat Palestina saja. Hamas memiliki visi yang luas yang mempertimbangkan seluruh persoalan keIslaman secara mendalam.

Ada pertanyaan, mengapa Hamas tidak menerapkan Syariah di Jalur Ghaza. Karena banyak pihak, terutama di dunia Barat mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutannya atas kemungkinan Hamas menerapkan hukum Islam.

Banyak orang berpikir bahwa Islam cuma urusan hudud (sanksi hukuman dalam Islam) padahal Islam itu sangat komprehensif dan hudud cuma bagian kecil dari sistem dalam Islam. Islam adalah cara hidup Muslim baik di tingkat individu, keluarga maupun masyrakat. Islam juga mengatur isu-isu seperti ekonomi, hubungan individu dengan lingkungan sekitarnya, juga hubungan antara masyarakat Muslim dengan komunitas masyarakat lainnya.

Awalnya, di bawah penjajahan Israel, Hamas tidak memiliki kedaulatan, termasuk kedaulatan untuk menegakkan hudud atau apapun. Sangat tidak logis menerapkan hudud tanpa dukungan publik karena Islam adalah untuk semua Muslim. Itulah sebabnya, pilihan itu harus dibuat berdasarkan keputusan kolektif. Tak ada satu pun faksi yang boleh menerapkan sesuatu dengan mengabaikan realtitas dan keadaan di sekitarnya.

Ketika Nabi Muhammad saw pertama kali tiba di Madinah, yang pertama kali menjadi perhatiannya adalah membuat kontrak sosial dengan warga Madinah, meski Muslim ketika itu menjadi warga minoritas di tengah masyarakat Madinah. Rasulullah akhirnya berhasil membuat kontrak itu yang mengharuskan setiap orang di Madinah memikul tanggung jawab itu. Contohnya, orang-orang Yahudi, seperti juga warga lainnya di Madinah, punya hak dan tanggung jawab dalam masyarakat.

Pesan Islam sangat universal. Islam datang sebagai rahmat untuk semua orang, bukan hanya Muslim. Dan rahmat bagi manusia itu juga menyangkut hak-hak orang lain. Oleh sebab itu, sebuah kelompok Islam bukan berarti bebas menerapkan visinya tanpa mempedulikan kondisi di sekitarnya.

Bagaimana hubungan Hamas dengan gerakan-gerakan lainnya di dunia Islam?

Hubungan Hamas dengan gerakan-gerakan Islami lainnya cukup seimbang dan memuaskan. Kami melakukan kesepakatan dengan semua gerakan itu dengan cara yang bertanggung jawab. Kami kooperatif dengan hal-hal yang kami setujui dan saling memaafkan jika terjadi perselisihan. Kami tidak akan berpihak pada gerakan apapun yang melawan pemerintahannya, begitupun sebaliknya. Dalam hal ini, kami membuka kesempatan pada semua gerakan yang ingin membantu kami semampu mereka bisa.

Kami tahu, mayoritas Muslim merasa ikut bertanggung jawab atas persoalan-persoalan Palestina dengan cara mendoakan kami, menyebarkan semangat dan harapan atau dengan memberikan bantuan materi. Dan sumber utama dukungan bagi kami datang dari masyarakat dunia Islam. Dukungan ini membuat musuh-musuh kami kesulitan untuk memberangus sumber-sumber finansial Hamas. Muslim di seluruh dunia sangat memahami kewajiban mereka terhadap saudara-saudari mereka di Palestina. Kesadaran ini pada gilirannya, membantu Hamas untuk tetap kuat tanpa adanya bantuan resmi atau dukungan dari otoritas Palestina yang sudah berlangsung lama.

Saya katakan, jika kami, rakyat Palestina telah mengorbankan jiwa, raga dan anak-anak kami dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan Israel, kami akan selalu menemukan umat Islam yang berpihak pada kami dan memberikan dukungan pada kami, apakah itu dengan bantuan peluru atau bantuan terhadap keluarga-keluarga para martir beserta anak-anaknya. Muslim berada di sisi Hamas dalam perjuangan ini dan membuktikan kebenaran teori yang kami bicarakan.

Ada pertanyaan mengapa Hamas terlihat kurang melakukan operasi-operasi syahid seperti di masa lalu. Ini terlihat dari menurunya jumlah aksi-aksi bom bunuh diri di mana Hamas sering mengklaim bertanggung atas serangan bom itu. Apakah Hamas telah mengubah kebijakannya terhadap operasi-operasi semacam ini dan apakah Hamas menganggap operasi-operasi seperti itu menguntungkan Hamas?

Benar sekali. Jika orang memperhatikan perkembangan arah politik di Palestina dan mengamati apa yang terjadi di Palestina, ia akan melihat bahwa pada tahun 1996 dan sesudahnya, dibandingkan dengan tahun 2006, ada gelombang operasi-operasi syahid dan operasi-operasi lainnya. Tahun 2006, pemilihan umum berlangsung dan Hamas harus berhadapan dengan realita politik yang berbeda.

Hamas tetap dan akan terus menjadi gerakan perlawanan. Aktivitas utamanya adalah melawan penjajahan, inilah tulang punggung Hamas. Dan kami sangat meyakini bahwa tidak ada satu pun yang membuat kami bisa mencapai tujuan kami di Palestina, selain melakukan perlawanan. Kami menggunakan dua jalur dalam ruang politik; jalur islah dan jalur perlawanan. Hamas tetap memegang teguh perlawanan yang mencapai sukses di awal tahun 1990-an. Tapi kesuksesan itu terjegal oleh perjanjian Oslo tahun 1996 dan pemberlakukannya diperpanjang sampai tahun 2000. Tapi perjanjian Oslo gagal mencapai tujuannya.

Jadi, Hamas percaya pada keikutsertaannya dalam pemilu dan tetap memilih jalan perlawanan? Karena ada pendapat yang mengatakan, keikutsertaan Hamas dalam politik berpengaruh negatif pada gerakan Hamas sebagai gerakan perlawanan.

Perlawanan itu sendiri adalah bagian dari politik. Kita tidak bisa memisahkan keduanya karena pada akhirnya, kekerasan atau perlawanan menjadi klimaks dari politik. Perlawanan adalah jenis politik yang menggunakan senjata sebagai alat komunikasinya.

Keikutsertaan Hamas dalam pemilu sudah melalui keputusan yang diambil dengan hati-hati, dan dengan perencanaan dan upaya yang keras. Hasilnya, sungguh di luar dugaan kami. Kami cuma berharap menjadi kelompok minoritas yang cukup berpengaruh dalam sistem politik di Palestina. Kami tidak berharap untuk menang, apalagi sampai merebut 80 dari 130 kursi di Dewan Legislatif.

Mendapatkan kekuasaan adalah sebuah tanggung jawab, lebih dari sebuah pilihan. Jika kami menolak tanggung jawab itu, kami akan disalahkan. Ada yang menanyakan pada kami, mengapa Hamas tidak menjaga keanggotannya di Dewan Legislatif, membentuk pemerintahan dan berkuasa? Suatu hal yang sulit dilakukan oleh Hamas karena sebelumnya Fatah yang berkuasa dengan semua program-programnya dan Hamas harus bertanggung jawab untuk menyetujui semua keputusan dan penunjukkan karena Hamas mendominasi kursi parlemen. Kami telah memberikan mereka hak dan kebebasan dan Hamas menanggung semua tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang sebenarnya tidak sesuai dengan program-program Hamas.

Biarbagaimanapun, Hamas menuai sukses dalam pemilu. Setelah pemilu, Hamas memasuki lorong tanggung jawab untuk membentuk pemerintahan Palestina. Kami berusaha memenuhi janji-janji kami pada rakyat Palestina terkait perubahan dan reformasi, yang memicu pertikaian dengan Fatah di Dewan Legislatif dan mayoritas aparat birokrat, dan situasi ini akhirnya membuat situasi makin rumit.

Sekarang tentang serangan roket, sejumlah kalangan di Barat menilai serangan roket Hamas ke Israel hanya membuat rakyat Palestina menderita. Bagaimana sebenarnya kebijakan Hamas tentang serangan roket ini, terutama karena isu ini bertentangan dengan opini publik. Sebagai contoh, ketika Obama berkunjung ke Israel, ia mengunjungi anak-anak Israel yang cacat akibat serangan roket al-Qassam Hamas.

Yang pertama, jika Obama berkunjung ke Ghaza, dia akan menjumpai sekitar 1.000 orang Palestina yang kehilangan kaki dan tangannya akibat misil-misil Israel. Jika di Israel ada satu anak yang terluka, kami di Palestina punya ribuan orang yang anggota tubuhnya diamputasi akibat ulah Israel. Di Tulkarim, ada seorang perempuan hamil yang kedua kakinya diamputasi.

Yang kedua, roket-roket itu dibuat di dalam negeri Palestina sendiri karena Ghaza dikepung oleh Israel, sehingga tidak mungkin ada ekspor senjata canggih, terutama dari Barat buat kami. Mereka yang mengkritik kemampuan roket-roket kami, sebaiknya membawakan kami roket-roket yang lebih baik yang bisa menimbulkan banyak korban. Dan mereka yang mengkritik target roket-roket kami, sebaiknya memberitahu kami cara untuk membuat roket-roket yang bisa mencapai target personel dan peralatan militer saja.

Kalau mereka tidak puas dengan metode kami, mereka selayaknya mengetahui masalahnya, akhiri penjajahan untuk menghentikan tembakan roket-roket kami. Roket-roket yang kami luncurkan adalah ekspresi keinginan kami untuk mengakhiri penjajahan Israel dan meraih kemerdekaan. Keinginan kami sangat kuat, tapi kami hanya memiliki kemampuan yang sederhana. Setiap orang berpartisipasi dalam memproduksi roket al-Qassam, yang dibuat di dapur-dapur rumah karena cuma dengan cara ini kami bisa melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Apakah mereka yang mengecam menginginkan kami menerima penjajahan, penindasan dan perbudakkan. Mereka mendesak kami untuk bernegosiasi dan kami sudah bernegosiasi selama 17 tahun, tanpa hasil. Kami tak juga meraih kemerdekaan, situasi Palestina malah makin memburuk. Tanah-tanah kami dirampas dan masjid kami (al-Aqsha) hampir roboh akibat ulah Israel dan kami tidak punya peralatan lain untuk mempertahankan diri kami, untuk mendapatkan kebebasan dan lepas dari penjajahan.

Mereka yang mengecam serangan roket kami, jika menganggap serangan roket kami tidak terlalu memberi pengaruh, mengapa mereka meminta kami untuk menghentikan tembakan-tembakan roket kami?

Ada pertanyaan, jika rezim Zionis hancur dan para pengungsi Palestina kembali, negara macam apa yang akan dibangun Hamas. Akankah Hamas akan mengusir orang-orang Yahudi?

Pertanyaan yang logis seharusnya, Yahudi yang pertama kali melakukan, mereka datang dan menempati rumah-rumah milik orang lain, mengambil kebun-kebun dan hasil panen milik orang lain. Apa salah rakyat Palestina yang sudah ribuan tahun tinggal di tanah itu dan menguburkan nenek-nenek moyang mereka di sana? Mengapa orang-orang Palestina diusir dari tanah airnya, Mengapa orang-orang Yahudi melakukan itu?

Terkait Yahudi yang tinggal di tengah umat Islam, saya katakan bahwa orang-orang Yahudi yang hidup di bawah pemerintahan Islam adalah orang yang paling bahagia di bumi. Di negara Muslim, orang-orang Yahudi tidak dibunuh, seperti Yahudi-Yahudi di Moskow, Polandia, Jerman dan Spanyol. Orang selama ini sudah salah berpikir bahwa holocaust hanya terjadi di Jerman, padahal Yahudi yang dibunuh di Polandia dan Spanyol jumlahnya lebih besar daripada Yahudi yang dibantai di Jerman.

Orang-orang Yahudi hidup bebas dan menjalankan bisnisnya di Mesir dan Baghdad. Mereka tidak dicurigai atau diperlakukan sewenang-wenang. Malah terkadang, orang-orang Yahudi mendapat hak-hak istimewa. Saat ini, perwakilan Bahrain untuk AS adalah seorang Yahudi.

Islam berbeda dengan agama lainnya. Tak ada agama lain yang bisa menerima orang lain selain Islam. Seseorang tidak bisa disebut Muslim jika tidak meyakini Musa dan Isa (Yesus). Tapi penganut agama lain, menolak eksistensi kami, menolak identitas Palestina kami dan agama kami.

Kami hanya ingin penjajahan Israel di Tepi Barat dan Ghaza diakhiri. Kami ingin hidup damai, kami ingin Israel mundur dari tanah yang mereka rampas pada tahun 1967, termasuk dari Yerusalem. Inilah yang kami serukan saat ini. Terkait cara kami memerintah, jangan diragukan lagi, kami akan memerintah sesuai dengan etika, ajaran agama dan nilai-nilai sejarah kami. Kami memahami dan mengakui hak-hak orang lain. Tapi kami tidak bisa terima jika kami yang harus menyerahkan hak-hak kami.

Apakah Hamas akan mengakui Israel kalau Israel mundur ke perbatasan tahun 1967?

Tidak, kami tidak akan mengakui Israel apakah dia mundur atau tidak. Solusi yang saat ini diterima Hamas, sifatnya temporer; gencatan senjata, mundurnya Israel dari semua wilayah Tepi Barat dan Ghaza serta pendirian negara Palestina dengan Yerusalem sebagai anggotanya.

Kesepakatan itu berlaku sampai sekarang, tapi tanpa pengakuan terhadap Israel. Solusi ini tidak menjamin hak rakyat Palestina. Solusi finalnya adalah keadilan. Keadilan yang diikuti dengan kembalinya seluruh orang Palestina ke tanah air mereka dan pengembalian harta benda mereka.

Pesan apa yang ingin disampaikan Hamas untuk Abu Mazin (Mahmud Abbas, Presiden Palestina), para pemimpin Arab dan Kongres AS?

Untuk Abu Mazin, berjuanglah pada sisi rakyat untuk mencapai kebebasan.

Untuk para pemimpin Arab, persoalan Palestina akan tetap menjadi pertaruhan yang akan menentukan masa depan stabilitas di kawasan.

Untuk Israel, bukan persoalan seberapa besar harapan untuk masa kini, masa depan rakyat tidak ditentukan oleh fakta yang terjadi atau dibentuk oleh kesepakatan-kesepakatan beserta keseimbangan kekuatan. Tapi rakyat Palestina akan merebut kembali hak-haknya, dan tidak ada jalan lain.

Untuk Kongres AS, orang yang kuat, tidak akan selamanya kuat. Begitu yang lemah, tidak akan selamanya lemah. Keadilan dan kejujuran lah yang menjadi jaminan, yang membuat kehidupan orang lebih baik dari kehidupan orang lainnya. (ln)





Read More......

AS Ingin Damai, Taliban Menolak

Label:


Jumat, 10 Okt 2008 15:05

Beginilah liciknya AS, setelah memporakporandakan Afghanistan lewat invasinya selama hampir tujuh tahun dan setelah tahu bahwa pasukan koalisinya tidak akan mampu menghadapi Taliban, negara Paman Sam yang sedang diambang kehancuran ekonominya itu mulai "cari selamat" untuk mengakhiri konfliknya di Afghanistan dengan menyatakan siap berekonsiliasi dengan Taliban.

Berbicara usai pembahasan perang di Afghanistan dengan anggota pasukan Nato di Budapest, Menhan AS Robert Gates mengatakan bahwa negara AS pada "akhirnya" siap berekonsiliasi dengan Taliban untuk mengakhiri konflik di Afghanistan. Setiap kesepakatan dengan Taliban harus berdasarkan pada tuntutan pemerintah Afghanistan dan Taliban harus mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintahan Afghanistan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Hamid Karzai, presiden Afghanistan boneka AS.

"Harus ada akhir, dan saya pada akhirnya akan menekankan rekonsiliasi sebagai bagian dari jalan keluar politik untuk konflik ini. Pada akhirnya harus ada strategi jalan keluar untuk kita semua," kata Gates.

Meski demikian, Gates menyatakan tetap menolak untuk bernegosiasi dengan kelompok al-Qaida di Afghanistan dan hanya bersedia berbicara dengan Taliban. Padahal AS melakukan invasi ke Afghanistan dengan alasan mencari pimpinan al-Qaida Usamah bin Ladin yang dituding menjadi dalang serangan 11 September 2001 di AS. Invasi kemudiang berkembang menjadi penjajahan AS di Aghanistan setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Taliban yang berkuasa di Afghanistan ketika itu.

Dalam invasinya, AS meminta bantuan dari pasukan Nato. Saat ini, ada sekitar 33.000 pasukan AS dan 40.000 ribu pasukan Nato yang dikerahkan ke Afghanistan.

Gates menyatakan kesediaan AS bernegosiasi dengan Taliban setelah intelejen AS National Intelligence Estimate (NIE) kembali mengeluarkan draft laporannya yang kontroversial hari Kamis kemarin. Laporan tersebut menyatakan bahwa situasi di Afghanistan saat ini menjadi situasi terburuk bagi pasukan koalisi AS sejak invasi mereka tahun 2001 dan sedang meluncur ke arah kekerasan dan kekacauan.

Sebelum NIE mengeluarkan draft laporannya, Komandan Pasukan Inggris di Afghanistan Brigadir Mark Carleton-Smith menyatakan bahwa perang di Afghanistan tidak bisa dimenangkan jika tetap dilakukan dengan cara militer dan sudah saatnya dilakukan negosiasi dengan Taliban. Pernyataan Smith diamini oleh sejumlah komandan pasukan dan diplomat Nato yang menilai perlunya melakukan negosiasi dengan Taliban untuk mengakhiri konflik di Afghanistan.

Hari ini, Sekretaris Jenderal Nato, Jaap de Hoop Scheffer sendiri yang mengungkapkan keraguannya bahwa pasukan asing mampu memenangkan peperangan dengan Taliban di Afghanistan. Meski demikian, Scheffer dalam pertemuan dua hari Nato di Budapest menyatakan bahwa ia mendukung penambahan dana anggaran pertahanan, walaupun dunia, terutama negara-negara anggota Nato sedang dilanda krisis keuangan buruk.

Lucunya, penjajah asing di Afghanistan sekarang membuat seolah-olah yang bertikai adalah pemerintah Afghanistan dan Taliban, dan bukan kehadiran mereka yang telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan di Afghanistan lewat invasinya, Sehingga Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta Arab Saudi untuk menjadi mediator negosiasi antara pemerintah Afghanistan dan Taliban serta menyerukan pimpinan Taliban Mullah Omar agar membuka diri bagi perdamaian di Afghanistan.

Sikap Taliban

Sementara itu, menurut agen-agen intelejen dan sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah Afghanistan, sikap Taliban terpecah dua terkait tawaran damai dengan pemerintahan Hamid Karzai yang didukung AS.

Tapi seorang juru bicara Taliban, Maulvi Zabihullah mengatakan bahwa Taliban tidak tertarik untuk melakukan negosiasi atau kesepakatan dengan AS atau agen-agennya di Afghanistan. "Taliban tetap bersatu dibawah kepemimpinan Mullah Mohammad Umar dan akan tetap akan meneruskan perjuangan untuk melawan para agresor asing dan agen-agen lokalnya," tegas Zabihullah.

Bulan September lalu, sejumlah mantan pejabat Taliban termasuk menteri luar negeri Maulvi Wakil Ahmad Mutawakkil dan utusan Taliban untuk Pakistan Mullah Abdul Salam Saeef, sudah menggelar pertemuan dengan perwakilan dari pemerintahan Afghanistan di kota Makkah, Saudi Arabi yang menjadi mediator perdamaian antara keduabelah pihak.

"Kami tahu, mereka bertemu dengan perwakilan pemerintah Afghanistan di istana Raja Saudi di Makkah. Tapi mereka tidak diberi mandat untuk bernegosiasi dengan mereka," kata Zabihullah seraya mengatakan bahwa para mantan pejabat Taliban yang hadir dalam acara itu, saat ini tidak punya kewenangan lagi untuk ikut menentukan kebijakan Taliban.

"Kami menghormati mereka. Namun kami tidak ada kaitannya dengan pertemuan mereka atau pembicaraan dengan orang-orang Karzai," tambah Zabihullah.

Sumber-sumber Taliban lainnya mengatakan, Mutawakkil dan mereka yang hadir dalam pertemuan di Makkah adalah tokoh-tokoh yang oleh pejabat dan media AS disebut sebagai tokoh "Taliban yang moderat" dan sudah tidak dipercaya lagi oleh Mullah Umar.

Lebih lanjut Zabihullah mengatakan, Taliban menghormati upaya yang dilakukan Raja Saudi, Raja Abdullah untuk memediasi perdamaian. "Tapi fakta yang terjadi di Afghanistan sangat jauh berbeda. Banyak yang menentang negosiasi dengan AS karena kebrutalan yang telah dilakukan AS terhadap rakyat sipil Afghanistan," tukasnya.

Zabihullah juga menegaskan bahwa Taliban sudah makin kuat dan tidak butuh negosiasi dengan AS atau para agen-agennya. "Pasukan penjajah mengalami kekalahan setiap hari. Kesepakatan dan negosiasi hanya akan memperkuat pasukan asing dan akan membahayakan gerakan pembebasan. Apapun itu, pasukan AS harus meninggalkan Afghanistan," tandas Zabihullah. (ln/iol/aljz/prtv)





Read More......

Hamas Desak Presiden Abbas Segera Umumkan Jadwal Pemilu Presiden Baru

Label:


Selasa, 07 Okt 2008 15:09 Dalam voting yang digelar hari Senin (6/10) Hamas menyatakan akan menempatkan deputi wakil ketua parlemen, Ahmad Bahar sebagai pengganti Abbas sementara, jika Abbs tidak juga mengumumkan tentang pemilu presiden yang baru sampai hari Rabu (8/10).

Hamas menyatakan tidak akan mengakui Mahmud Abbas sebagai presiden Palestina begitu masa jabatan Abbas berakhir sekitar bulan Januari mendatang. Hamas-mengutip undang-undang yang berlaku di Palestina- menegaskan, begitu masa jabatan Abbas habis, maka yang harus menggantikan Abbas adalah salah satu pimpinan Hamas.

Pernyataan itu disampaikan setelah anggota legislatif Hamas di Kota Ghaza melakukan voting untuk mengeluarkan resolusi tentang hal tersebut. Bagi Fatah, resolusi yang dikeluarkan Hamas dianggap sebagai sabotase atas upaya rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah yang dimediasi negara Mesir.

Menurut undang-undang Palestina, pemilu presiden dan parlemen dilakukan setiap empat tahun sekali. Namun ada celah dalam undang-undang tersebut yang memungkinkan Abbas memperpanjang masa jabatannya jika dianggap perlu "untuk kepentingan nasional."

Dalam voting yang digelar hari Senin (6/10) Hamas menyatakan akan menempatkan deputi wakil ketua parlemen, Ahmad Bahar sebagai pengganti Abbas sementara, jika Abbas tidak juga mengumumkan tentang pemilu presiden yang baru sampai hari Rabu (8/10).

Sementara itu, kepala biro politik Hamas yang sedang dalam pengasingan di Suriah, Khalid Mishaal mengatakan bahwa negosiasi dengan Israel tentang pembebasan prajurit Israel yang ditawan Hamas, mengalami jalan buntu. Pasalnya, kata Mishaal, juru runding dari pihak Israel selalu mangkir dari kesepakatan-kesepakatan terdahulu yang sudah disetujui bersama. (ln/arb/aljz)





Read More......

Warga Palestina di Jalur Ghaza, Menyambung Hidup Lewat Terowongan Bawah Tanah

Label:


Jumat, 10 Okt 2008 17:18 Saat ini ada ratusan terowongan bawah tanah yang berada di bawah perbatasan antara Jalur Ghaza-Mesir dan sumber-sumber di kedua wilayah itu mengatakan, lebih dari 6.000 warga Palestina yang terlibat dalam "industri bawah tanah" yang menurut para pedagang kebanyakan dikontrol oleh otoritas Hamas.

Blokade ekonomi yang dilakukan Israel terhadap Jalur Ghaza mendorong warga Palestina di Ghaza memcari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah menggali terowongan-terowongan yang menembus sampai ke perbatasan Mesir. Melalui terowongan-terowongan inilah makanan dan bahan bakar disalurkan ke Jalur Ghaza, meski untuk menyalurkan "barang-barang berharga" itu nyawa menjadi taruhannya.

Saat ini ada ratusan terowongan bawah tanah yang berada di bawah perbatasan antara Jalur Ghaza-Mesir dan sumber-sumber di kedua wilayah itu mengatakan, lebih dari 6.000 warga Palestina yang terlibat dalam "industri bawah tanah" yang menurut para pedagang kebanyakan dikontrol oleh otoritas Hamas.

"Industri bawah tanah" itu menerapkan aturan yang ketat tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh diperdagangkan dalam "bisnis" tersebut. Yang dilarang adalah perdagangan senjata, narkoba dan perdagangan manusia. Sementara para operator terowongan dikenakan pajak.

Mengomentari tentang perdagangan "bawah tanah" itu, juru bicara kementerian dalam negeri pemerintahan Hamas, Ehab Gheissen mengatakan, adalah hak rakyat Palestina melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan untuk menghancurkan blokade yang dikenakan atas hidup mereka.

"Mereka punya hak untuk melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, termasuk membuat terowongan-terowongan sepanjang kita mengawasi apa saja yang mereka bawa melalui terowongan-terowongan itu," ujar Gheissen.

Sebagian dari terowongan-terowongan itu dulunya digunakan untuk menyelundupkan senjata pada para pejuang Palestina yang melakukan perlawanan terhadap tentara Zionis Israel. Sejak Hamas mengambilalih kekuasaan di wilayah Ghaza bulan Juni 2007, rezim Zionis Israel memblokade Jalur Ghaza dengan menutup semua perbatasan dengan Ghaza, sehingga warga Ghaza terisolasi bahkan sulit untuk sekedar mendapatkan bantuan internasional.

Langkanya barang-barang kebutuhan menyebabkan harga-harga barang seperti tepung gandum dan susu menjadi sangat mahal. Tak heran jika bisnis lewat "terowongan" ini nilainya mencapai jutaan dollar.

Analis bisnis di Ghaza, Sami Abdul Shafi mengatakan, sekarang ini anekdot yang sering terdengar di kalangan masyarakat Ghaza adalah bahwa terowongan-terowongan itu membawa aneka barang "kehidupan", utamanya obat-obatan yang sangat dibutuhkan warga Ghaza.

"Mereka biasanya membawa masuk sepatu, coklat, minuman ringan 7-up, dan sejenisnya," kata Abdul Shafi.

Tapi, tambah Abdul Shafi, lebih dari itu semua, 1,5 juta rakyat Ghaza berhak untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk menjalankan roda perekonomiannya secara terbuka, tidak di bawah tanah.

Nyawa Menjadi Taruhan

Namun, betapapun besar arti terowongan-terowongan itu untuk menjaga agar perekonomian di Ghaza tetap berjalan, tetap ada konsekuensinya. Sedikitnya sejak Januari 2008, menurut data PBB, sudah 35 orang Palestina gugur di dalam terowongan-terowongan.

Abu Mohammed, seorang warga Ghaza, kehilangan anak lelaki dan saudara lelakinya ketika terowongan yang sedang mereka lalui runtuh. Sejak itu, ia melarang anak-anaknya yang lain untuk menggunakan terowongan.

"Apa yang bisa kami lakukan? Kami butuh makan dan mereka mencari nafkah untuk keluarga. Tapi sekarang, saya tidak akan mengizinkan mereka untuk bekerja di terowongan, semiskin apapun kami. Pekerjaan itu tidak layak," kata Abu Mohammed.

Di sisi lain, Mesir mendapat tekanan dari Israel untuk melakukan tindakan atas keberadaan terowongan-terowongan tersebut. Dan Kairo menuruti kemauan rezim Zionis agar perdagangan lewat terowongan dihentikan. Data PBB menyebutkan, selama dua hari di bulan Agustus kemarin, otoritas pemerintah Kairo menghancurkan 28 terowongan milik warga Ghaza. Namun sikap keras otoritas Mesir tidak membuat takut warga Ghaza. Mereka menyatakan, otoritas Mesir tidak pernah menghancurkan semua terowongan karena "bisnis lewat terowongan" itu juga menjadi bisnis yang menguntungkan bagi banyak pedagang di Mesir.

Analis militer, Jenderal Mahmud Khalaf berpendapat, terowongan-terowongan itu seharusnya tidak dilihat sebagai sumber kehidupan bagi warga Palestina. "Kenyataannya, terowongan-terowongan itu dilihat sebagai medium yang vital, meski saya mengakui blokade yang dilakukan Israel membuat kehidupan warga Ghaza menjadi sangat sulit," kata Jenderal Khalaf.

"Tetapi, saya yakin seharusnya terowongan-terowongan ini tidak bisa digunakan sebagai alat untuk maju ke depan," sambungnya.

Hal serupa diungkapkan Abdul Shafi, meski faksinya, Hamas dituding sebagai operator-operator terewongan tersebut. Terowongan-terowongan itu, kata Shafi, membuat rakyat Palestina makin kehilangan kesempatan untuk mengembangkan perekonomiannya dengan layak.

"Dalam jangka panjang terowongan-terowongan tersebut akan menimbulkan konsekuensi berupa bencana, meskipun terowongan-terowongan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga untuk sesaat. Kehidupan di Jalur Ghaza tidak boleh berlanjut dengan mengandalkan operasi-operasi lewat terowongan bawah tanah," tukas Shafi. (ln/aljz)





Read More......

Rizieq Bisa Bebas

Label:


Jumat, 10 Okt 2008 10:38 Setelah menjalani persidangan yang cukup berlarut-larut dan penuh rekayasa, Tim Penasehat Hukum Habib Rizieq Shihab akhirnya bisa sedikit bernafas lega dan memperlihatkan optimisme untuk meneruskan sidang selanjutnya. Bahkan Tim Penasehat Hukum pun merasa yakin bahwa kebebasan bisa berpihak pada sang Mujahid pembela Islam itu. Sidang lanjutan terhadap Habib Rizieq memang masih akan berlanjut pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, akan tetapi keputusan terakhir tetap berada ditangan Majelis Hakim.

Setelah menjalani persidangan yang cukup berlarut-larut dan penuh rekayasa, Tim Penasehat Hukum Habib Rizieq Shihab akhirnya bisa sedikit bernafas lega dan memperlihatkan optimisme untuk meneruskan sidang selanjutnya. Bahkan Tim Penasehat Hukum pun merasa yakin bahwa kebebasan bisa berpihak pada sang Mujahid pembela Islam itu. Sidang lanjutan terhadap Habib Rizieq memang masih akan berlanjut pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, akan tetapi keputusan terakhir tetap berada ditangan Majelis Hakim.

Berikut ini petikan wawancara Eramuslim dengan salah satu Penasehat Hukum Habib Rizieq Shihab, Ari Yusuf Amir, disela-sela persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bagaimana tim penasehat hukum melihat arah persidangan yang sudah hampir mengakhiri tahap akhir ?

Alhamdulillah dari fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, kami semakin optimis Habib Rizieq akan dibebaskan. Kami sangat optimis sekali, karena memang untuk menilai sesuatu perkara itu dari fakta persidangan. Nah fakta persidangan sampai saat ini misalnya, belum ada satu saksi pun yang menguatkan Habib Rizieq, bahwa Habib Rizieq itu menyuruh melakukan kekerasan. Bahkan yang disebut pelaku kekerasan pun sendiri mengatakan tidak ada perintah Habib Rizieq. Kemudian yang kedua, tentang pasal 156 KUHP bahwa Habib Rizieq menyebarkan kebencian penghasutan terhadap Ahmadiyah, saksi ahli telah mengatakan bahwa Ahmadiyah bukan golongan agama.

Dan pemahaman bahwa Habib Rizieq mengatakan perangi Ahmadiyah, Ahmadiyah sesat itu benar, bukannya menghasut fakta itu. Karena MUI sudah mengeluarkan fakta itu. Meski tidak bisa dipungkiri isu penolakan Ahmdiyah di Indonesia cukup serius menyita perhatian dunia internasional dan kelompok Ahmadiyah diluar negeri hingga melayangkan protesnya melalui Komnas HAM Indonesia, ada apa ini. Namun dari uraian saksi-saksi ahli di persidangan sudah panjang lebar terkait dengan kesesatan Ahmadiyah dan aturan yang melatarbelakanginya, hakim cukup antusias terhadap keterangan saksi-saksi ahli. Kami sangat optimis persidangan ini akan diakhiri dengan bebasnya Habib Rizieq.

Dalam persidangan sebelumnya kan banyak pandangan yang tidak relevan, bahkan hakim cenderung mengulur-ulur waktu persidangan, apakah ada yang bermain ataukah intervensi dibalik persidangan Habib Rizieq?

Kalau yang dimaksud itu adalah faktor ‘X’ diluar persidangan, kalau saya kapasitasnya melihat fakta dipersidangan. Fakta persidangan, kami yakin sekali Habib Rizieq akan bebas. Tapi kalau diluar persidangan, ada pihak yang mempunyai kepentingan, ada yang menekan hakim, ada kabarnya Adnan Buyung Nasution ikut datang ke pengadilan, itu diluar persidangan. Nah sekarang kembali kepada hakimnya, kalau hakim ini memiliki keberanian dan hati nurani dan keberanian maka dia akan memutuskan sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan. Dan kami yakin fakta tunggal persidangan Habib Rizieq harus bebas.

Apakah mungkin hakim tidak akan terpengaruh dengan segala bentuk intervensi itu?

Ya kita pahamlah kondisi negara kita ini, peran serta intervensi dari kepentingan politik, dari kepentingan golongan-golongan lain itu banyak sekali memang, kita paham sekali itu. Tapi itu semuanya kembali kepada hakimnya, zaman seperti ini hakim sudah berani bersikap tanpa perlu takut apa-apa. Zaman kan sudah berubah. Nah harapan kita hakim bisa mempunyai keberanian itu saja.

Jadi semuanya ada ditangan Majelis Hakim, meski faktor X jumlahnya banyak?

Semuanya ditangan hakim, sebanyak apapun, sekuat apapun faktor 'X', karena hakim ini independen dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau dia punya keberanian dan yakin tentang kebenaran ini, dia harus bebaskan Habib Rizieq...(novel)





Read More......