<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147</id><updated>2011-07-30T20:08:15.461-07:00</updated><category term='Islam'/><category term='Kesehatan'/><category term='Wow'/><category term='Antariksa'/><category term='Sains'/><category term='Fenomena Akhir Zaman'/><category term='Bumi'/><title type='text'>Astro Real News</title><subtitle type='html'>All About Astronomical Science... 
When You Find All About Astronomical Science, 
This Is Good Place To Stay And Search. 
Just In astro-lab.co.cc
(Sumber: http://sains.kompas.com/astronomi)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>128</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1142955552213028315</id><published>2010-02-25T18:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T18:52:19.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Mengukur Terang Demi Pelajari Energi Gelap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S4c3CQLV94I/AAAAAAAAAKg/KeeuxdHAF6w/s1600-h/213951p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S4c3CQLV94I/AAAAAAAAAKg/KeeuxdHAF6w/s320/213951p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442379186542344066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com- Cahaya adalah aspek dasar dari astronomi, tapi anehnya para astronom justru tak memiliki aturan pakem untuk mengukur tingkat keterangan. Nah, sebentar lagi ini akan berubah, karena ukuran skala terang kuno akan diperbaharui, sehingga sifat sebenarnya dari energi gelap juga bisa diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 2.000 tahun lalu, astronom asal Yunani, Hipparchus, menetapkan skala ranking terang bintang. Sekarang, para astronom masih memakai sistem itu, yaitu dengan mengukur tingkat terang dengan membandingkannya ke beberapa bintang referensi. Masalahnya, tingkat terang bintang-bintang referensinya saja tak diketahui dengan akurat, dan pengukurannya tidak sejalan dengan perkembangan teknologi pendeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, pengukuran paling akurat untuk tingkat terang bintang Vega saja berasal dari tahun 70'an. "Mengejutkan. Kemajuan di bidang itu (ukuran tingkat terang bintang) sangat kecil dalam beberapa dekade terakhir," tutur Gary Bernstein dari Universitas Pennsylvania, Philadelphia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah ini, tim di bawah pimpinan Mary Elizabeth Kaiser dari Universitas Johns Hopkins, Maryland, berencana untuk meluncurkan roket berteleskop untuk membuat pengukuran paling akurat untuk bintang-bintang referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket berteleskop itu dinamakan ACCESS; kepanjangannya bisa diterjemahkan sebagai eksperimen kalibrasi warna absolut untuk bintang standar. Misi ini didanai oleh NASA dan akan siap diluncurkan dalam satu atau dua tahun untuk melakukan empat penerbangan suborbit. Penerbangan suborbit maksudnya menembus atmosfer bumi untuk beberapa menit, karena atmosfer itu mengganggu pengukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penerbangan itu ACCESS akan mengukur tingkat terang empat bintang referensi, yaitu dua bintang paling terang, yakni Sirius dan Vega; dan dua lagi yang lebih redup. Tingkat presisi pengukuran kali ini dua kali lebih akurat dari pada pengukuran yang ada. Kemajuan ini dimungkinkan karena sensor teleskop dikalibrasi sebelum peluncuran dengan memakai cahaya buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengukuran ACCESS akan menjadi tolok ukur untuk pengukuran teleskop-teleskop lainnya. Dengan kemajuan ini maka tingkat terang supernova dan benda-benda ruang angkasa lainnya bisa diukur dengan lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presisi ini juga akan menjadi kunci untuk menebak rahasia energi gelap, yaitu suatu benda misterius yang menyebabkan jagad raya makin cepat membesar. Keberadaan energi gelap ditetapkan pada tahun 1998 ketika para astronom menyadari bahwa supernova yang berada sangat jauh makin redup, yang artinya supernova itu lebih jauh dari perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para astronom masih tak mengetahui asal energi gelap. Energi gelap ini bisa saja berasal dari suatu kekuatan fundamental yang baru, atau mungkin ini berarti pengertian kita tentang gravitasi selama ini ada kekurangan. Untuk lebih memahami energi gelap, para peneliti mempelajari sejarah perluasan kosmis, dengan mencari variasi perubahan kecepatan perluasan selama ini. Hal ini memerlukan ukuran tingkat terang supernova yang lebih akurat untuk tiap zaman kosmis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota tim ACCESS, Adam Riess, dari Universitas Johns Hopkins, yang juga merupakan salah satu penemu energi gelap, mengatakan, kesalahan-kesalahan kecil bisa muncul ketika menggabungkan data tingkat terang dari teleskop-teleskop berbeda, sehingga para astronom bisa saja salah kaprah tentang percepatan perluasan itu. "Bisa saja energi gelap disangka berubah seiring waktu, tapi padahal itu hanya akibat dari pengamatan dengan titik referensi yang berbeda-beda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi ACCESS akan membantu para astronom agar tak melakukan kesalahan ini. "(ACCESS) tidak mengukur energi gelap itu sendiri, tapi akan membantu membuat skala ukurannya lebih akurat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1142955552213028315?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1142955552213028315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2010/02/mengukur-terang-demi-pelajari-energi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1142955552213028315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1142955552213028315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2010/02/mengukur-terang-demi-pelajari-energi.html' title='Mengukur Terang Demi Pelajari Energi Gelap'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S4c3CQLV94I/AAAAAAAAAKg/KeeuxdHAF6w/s72-c/213951p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2901586583879632037</id><published>2010-02-12T00:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T00:19:39.132-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ilmuwan Kaji Mitigasi Asteroid Pembunuh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S3UO8TrQDiI/AAAAAAAAAKc/zL0TDwPZn40/s1600-h/1440085p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S3UO8TrQDiI/AAAAAAAAAKc/zL0TDwPZn40/s1600/1440085p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah ilmuwan dan pakar melakukan pertemuan baru-baru ini di Mexico City membahas pembuatan sistem peringatan dini (mitigasi) berjaringan global dari kemungkinan ancaman asteroid pembunuh yang dapat menghujam Bumi di masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang berakhir 20 Januari 2010, seperti dilansir Space.com pada 29 Januari 2010, diadakan oleh Asosiasi Penjelajah Angkasa serta Pusat Regional Ilmu Antariksa dan Pendidikan Teknologi untuk Wilayah Amerika Latin dan Karibia (CRECTEALC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini dihadiri para ahli pelacak asteroid, astronom, mantan astronot, ahli manajemen bencana, pakar komunikasi dan otoritas dari PBB.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop ini bertujuan untuk menjembatani satu langkah besar ke d epan mengenai ide perlunya komponen informasi, analisi, dan sistem peringatan berjaringan mengenai ancaman asteroid, tutur Ray Williamson, Direktur Eksekutif Yayasan Keamanan Dunia (SWF) yang ikut mengorganisir pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, pertemuan ini berakhir tidak jauh setelah terjadinya peristiwa jatuhnya meteorit kecil yang menghancurkan sebuah kantor milik dokter di Virginia, AS. Dan, sehari setelah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional (NAS), AS, melaporkan bahwa AS tidak melakukan upaya cukup untuk melindungi Bumi dari ancaman bahaya asteroid (near earth asteroid) dan komet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sergio Camacho, Sekjen CRECTEALC dan mantan Direktur Urusan Angkasa Luar Kantor PBB, workshop ini akan menjadi sumber vital bagi tim panel yang bekerja di Komite Perdamaian Angkasa Luar PBB. Komite ini bekerja selama tiga tahun ke depan untuk menyusun prosedur internasional dalam upaya mengatasi kemungkinan ancaman dampak kerusakan di Bumi akibat hujaman asteroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran mengenai kerusakan di Bumi yang bisa ditimbulkan akibat jatuhnya asteroid besar digambarkan dengan baik di sejumlah film layar lebar seperti Deep Impact dan Armageddon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2901586583879632037?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2901586583879632037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2010/02/ilmuwan-kaji-mitigasi-asteroid-pembunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2901586583879632037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2901586583879632037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2010/02/ilmuwan-kaji-mitigasi-asteroid-pembunuh.html' title='Ilmuwan Kaji Mitigasi Asteroid Pembunuh'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/S3UO8TrQDiI/AAAAAAAAAKc/zL0TDwPZn40/s72-c/1440085p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7262200332921672571</id><published>2009-07-17T03:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T03:25:25.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Awak "Ekspedisi ke Mars" Selesaikan Eksperimen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBRXINwmsI/AAAAAAAAAJs/7cxFsaQwDiA/s1600-h/1243512p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBRXINwmsI/AAAAAAAAAJs/7cxFsaQwDiA/s320/1243512p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359373014354926274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Juli 2009 | 12:15 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOSKWA, KOMPAS.com — Di saat mimpi pendaratan manusia di Bulan masih diusahakan kembali, ambisi untuk melakukan ekspedisi ke Mars juga tengah disiapkan. Simulasi perjalanan panjang ke sana baru-baru ini sukses dan berjalan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak enam relawan asal Eropa keluar dengan kondisi baik dari ruang simulasi kapsul ruang angkasa di Moskwa, Rusia, setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan dalam kapsul tersebut. Meski terlihat lelah, mereka tetap sehat dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam orang ini adalah bagian dari eksperimen untuk mempelajari kondisi astronot ketika berada dalam situasi yang sangat terisolasi dan terkekang dalam kapsul ruang angkasa selama perjalanan panjang ke Mars. Dari enam sukarelawan itu, empat orang berasal dari Rusia, satu orang dari Jerman, dan satu orang lagi dari Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergei Ryazansky, kapten dari enam orang itu, mengatakan, hal yang paling berat selain mengetahui bahwa mereka "sedang" melakukan perjalanan sejauh 276 juta kilometer adalah bahwa mereka terkunci dalam ruang seukuran gerbong kereta tanpa jendela. "Hal yang juga sulit adalah bahwa penerbangan ini bukan sungguhan," ujar Ryazansky yang mengenakan pakaian antariksa biru model NASA dengan tulisan MARS 500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para awak yang dipilih dari 6.000 pelamar itu dibayar masing-masing 20.987 dollar AS (sekitar Rp 220 juta) untuk dikunci dalam modul yang serupa dengan kapsul antariksa sejak 31 Maret 2009. Mereka nyaris tidak diberi akses kepada dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak memiliki televisi atau internet, dan hubungan dengan dunia luar hanyalah komunikasi dengan pusat pengendali eksperimen, yang juga memonitor mereka melalui kamera TV. Komunikasi itu pun mengalami jeda sekitar 20 menit agar benar-benar mirip penerbangan ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing awak memiliki kabin pribadi dengan interior seperti yang ditemui dalam kapal selam. Namun, struktur ruangannya dibuat khusus untuk percobaan perjalanan ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar benar-benar terisolasi, pintu modul dikunci dengan palang dan diikat benang serta distempel dengan lilin merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keluar pada Selasa (14/7) setelah terisolasi selama 105 hari, relawan dari Jerman mengaku benar-benar kehilangan orientasi waktu. Padahal, 105 hari masih jauh dari waktu sesungguhnya untuk menempuh perjalanan pergi dan pulang dari Mars. Tahun depan, sekelompok relawan lainnya akan memasuki kapsul yang sama dan akan diisolasi di dalamnya selama 520 hari sesuai perkiraan perjalanan pergi dan pulang dari Bumi ke Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M4-09&lt;br /&gt;Sumber : BBC&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7262200332921672571?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7262200332921672571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/awak-ekspedisi-ke-mars-selesaikan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7262200332921672571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7262200332921672571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/awak-ekspedisi-ke-mars-selesaikan.html' title='Awak &quot;Ekspedisi ke Mars&quot; Selesaikan Eksperimen'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBRXINwmsI/AAAAAAAAAJs/7cxFsaQwDiA/s72-c/1243512p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4242622118978062462</id><published>2009-07-17T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T03:17:40.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Endeavour Akhirnya Meluncur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBPvrU0cYI/AAAAAAAAAJk/V3dsodM_XJM/s1600-h/0827303p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBPvrU0cYI/AAAAAAAAAJk/V3dsodM_XJM/s320/0827303p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359371237073383810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Juli 2009 | 08:19 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Setelah lebih dari sebulan mengalami penundaan dan lima kali gagal meluncur, pesawat ulang alik Endeavour akhirnya melesat ke luar angkasa. Endeavour meluncur dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (15/7) sore atau Kamis pagi WIB sekitar pukul 05.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran ini cukup istimewa karena hanya selang beberapa hari menjelang peringatan 40 tahun sejak pertama kali manusia menginjakkan kaki di Bulan, apalagi peluncuran dilakukan di sisi landasan yang sama dengan Apollo 11 saat meluncur pada 16 Juli 1969 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski peluncuran berjalan mulus, kegembiraan sedikit terganggu karena terlihat banyak runtuhan saat pesawat melesat. Hasil rekaman video menunjukkan beberapa keping penahan panas di tangki eksternal terlepas dan menghantam badan pesawat 2-3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa goresan terlihat di perutnya, tetapi kami harapkan hanya lecet dan kerusakan minor," ujar Bill Gerstenmaier, Kepala Operasional NASA. Ia mengatakan, para astronot Endeavour akan melakukan pengecekan sebelum pesawat merapat ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS), dua hari mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti inilah yang dikhawatirkan NASA sejak kecelakaan Columbia terjadi tahun 2003. Columbia terbakar dan meledak saat pulang karena lubang di sayap akibat terhantam keping penahan panas di tangki eksternal saat peluncuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, saat ini NASA sudah siap menghadapi kemungkinan yang sama. Proses pengecekan telah dilakukan secara bertingkat sejak rekaman video saat peluncuran, pengecakan langsung dua kali, dan pemotretan badan pesawat dari ISS. NASA juga sudah mengembangkan teknik reparasi dengan mengembangkan "semen" khusus untuk menutup retakan pada badan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memiliki semua perangkat di hadapan kami dan proses untuk memastikan pesawat ini layak pulang," ujar Gerstenmaier. Endeavour yang berisi tujuh astronot dijadwalkan menjalankan misi selama 16 hari untuk melanjutkan kembali pembangunan ISS yang dijadwalkan selesai tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi utama kali ini adalah pemasangan modul ketiga atau yang terakhir dari laboratorium Kibo milik Jepang. Modul ini akan digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah di bagian luar ISS. Selain itu, para astronot juga akan melakukan pemasangan baterai baru dan perawatan lainnya. Semuanya akan dilakukan dalam lima kali spacewalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4242622118978062462?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4242622118978062462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/endeavour-akhirnya-meluncur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4242622118978062462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4242622118978062462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/endeavour-akhirnya-meluncur.html' title='Endeavour Akhirnya Meluncur'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBPvrU0cYI/AAAAAAAAAJk/V3dsodM_XJM/s72-c/0827303p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2095794533406855191</id><published>2009-07-17T03:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T03:07:45.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Siap-siap, Rasakan Peluncuran Apollo 11 Lewat Internet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBNZ4pRomI/AAAAAAAAAJc/EREd9AJVXac/s1600-h/1223137p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBNZ4pRomI/AAAAAAAAAJc/EREd9AJVXac/s320/1223137p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359368663668466274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 14 Juli 2009 | 12:13 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika Neil Alden Armstrong dan Buzz Aldrin pertama kali menginjakkan kaki di bulan, mungkin beberapa dari pembaca sekalian belum hadir di dunia. Tetapi bukan berarti Anda tidak bisa merasakan fenomena yang terjadi semasa perang dingin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet yang ada sekarang memungkinkan anda untuik merasakan apa yang terjadi pada tanggal 16 Juli 1969 tersebut. Untuk memperingati 40 tahun peluncuran Apollo 11 dan peristiwa manusia pertama di bulan pada hari Kamis ini (16/7), situs wechoosethemoon.org diluncurkan sebagai rekonstruksi peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini diprakarsai oleh John F. Kennedy Presidential Library and Museum yang ingin agar visi John F Kennedy mengenai perjalanan ke bulan (untuk mengalahkan Rusia pada saat itu) dapat dirasakan oleh generasi muda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misi kita adalah untuk berbagi sejarah dengan generasi baru," ujar Tom McNaught, juru bicara John F. Kennedy Presidential Library and Museum yang ikut terlibat dalam proyek rekonstruksi ini seperti dilansir AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McNaught juga menambahkan bahwa pada saat itu, mengalahkan rusia untuk mendarat di bulan adalah prioritas utama Amerika. "Satu-satunya cara untuk mengalahkan rusia dalam lomba luar angkasa adalah dengan mendarat di bulan sebelum mereka sempat," jelas McNaught menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs ini, pengguna internet bisa merasakan detik-detik peluncuran Apollo 11 yang akan berlangsung pada hari Kamis (16/7) ini, tepat 40 tahun peluncuran Apollo 11. Perjalanan dari bumi hingga ke bulan akan direkonstruksi secara interaktif mulai dari keberangkatan Apollo 11 hingga bagaimana Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut akan didukung dengan rekaman komunikasi asli antara Apollo 11 dengan NASA, foto, dan video kejadian-kejadian penting dari misi luar angkasa yang berlangsung selama empat hari tersebut. Suara astronot yang disiarkan lewat radio juga akan diperdengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masyarakat akan dapat mendengar, melihat, dan mengamati lebih dari apa yang mereka bisa lihat pada tahun 1969 di mana pada saat itu tidak ada media yang menampilkan kejadian dari menit ke menit selama empat hari," ungkap McNaught. Bagi McNaught, situs tersebut dibuat seinteraktif mungkin agar pencapaian di tahun 1969 tersebut bisa dinikmati generasi muda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs www.wechoosethemoon.org akan aktif paling tidak untuk setahun di mana pengunjung situs bisa memutar ulang bagian-bagian dari misi yang mereka inginkan. Hitungan mundur perjalanan manusia ke bulan sudah dimulai dari sekarang. Siap-siap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M8-09 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2095794533406855191?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2095794533406855191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/siap-siap-rasakan-peluncuran-apollo-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2095794533406855191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2095794533406855191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/siap-siap-rasakan-peluncuran-apollo-11.html' title='Siap-siap, Rasakan Peluncuran Apollo 11 Lewat Internet'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBNZ4pRomI/AAAAAAAAAJc/EREd9AJVXac/s72-c/1223137p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5999592296017404895</id><published>2009-07-17T02:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T03:02:33.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Pendaratan di Bulan: Akal Sehat Vs Teori Konspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBMIC5lTAI/AAAAAAAAAJU/Pn0SGk_MM7Y/s1600-h/1515597p.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBMIC5lTAI/AAAAAAAAAJU/Pn0SGk_MM7Y/s320/1515597p.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359367257671945218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 Juli 2009 | 04:43 WIB&lt;br /&gt;   Oleh NINOK LEKSONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Pendaratan di Bulan—yang pertama dilakukan oleh astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong, 20 Juli 1969—telah dicatat dalam sejarah sebagai salah satu pencapaian paling besar dari umat manusia. Namun, kini, setiap kali orang ingin merayakannya, berseliweran artikel yang melecehkannya. Kini memang dikenal istilah ”kontroversi pendaratan di Bulan”, atau malah ”The Great Moon Hoax” atau ”Kebohongan Bulan yang Hebat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr Tony Phillips, seorang pendidik sains, di situs Science@NASA, semua bermula ketika stasiun televisi Fox menayangkan program TV berjudul Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?, 15 Juli 2001. Sosok yang tampil dalam tayangan itu menyatakan bahwa teknologi Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada tahun 1960-an belum mampu untuk mewujudkan misi pendaratan di Bulan yang sesungguhnya. Namun, karena tidak ingin kalah dalam lomba ruang angkasa dalam konteks Perang Dingin, NASA lalu menghidupkan Program Apollo di studio film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skenario ini, langkah pertama Neil Armstrong yang bersejarah di dunia lain, juga pengembaraan dengan kendaraan Bulan, bahkan ayunan golf astronot Al Shepard di Fra Mauro (salah satu tempat di Bulan) semua palsu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, menurut acara TV Fox di atas, NASA menjadi produser film yang bloon 30 tahun sebelumnya (dari saat acara tersebut ditayangkan tahun 2001). Sebagai contoh, pakar dalam acara Conspiracy Theory menunjuk bahwa dalam foto astronot yang dikirim dari Bulan tidak menampakkan bintang-bintang di langit Bulan yang gelap. Apa yang terjadi? Apakah pembuat film NASA lupa menyalakan konstelasi bintang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA menyebutkan, perkara itu sudah dijawab oleh fotografer bahwa memang sulit untuk memotret satu obyek yang sangat terang dan satu obyek lain yang sangat redup di lembar film yang sama karena memang emulsi film pada umumnya tidak punya cukup ”rentang dinamik” untuk mengakomodasi obyek yang sangat berbeda tingkat terangnya. Astronot dengan pakaian angkasanya jadi obyek yang terang, dan kamera yang diset untuk memotret mereka akan membuat bintang-bintang latar belakang terlalu lemah untuk dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainnya yang dipersoalkan adalah foto astronot yang menancapkan bendera di permukaan Bulan, mengapa benderanya seperti berkibar bergelombang? Mengapa bisa terjadi demikian, padahal tidak ada angin di Bulan? Dijelaskan, tidak semua bendera yang berkibar membutuhkan angin. Itu karena astronot—ketika menanam tiang bendera—memutar-mutarnya agar menancap lebih baik. Itu membuat bendera berkibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA dalam kaitan tuduhan rekayasa pendaratan Bulan ini mempersilakan siapa pun yang tetap meragukan pendaratan di Bulan untuk mengakses situs-situs BadAstronomy.com dan Moon Hoax, yang merupakan situs independen, tidak disponsori NASA. Astronom Martin Hendry dari Universitas Glasgow dalam edisi khusus ”40 Tahun Pendaratan di Bulan” Knowledge yang diterbitkan BBC juga menguraikan lagi tangkisan terhadap Teori Konspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Tony Phillips, bantahan paling baik atas tuduhan Kepalsuan Bulan ini adalah akal sehat. Ada selusin astronot yang berjalan di Bulan antara 1969 dan 1972. Di antara mereka masih ada yang hidup dan bisa memberikan kesaksian. Mereka juga kembali ke Bumi tidak dengan tangan kosong. Astronot Apollo membawa kembali 382 kg batu Bulan ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang meragukan batu ini dari Bulan, Ilmuwan Kepala di Sains dan Eksplorasi Planet di Pusat Ruang Angkasa Johnson David McKay menegaskan bahwa batuan Bulan sangat unik, jauh berbeda dengan batuan Bumi. Pada sampel Bulan tadi, menurut Dr Marc Norman, ahli geologi Bulan di Universitas Tasmania, hampir tidak ada tangkapan air di struktur kristalnya. Selain itu, mineral lempung yang banyak dijumpai di Bumi sama sekali tidak ada di batuan Bulan. Sempat ditemukan partikel kaca segar di batuan Bulan yang dihasilkan dari aktivitas letusan gunung berapi dan tumbukan meteorit lebih dari 3 miliar tahun silam. Adanya air di Bumi dengan cepat memecahkan kaca vulkanik seperti itu hanya dalam tempo beberapa juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang pernah memegang batu Bulan—kalau di AS, seperti yang ada di Museum Smithsonian—dipastikan akan melihat bahwa batu tersebut berasal dari dunia lain karena batu yang dibawa angkasawan Apollo dipenuhi kawah-kawah kecil dari tumbukan meteoroid, dan itu menurut McKay hanya bisa terjadi pada batuan dari planet (atau benda langit lain) dengan atmosfer tipis atau tanpa atmosfer sama sekali, seperti Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurnal Knowledge, Martin Hendry masih mengemukakan sederet tangkisan terhadap argumen yang diajukan oleh penganut Teori Konspirasi, seperti tentang sudut bayangan dalam foto yang aneh. Lainnya lagi yang dijawab adalah mengapa tidak ada kawah ledakan di bawah modul Bulan (yang disebabkan oleh semburan roket modul pendarat); lalu juga mengapa sabuk radiasi Bumi tidak menyebabkan kematian pada astronot? Yang terakhir, mengapa tidak ada semburan bahan bakar yang tampak ketika modul pendarat lepas landas meninggalkan Bulan? Jawabannya karena modul Bulan menggunakan bahan bakar aerozine 50, campuran antara hidrazin dan dimethylhydrazine tidak simetri yang menghasilkan asap tidak berwarna, meski kalau ada warna sekalipun kemungkinan besar juga tak terlihat dengan latar belakang permukaan Bulan yang disinari Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, umat manusia kembali berada dalam satu lomba angkasa baru. Dalam lomba sekarang ini, Bulan tak hanya menjadi destinasi akhir, tetapi akan dijadikan sebagai batu lompatan untuk menuju destinasi lebih jauh, misalnya Planet Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004, Presiden (waktu itu) George W Bush mencanangkan Kebijakan Eksplorasi Angkasa yang sasarannya adalah kembali ke Bulan tahun 2020 dan selanjutnya ke Mars. Jepang tahun 2005 juga mencanangkan tekad serupa, pada tahun 2025. Kekuatan antariksa lain yang harus disebut dan juga telah menyatakan tekad mendaratkan warganya di Bulan adalah Rusia, China, dan India, juga tahun 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif inilah terlihat bagaimana bangsa-bangsa besar dunia bekerja keras mewujudkan impian besar. Ruang angkasa sebagai Perbatasan Terakhir (The Final Frontier) tidak saja menjanjikan prestise, tetapi juga masa depan, dan keyakinan bahwa, dengan bisa hadir di sana, ada banyak perkara di Bumi yang akan bisa ikut dibantu penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5999592296017404895?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5999592296017404895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/pendaratan-di-bulan-akal-sehat-vs-teori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5999592296017404895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5999592296017404895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/pendaratan-di-bulan-akal-sehat-vs-teori.html' title='Pendaratan di Bulan: Akal Sehat Vs Teori Konspirasi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBMIC5lTAI/AAAAAAAAAJU/Pn0SGk_MM7Y/s72-c/1515597p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1018643674692996829</id><published>2009-07-17T02:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T02:55:33.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Kelima Kalinya Endeavour Gagal Meluncur Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBKafSA1II/AAAAAAAAAJM/fR2zeUX6rgY/s1600-h/1040218p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBKafSA1II/AAAAAAAAAJM/fR2zeUX6rgY/s320/1040218p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359365375504995458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 14 Juli 2009 | 08:17 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Sambaran petir dan badai di dekat tempat peluncuran, Senin, memaksa NASA menunda lagi peluncuran pesawat ulang alik Endeavour guna melaksanakan misi ke Stasiun Antariksa Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuaca sekali lagi telah mengganjal kita," kata Direktur Peluncuran Pete Nickolenko melalui radio kepada awak Endeavour, ketika peluncuran pesawat ulang alik tersebut ditunda untuk kelima kali dalam waktu satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endeavour sebelumnya dijadwalkan lepas landas pukul 18.51 waktu setempat atau Selasa (15/7) pukul 05.51 WIB untuk misi pemasangan landasan penelitian buatan Jepang di bagian luar stasiun antariksa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya peluncuran akan dijadwalkan kembali, Rabu pukul 18.30 waktu setempat, atau Kamis pagi pukul 05.03 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua upaya peluncuran bulan lalu dibatalkan akibat kebocoran gas hidrogen. Upaya ketiga berakhir pada Sabtu, ketika NASA memerintahkan pemeriksaan sistem elektrik pesawat ulang alik itu, menyusul serangkaian gelombang petir dan peluncuran Ahad dibatalkan akibat cuaca buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA sedang berusaha menyelesaikan pembuatan pos terdepan orbit dengan dana 100 miliar dollar AS, proyek 16 negara, paling lambat 30 September 2010, jadi lembaga tersebut dapat memensiunkan armada ulang alik itu dan mengembangkan pesawat pengganti yang dapat melakukan perjalanan ke bulan dan tujuan lain yang lebih jauh dari Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang yang dibawa Endeavour meliputi peron buatan Jepang yang akan dipasang di luar laboratorium Kibo, yang berharga 2,4 miliar dollar AS, tempat landasan tersebut akan menjadi tempat yang agak tinggi bagi percobaan ilmiah yang perlu dipajang (exposed) ke lingkungan terbuka antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua percobaan di peron itu dapat dipasang dan ditemukan kembali dari jauh dengan menggunakan tangan robot sehingga tak perlu banyak menyita waktu dan jalan di antariksa yang berpotensi mengandung risiko oleh anggota awak stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para astronot juga direncanakan mengganti batarei yang merupakan bagian dari sistem tenaga surya dan memasang suku cadang yang diperlukan untuk mempertahankan pos terdepan tersebut tetap beroperasi setelah pesawat ulang alik itu dipensiunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1018643674692996829?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1018643674692996829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/kelima-kalinya-endeavour-gagal-meluncur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1018643674692996829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1018643674692996829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/kelima-kalinya-endeavour-gagal-meluncur.html' title='Kelima Kalinya Endeavour Gagal Meluncur Lagi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBKafSA1II/AAAAAAAAAJM/fR2zeUX6rgY/s72-c/1040218p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6596712784827637759</id><published>2009-07-17T02:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T02:35:05.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Petir Tunda Peluncuran Endeavour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBFvZnBdDI/AAAAAAAAAJE/Ds9KJGfNfCg/s1600-h/0951332p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBFvZnBdDI/AAAAAAAAAJE/Ds9KJGfNfCg/s320/0951332p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359360237201617970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 13 Juli 2009 | 09:42 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLORIDA, KOMPAS.com - Kekhawatiran tim peluncuran pesawat ulang alik Endeavour akhirnya terjadi. Hujan petir di sekitar lokasi peluncuran menunda rencana. Endeavour dengan tujuh awaknya pun batal meluncur ke orbit pada Sabtu malam GMT atau Minggu pukul 06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya terjadi 11 kali petir di sekitar lokasi peluncuran. Ketua Tim Mike Moses mengatakan, 11 kali petir itu menyambar pada radius 550 meter dari titik luncur. Namun, tak satu pun petir menyambar bodi pesawat, tangki luar, ataupun dua roket pendorongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik luncur sudah dilengkapi dengan sistem pelindung dari petir, yang menyebabkan petir menjauh dari pesawat. ”Sistem itu bekerja baik,” kata Moses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini teknisi NASA tidak menemukan kerusakan apa pun. Namun, dibutuhkan waktu lagi untuk mengecek sistem tidak bermasalah. Tim akan bertemu lagi pada Minggu pagi waktu setempat untuk mengambil keputusan, termasuk kemungkinan mengisi penuh bahan bakar untuk persiapan meluncur pada Minggu malam pukul 19.13 waktu setempat atau Senin pagi WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya kekhawatiran adalah guntur. Kemarin merupakan kegagalan ketiga kali dari rencana awal peluncuran pertengahan Juni 2009. Saat itu faktor utama pembatalan adalah kebocoran bahan bakar hidrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSA&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6596712784827637759?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6596712784827637759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/petir-tunda-peluncuran-endeavour.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6596712784827637759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6596712784827637759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/petir-tunda-peluncuran-endeavour.html' title='Petir Tunda Peluncuran Endeavour'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBFvZnBdDI/AAAAAAAAAJE/Ds9KJGfNfCg/s72-c/0951332p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2257978349479450350</id><published>2009-07-17T02:26:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T02:31:43.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBEiEVXGCI/AAAAAAAAAI8/QDifJwmUR-I/s1600-h/151618p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBEiEVXGCI/AAAAAAAAAI8/QDifJwmUR-I/s320/151618p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359358908640466978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 13 Juli 2009 | 06:22 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Rakaryan Sukarjaputra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan melemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstelasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke Bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar apabila Senator Bill Nelson (Florida) menegaskan, NASA tidak akan bisa melakukan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu berada di Bulan pada 2020. Senator yang mantan astronot itu bahkan mengkhawatirkan, saat program pesawat ulang alik berakhir, AS tak akan bisa mengirimkan astronotnya ke stasiun luar angkasa ISS, kecuali menumpang Soyuz milik Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tentu menjadi kabar buruk bagi NASA dan khususnya Armstrong yang tentu tidak ingin pendaratannya di Bulan menjadi bahan olok-olokan. Meski demikian, ada cara pembuktian lebih sederhana, yaitu menemukan kembali bendera dan spanduk yang ditancapkan Armstrong itu dengan teleskop dari Bumi. Tentu dengan harapan bendera itu masih tertancap di tempatnya. (AFP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2257978349479450350?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2257978349479450350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/manusia-belum-pernah-mendarat-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2257978349479450350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2257978349479450350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/manusia-belum-pernah-mendarat-di-bulan.html' title='Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan?'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SmBEiEVXGCI/AAAAAAAAAI8/QDifJwmUR-I/s72-c/151618p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4792352731745267159</id><published>2009-07-09T19:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T19:47:22.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ledakan Bintang 11 Miliar Tahun Lalu Terdeteksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SlarrmWQ12I/AAAAAAAAAI0/vEmRqtrKXWw/s1600-h/0829514p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SlarrmWQ12I/AAAAAAAAAI0/vEmRqtrKXWw/s320/0829514p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356657572320434018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 10 Juli 2009 | 08:12 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Para astronom mengklaim menemukan ledakan bintang (supernova) terjauh yang pernah terdeteksi, sebuah serpihan bintang raksasa yang terbentuk sekitar 11 miliar tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada keyakinan bahwa alam semesta terbentuk 13,7 miliar tahun silam, supernova itu merupakan salah satu fenomena ledakan bintang pertama pada awal-awal penciptaan. Ledakan bintang tertua yang tercatat sebelumnya terjadi sekitar enam miliar tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan terbaru ledakan bintang tersebut dimungkinkan melalui teknik baru, yang memungkinkan para ahli kosmologi (cabang ilmu astronomi yang menyelidiki asal-usul alam semesta) mendeteksi ledakan bintang bermiliar tahun silam. Namun, tidak dijelaskan teknik baru semacam apa yang diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, bekas ledakan bintang tersebut terdeteksi setelah para astronom membandingkan banyak gambar yang diambil beberapa tahun lalu dari bagian-bagian langit. Metode perbandingan melalui banyak gambar tersebut memudahkan astronom melihat obyek jagat raya yang berubah cahaya terangnya dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan bintang diikuti cahaya yang sangat terang, hingga berjuta-juta kali terangnya dibandingkan dengan terang semula. Saking terangnya, fenomena tersebut dikabarkan dapat terlihat dari galaksi lain yang super jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supernova sekaligus menandai tamatnya usia bintang yang bersangkutan karena kehabisan bahan bakar. Ketika meledak, bintang mengirimkan gelombang kejut yang bergema di sekitar galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan itu mendistribusikan berbagai elemen yang lebih berat daripada oksigen, seperti besi, kalsium, dan silikon, serta memperkaya awan-awan molekuler yang selama berabad lamanya bersama membentuk sistem-sistem bintang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSA&lt;br /&gt;Sumber : AFP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4792352731745267159?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4792352731745267159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/ledakan-bintang-11-miliar-tahun-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4792352731745267159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4792352731745267159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/ledakan-bintang-11-miliar-tahun-lalu.html' title='Ledakan Bintang 11 Miliar Tahun Lalu Terdeteksi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SlarrmWQ12I/AAAAAAAAAI0/vEmRqtrKXWw/s72-c/0829514p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8667930658033927908</id><published>2009-07-04T04:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T04:49:58.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>NASA Potong Anggaran Kembali ke Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sk9Bqo4-xWI/AAAAAAAAAIk/VMU74-XXEi8/s1600-h/152019p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sk9Bqo4-xWI/AAAAAAAAAIk/VMU74-XXEi8/s320/152019p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354570682753533282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 2 Juli 2009 | 10:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memotong anggaran untuk pembuatan roket yang akan dipakai mengirim lagi manusia ke Bulan. Masalahnya, harga pembuatan roket untuk ke Bulan dirasakan terlalu tinggi. Kekuatan roket akan berkurang dan modelnya akan sedikit kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi NASA masih menjalani program empat tahun untuk menghabiskan dana senilai 35 miliar dollar AS guna membuat roket dan mengirim manusia ke Bulan beberapa kali lagi. Rencana ini dilontarkan oleh Manajer Program Pesawat Ulang Alik John Shannon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya alternatif yang dilontarkan adalah sekitar 6,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 66 triliun). Desain roket tentu tak sebagus roket baru pengangkut manusia Ares I dan pengangkut kargo Ares V. Namun, roket tersebut tetap akan dikirim ke Bulan. (ISW)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8667930658033927908?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8667930658033927908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/nasa-potong-anggaran-kembali-ke-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8667930658033927908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8667930658033927908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/nasa-potong-anggaran-kembali-ke-bulan.html' title='NASA Potong Anggaran Kembali ke Bulan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sk9Bqo4-xWI/AAAAAAAAAIk/VMU74-XXEi8/s72-c/152019p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5701087814302450568</id><published>2009-07-01T17:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T17:16:56.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Minuman Astronot untuk Orang Sipil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv8cbq6M8I/AAAAAAAAAIc/wODDy7-h1Ww/s1600-h/0349107p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv8cbq6M8I/AAAAAAAAAIc/wODDy7-h1Ww/s320/0349107p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353650147454235586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 1 Juli 2009 | 08:31 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Berjalan di ruang angkasa, melawan gaya tarik bumi (gravitasi) yang ekstrem, merupakan hal-hal yang harus diatasi oleh para astronot. Mereka harus terus dalam kondisi cukup cairan dan sehat. Hal yang sulit dipertahankan di dalam pesawat ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar para astronot tidak mengalami kelelahan otot dan pusing-pusing karena dehidrasi, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengembangkan formula elektrolit yang bisa kita konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula tersebut berupa cairan konsentrasi yang jika dicampur air akan langsung mampu memulihkan hidrasi dan mencegah kehilangan cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, AS, melakukan riset itu selama 15 tahun. Para astronot NASA meminumnya selama sekitar 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi komersial dari produk tersebut diberikan lisensinya kepada Wellness Brands Inc of Boulder, Colorado, AS, dan diberi merek ”The Right Stuff”. Pesanan pertama dikirimkan tanggal 11 Juni lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami mengembangkan formula hidrasi agar kita bisa berkinerja dengan optimal pada kondisi ekstrem. Kesehatan astronot kami yang amat terlatih sungguh luar biasa,” ujar John Greenleaf, mantan peneliti di Ames yang juga penemu formula tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada studi NASA sejak awal pengembangan minuman ini, diketahui bahwa minuman tersebut mampu memacu daya tahan hingga 20 persen dibandingkan dengan seseorang yang minum air biasa atau minum sesuatu yang mengandung karbohidrat. (ISW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5701087814302450568?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5701087814302450568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/minuman-astronot-untuk-orang-sipil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5701087814302450568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5701087814302450568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/minuman-astronot-untuk-orang-sipil.html' title='Minuman Astronot untuk Orang Sipil'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv8cbq6M8I/AAAAAAAAAIc/wODDy7-h1Ww/s72-c/0349107p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3524688785063668866</id><published>2009-07-01T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T17:10:09.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Uranium Ditemukan di Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv61io_AMI/AAAAAAAAAIU/JaJG7AiGVUY/s1600-h/105642p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv61io_AMI/AAAAAAAAAIU/JaJG7AiGVUY/s320/105642p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353648379798683842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 1 Juli 2009 | 08:15 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Data terbaru dari wahana luar angkasa Jepang, Kaguya, menunjukkan keberadaan uranium di bulan. Temuan itu merupakan bukti pertama keberadaan elemen radioaktif di sana, demikian pernyataan para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengumumkan temuan itu pada Lunar and Planetary Conference Ke-40 dan Proceedings of the International Workshop Advances in Cosmic Ray Science. Temuan itu sekaligus memunculkan pemikiran bahwa pembangkit nuklir dapat dibangun di bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaguya yang diluncurkan pada 2007 dan mengakhiri misinya pada 10 Juni mendeteksi uranium melalui spektrometer sinar gamma. Alat yang dipakai memetakan komposisi permukaan bulan, keberadaan torium, potasium, oksigen, magnesium, silikon, kalsium, titanium, dan besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami telah menemukan uranium yang belum pernah dilaporkan sebelumnya,” kata peneliti senior di Planetary Science Institute yang berbasis di Tucson sekaligus anggota tim peneliti Kaguya, Robert Reedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga memperoleh elemen lain dan mengonfirmasi hasil sebagaimana ditemukan pada peta lama. Temuan itu dapat membantu rencana manusia pada masa datang dan lebih jauh kelangkaan uranium di bumi dapat dicukupkan melalui uranium di bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSA&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3524688785063668866?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3524688785063668866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/uranium-ditemukan-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3524688785063668866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3524688785063668866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/07/uranium-ditemukan-di-bulan.html' title='Uranium Ditemukan di Bulan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Skv61io_AMI/AAAAAAAAAIU/JaJG7AiGVUY/s72-c/105642p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6716784013815973104</id><published>2009-06-26T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:59:14.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Bulan Ternyata Makin Menjauh...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS4CI6VsoI/AAAAAAAAAIM/xQ8NlsZWhD4/s1600-h/0540334p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS4CI6VsoI/AAAAAAAAAIM/xQ8NlsZWhD4/s320/0540334p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351604604114416258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 22 Juni 2009 | 05:38 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Yulvianus Harjono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com-Pada suatu masa—jutaan tahun ke depan—keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains. Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan Neil Armstrong—manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan—meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan reflektor yang tertinggal di bulan, Prof Carrol Alley, fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat, mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Di luar dugaan, dari hasil pengamatan tahunan, jarak bumi-bulan yang terekam dari laju tempuh laser bumi-bulan terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkuat sejumlah pengamatan di McDonald Observatory, Texas, AS, dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli meyakini, 4,6 miliar tahun lalu, saat terbentuk, ukuran bulan yang terlihat dari bumi bisa 15 kali lipat daripada sekarang. Jaraknya saat itu hanya 22,530 kilometer, seperduapuluh jarak sekarang (385.000 km).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya manusia sudah hidup pada masa itu, hari-hari yang dijalankan terasa lebih cepat. Hitungan kalender pun bakal berbeda. Bagaimana tidak, jika dalam sebulan waktu edar mengelilingi bumi hanya 20 hari, bukan 29-30 hari seperti sekarang. Rotasi bumi ketika itu pun berlangsung lebih cepat, hanya 18 jam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan tahun dari sekarang, seiring dengan menjauhnya bulan, hari-hari di bumi pun akan semakin lama, hingga mencapai 40 hari dalam sebulan. Hari pun bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Lantas, mengapa ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takaho Miura dari Universitas Hirosaki, Jepang, dalam jurnal Astronomy &amp; Astrophysics mengemukakan, jika bumi dan bulan, termasuk matahari, saling mendorong dirinya. Salah satunya, ini dipicu interaksi gaya pasang surut air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya pasang surut yang diakibatkan bulan terhadap lautan di bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi bumi ke gaya pergerakan orbit bulan. Akibatnya, tiap tahun orbit bulan menjauh. Sebaliknya, rotasi bumi melambat 0,000017 detik per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas iklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan. ”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi terbaru NASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bulan sebagai tetangga terdekat bumi kembali menjadi perhatian riset astronomi di dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada Jumat (19/6) meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yaitu persiapan program mengembalikan astronot ke bulan tahun 2020 setelah terakhir dilakukan pada 1969-1972 (Reuters, 18/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran utama misi LCRoS untuk memastikan ada tidaknya air beku yang dipercaya berada di kawasan kawah gelap dekat kutub bulan. Dibantu dengan LRO yang memetakan permukaan di bulan secara detail, kedua misi baru ini mengisyaratkan hal besar: menancapkan tonggak baru soal kemungkinan membangun koloni di luar bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan penuh kerendahan hati, Craig Tooley, LRO Project Manager, mengatakan, ”Pengetahuan kita tentang bulan secara keseluruhan saat ini masih minim. Kita punya peta lebih baik tentang Mars, tetapi tidak untuk bulan kita sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6716784013815973104?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6716784013815973104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/bulan-ternyata-makin-menjauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6716784013815973104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6716784013815973104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/bulan-ternyata-makin-menjauh.html' title='Bulan Ternyata Makin Menjauh...'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS4CI6VsoI/AAAAAAAAAIM/xQ8NlsZWhD4/s72-c/0540334p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8813188068493138185</id><published>2009-06-26T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:55:44.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>NASA Luncurkan Satelit Pencari Air ke Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS3LWzweqI/AAAAAAAAAIE/GONvSWD_1tQ/s1600-h/0912593p.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS3LWzweqI/AAAAAAAAAIE/GONvSWD_1tQ/s320/0912593p.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351603662952102562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 19 Juni 2009 | 09:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — NASA meluncurkan dua satelit penelitian ke antariksa, Kamis (18/6), dalam langkah pertama perjalanan panjang untuk mengembalikan manusia ke Bulan pada 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan LCROSS diluncurkan dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, dalam misi penelitian bersejarah ke Bulan guna mencari sumber air dan tempat pendaratan bagi satelit Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca buruk menunda peluncuran tersebut selama 20 menit, sebelum para pejabat dari Badan Antariksa AS memberi lampu hijau bagi peluncuran misi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Antariksa AS, yang berharap dapat mengirim astronot ke satelit alam Bumi paling lambat 2020 untuk kunjungan pertama sejak 1972, mengumumkan bahwa badan tersebut berada pada jalur untuk meluncurkan misi LRO dan LCROSS dengan menggunakan roket Atlas V dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah menangguhkan peluncuran pesawat ulang-alik Endeavour untuk kedua kali dalam satu pekan akibat kebocoran bahan bakar hidrogen, NASA menyatakan, lembaga itu menyiapkan tiga jendela pada pukul 17.12 waktu setempat (Jumat, 04.00 WIB), pukul 17.22 waktu setempat (Jumat, 04.22 WIB) dan pukul 17.32 waktu setempat (Jumat, 04.32 WIB). Jika tak ada yang berhasil, para pejabat telah memaraf tiga peluang lagi pada Jumat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi tersebut adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang guna melakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai sistem matahari ke planet, Mars dan lebih jauh lagi. "Misi robot itu akan memberi kami keterangan yang kami perlukan guna membuat keputusan mengenai kehadiran manusia pada masa depan di bulan," kata Manajer Program Todd May kepada wartawan awal pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit Pengindera dan Pengamatan Kawah Bulan (LCROSS) secara khusus akan menjadi upaya paling spektakuler NASA selama bertahun-tahun. Untuk mencari es air di Bulan—komponen paling penting bagi rencana penempatan koloni manusia di Bulan—penyelidikan tersebut akan menganalisis data dari Bulan setelah roket Centaur, yang terpisah, jatuh di kawah gelap yang selamanya, di bagian gelap Bulan yang tak pernah terkena sinar Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meneliti benda bulan, satelit peneliti Kamikaze akan mengikuti langkah roket itu dengan menjatuhkan dirinya di Bulan dengan kecepatan rata-rata 2,5 kilometer per detik. Secara keseluruhan, NASA menyatakan, kedua misi itu akan menggali sebanyak 500 ton meter benda bulan dan mulai mencari tanda kemungkinan sumber air yang telah lama membeku dan mengkaji susunan mineral yang tak pernah disaksikan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun LRO diharapkan dapat memajukan dasar pengetahuan upaya antariksa melalui keberadaan selama satu tahun di orbit sekitar 50 kilometer yang merupakan jarak paling dekat setiap pesawat antariksa pernah terus-menerus mengorbit di bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi LRO sebesar 500 juta dollar AS dirancang untuk memberi NASA peta mengenai ketepatan yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang akan penting dalam memetakan tempat yang mungkin bagi pendaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8813188068493138185?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8813188068493138185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/nasa-luncurkan-satelit-pencari-air-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8813188068493138185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8813188068493138185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/nasa-luncurkan-satelit-pencari-air-ke.html' title='NASA Luncurkan Satelit Pencari Air ke Bulan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS3LWzweqI/AAAAAAAAAIE/GONvSWD_1tQ/s72-c/0912593p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8134975075664930564</id><published>2009-06-26T04:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:51:51.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Bukti Pertama Ada Danau di Mars</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1_EfZCcI/AAAAAAAAAH8/tbpgcN96O6g/s1600-h/161958p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1_EfZCcI/AAAAAAAAAH8/tbpgcN96O6g/s320/161958p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351602352364784066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 18 Juni 2009 | 15:07 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars. Menurut beberapa ilmuwan, Rabu (17/6), diduga danau itu pernah berisi air, tetapi kini sudah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dari sebuah kamera yang disebut High Resolution Imaging Science Experiment di pesawat Reconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer. Demikian diungkapkan tim di University of Colorado, Boulder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter," tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters dan dilansir Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars; robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, atmosfer tipis Planet Merah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ilmuwan mengenai planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut, tetapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. "Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars," kata Gatano Di Achille, yang memimpin studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu," kata Di Achille dalam satu pernyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu, maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi penelitian manusia pada masa depan. "Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu," kata Di Achille. "Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kunci guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars," kata Di Achille.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah, diduga telah hilang," kata asisten profesor, Brian Hynek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perubahan iklim singkat. Demikian dikatakan para peneliti itu. Airnya diduga telah berubah menjadi uap. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang: gurun beku tanpa udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8134975075664930564?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8134975075664930564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/bukti-pertama-ada-danau-di-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8134975075664930564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8134975075664930564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/bukti-pertama-ada-danau-di-mars.html' title='Bukti Pertama Ada Danau di Mars'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1_EfZCcI/AAAAAAAAAH8/tbpgcN96O6g/s72-c/161958p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4381788947242800288</id><published>2009-06-26T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:48:49.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Endeavour Batal Diluncurkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1jnABUuI/AAAAAAAAAH0/oASNr2jaxMk/s1600-h/3110643p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1jnABUuI/AAAAAAAAAH0/oASNr2jaxMk/s320/3110643p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351601880592110306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 14 Juni 2009 | 01:13 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON,KOMPAS.com-Peluncuran pesawat ruang angkasa Endeavour dibatalkan karena kebocoran hidrogen, kata para pejabat NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endeavour sedianya diluncurkan dari Tanjung Canaveral dengan tujuh astronot pada Jumat (12/6) pukul 07.17 waktu setempat, namun peluncuran dibatalkan beberapa jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kebocoran itu ditemukan saat pengisian bahan bakar dan sebelum para astronot menggunakan baju ruang angkasa mereka. Pesawat itu akan mengangkut peralatan untuk uji coba ruang angkasa, serta mengirim awak baru di stasiun ruang angkasa. Misi pengawas bertemu hari Sabtu untuk memutuskan kapan peluncuran dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebocoran ditemukan di pesawat di bagian Ground Umbilical Carrier Plate, yang terhubung dengan tanki luar pesawat. Kebocoran itu sama seperti yang terjadi pada pesawat Discovery Maret lalu. Bila jadi diluncurkan, pesawat itu akan sampai dalam tiga hari di Stasiun Internasional Ruang Angkasa (ISS), tempat enam astronot bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tujuh awak lainnya, secara total akan ada 13 awak di ruang angkasa itu, angka rekor baru. Endeavour akan mengangkut peralatan baru untuk laboratorium Kibo, Jepang. Selama rencana lima kali jalan di ruang angkasa, anjungan luar akan ditambah di laboratorium untuk mempermudah uji coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronot Endeavour juga harus menaruh perlengkapan di anjungan luar seperti aki dan juga antena cadangan. Endeavour akan membawa awak baru (Tim Kopra) untuk ISS dan membawa kembali awak lain (Koichi Wakata) yang telah berada di anjungan itu selama lebih tiga bulan. Bila jadi diluncurkan, Endeavour akan melakukan perjalanan ke 127 ke ruang angkasa, dan ke 29 kali ke stasiun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : BBC&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4381788947242800288?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4381788947242800288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/endeavour-batal-diluncurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4381788947242800288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4381788947242800288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/endeavour-batal-diluncurkan.html' title='Endeavour Batal Diluncurkan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS1jnABUuI/AAAAAAAAAH0/oASNr2jaxMk/s72-c/3110643p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7908143457276644727</id><published>2009-06-26T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:45:28.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0wrQ4kwI/AAAAAAAAAHs/aZJcei1ns1o/s1600-h/0953242p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0wrQ4kwI/AAAAAAAAAHs/aZJcei1ns1o/s320/0953242p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351601005563253506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 11 Juni 2009 | 09:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari peneropongan puluhan teleskop raksasa di dunia telah mengungkap proses yang terjadi di jagat raya. Diketahui Galaksi Bimasakti dan Andromeda atau M31 bergerak mendekat. Dalam dua miliar tahun, dua galaksi itu akan mulai bertabrakan. Saat itu akan mengakibatkan kiamat bagi bumi yang berada di Galaksi Bimasakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilontarkan Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia seusai penyerahan perangkat World Wide Telescope (WWT) kepada Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Finarya Legoh di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat WWT terdiri atas teleskop elektron yang dihubungkan dengan sistem komputer interaktif. Di dalamnya berisi database yang memuat paduan gambar benda-benda di antariksa yang diambil dari 21 teleskop yang tersebar di dunia. Pemaduan gambar yang jumlahnya mencapai jutaan itu dilakukan Jim Crey dari Microsoft. Data yang diberikan NASA untuk WWT atau publik merupakan data pemantauan enam bulan silam, kata Tony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memadukan hasil peneropongan ini, selain kemungkinan tabrakan antargalaksi juga diketahui, bulan ternyata bergerak menjauh 3 sentimeter per hari. ”Dengan demikian, pada suatu ketika kita tak lagi melihat bulan dari permukaan Bumi dengan mata telanjang,” ujar Tony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara menjelaskan, selain ditempatkan di PP Iptek, perangkat WWT lebih dulu dioperasikan di Teropong Bintang Bosscha, Lembang, sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Astronomi ITB. Perangkat WWT pertama kali diperkenalkan Bill Gates kepada Presiden RI ketika berkunjung ke Jakarta beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Finarya mengatakan, selain WWT di PP Iptek juga terdapat galeri astronomi dan beberapa teleskop matahari yang bisa digunakan pengunjung. Dalam menyambut tahun Astronomi Internasional pada 2009, PP Iptek juga menggelar beberapa kegiatan terkait, antara lain perkemahan siswa untuk melakukan peneropongan bintang malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YUN &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7908143457276644727?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7908143457276644727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/galaksi-bimasakti-dan-andromeda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7908143457276644727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7908143457276644727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/galaksi-bimasakti-dan-andromeda.html' title='Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0wrQ4kwI/AAAAAAAAAHs/aZJcei1ns1o/s72-c/0953242p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2878401833931834710</id><published>2009-06-26T04:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:42:53.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ditemukan, Lubang Hitam Supermasif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0JVXhroI/AAAAAAAAAHk/svnUCi_CQwQ/s1600-h/0921545p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0JVXhroI/AAAAAAAAAHk/svnUCi_CQwQ/s320/0921545p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351600329670635138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 10 Juni 2009 | 09:22 WIB&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS Yuni Ikawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CALIFORNIA, KOMPAS.com — Lubang hitam supermasif ditemukan relatif dekat dengan galaksi raksasa M87, berjarak 50 juta tahun cahaya. Kemasifan blackhole atau sering disebut bintang hantu itu dua hingga tiga kali dibandingkan dengan yang pernah dibayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beratnya 6,4 miliar kali dibandingkan massa Matahari,” ujar Karl Gebhardt dari Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat. Penemuan ini dilaporkan dalam pertemuan ke-214 Masyarakat Astronomi Amerika (AAS), Selasa (9/6) di California AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Penemuan ini penting untuk mengetahui hubungan antara lubang hitam dan galaksi-galaksi,” kata Jens Thomas, peneliti di bidang Fisika Ekstraterestrial dari the Max Planck Institute Jerman. Dengan mengetahui hubungan ini, dapat diketahui lebih baik tentang pembentukan dan pertumbuhan galaksi-galaksi atau quasar yang tergolong kolosal sekitar 10 miliar massa Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa baru dari M87 berbasiskan sebuah model observasi terbaru dari Teleskop Gemini Utara di Hawaii, AS, dan didukung oleh teleskop sangat besar milik European Southern Observatory di Cile.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2878401833931834710?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2878401833931834710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/ditemukan-lubang-hitam-supermasif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2878401833931834710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2878401833931834710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/ditemukan-lubang-hitam-supermasif.html' title='Ditemukan, Lubang Hitam Supermasif'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkS0JVXhroI/AAAAAAAAAHk/svnUCi_CQwQ/s72-c/0921545p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3727010812816611350</id><published>2009-06-26T04:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:39:33.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSzbH9cx8I/AAAAAAAAAHc/qBDODQNjIdw/s1600-h/rgw_endeavour_narrowweb__300x470,0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 204px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSzbH9cx8I/AAAAAAAAAHc/qBDODQNjIdw/s320/rgw_endeavour_narrowweb__300x470,0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351599535797618626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 4 Juni 2009 | 17:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan antariksa AS (NASA) telah memastikan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 13 Juni 2009. Jadwal peluncuran ini hanya terpaut tiga minggu dari selesainya misi peluncuran pesawat ulang alik Atlantis untuk memperbaiki teleskop Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Endevaour melanjutkan kembali pembangunan ISS yang ditargetkan rampung pada tahun 2010. Misi kali ini akan berlangsung selama 16 hari dan akan dijadwalkan 5 kali spacewalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan utama yang dibawanya adalah bagian terakhir laboratorium Kibo milik Jepang berupa teras penelitian luar angkasa. Pesawat ulang alik tersebut membawa tujuh orang awak dan salah satunya akan tinggal di ISS menggantikan salah satu dari enam penghuninya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Endeavour akan memecahkan rekor penghuni antariksa terbanyak. Untuk pertama kalinya ISS akan dihuni 13 orang karena saat ini terdapat 6 awak yang menghuni ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endeavour telah berada di Kennedy Space Center sejak misi perbaikan Hubble dimulai. Pesawat ulang alik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai penyelemat jika misi Atlantis mengalami gangguan dan perlu evakuasi terhadap para awaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Atlantis sukses menjalankan misinya dengan mulus meski diperpanjang dari 11 hari menjadi 13 hari karena gagal mendarat di Florida akibat cuaca buruk. Atlantis akhirnya mendarat di landasan cadangan di California. Atlantis telah diangkut kembali ke Florida, sejak Selasa (2/6) menggunakan pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3727010812816611350?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3727010812816611350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/endeavour-kembali-ke-luar-angkasa-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3727010812816611350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3727010812816611350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/endeavour-kembali-ke-luar-angkasa-13.html' title='Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSzbH9cx8I/AAAAAAAAAHc/qBDODQNjIdw/s72-c/rgw_endeavour_narrowweb__300x470,0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-9020400996060490441</id><published>2009-06-26T04:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:31:57.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxivhHo6I/AAAAAAAAAHU/irpCruooHYs/s1600-h/2215073p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxivhHo6I/AAAAAAAAAHU/irpCruooHYs/s320/2215073p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351597467652039586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 29 Mei 2009 | 22:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOSKWA, KOMPAS.com — Seiring makin dekatnya penyelesaian pembangunannya, Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) untuk pertama kalinya dihuni 6 orang. Selama ini, hanya 3 orang yang bisa tinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira dimulainya enam awak ini merupakan langkah terbesar. Kami sudah menunggunya sejak lama sekali," ujar Kirk Shireman, deputi manager program stasiun NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kru baru yang meluncur menggunakan kapsul Soyuz TMA-15 milik Rusia telah merapat di ISS, Jumat (29/5) pukul 17.34 WIB saat kedua wahana melayang di atas China pada ketinggian 354 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga awak tersebut masing-masing kosmonot Rusia, Roman Romanenko; astronot Belgia, Frank de Winne, atas nama Badan Luar Angkasa Eropa; dan astronot Kanada, Robert Thirsk. Mereka bergabung dengan tiga awak yang bertugas saat ini, yakni kosmonot Rusia, Gennady Padalka, yang juga komandan ISS; astronot NASA, Michael Barratt; dan astronot Jepang, Koichi Wakata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam awak yang telah bergabung kini mendapat mandat dalam tim yang disebut Ekspedisi 20. Mereka merupakan tim terbesar yang pernah ada sejak ISS dibangun. Bahkan, tim ini telah merepresentasikan negara-negara yang bergabung dalam program pembangunan ISS, yakni AS, Rusia, Kanada, Jepang, dan 11 negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan ISS dimulai tahun 1998 dimulai dengan peluncuran modul kendali bernama Zarya milik Rusia. Sebanyak dua modul lainnya masing-masing Unity milik AS dan Zvevda milik Rusia yang menjadi fondasi ruangan, kamar mandi, dapur, dan ruang makan menyusul tahun 2000 sekaligus dimulainya misi penempatan tiga awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, program pembangunan sempat terhenti antara tahun 2003 dan 2005 sejak NASA menghentikan peluncuran karena insiden kecelakaan pesawat ulang alik Columbia. Setelah dilanjutkan kembali, sejumlah modul telah ditambahkan, seperti laboratorium Kido milik Jepang dan Colombus milik Eropa. Juga dipasang tambahan panel surya sebagai pembangkit energi, termasuk sistem penyaring keringat dan urine menjadi air siap minum untuk mengefisienkan sumber daya saat dihuni 6 awak. Saat ini, masih direncanakan beberapa kali peluncuran dan pembangunan dijadwalkan selesai tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-9020400996060490441?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/9020400996060490441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/untuk-pertama-kalinya-stasiun-antariksa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9020400996060490441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9020400996060490441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/untuk-pertama-kalinya-stasiun-antariksa.html' title='Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxivhHo6I/AAAAAAAAAHU/irpCruooHYs/s72-c/2215073p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7209488890432086690</id><published>2009-06-26T04:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:29:19.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>NASA Sewa Transportasi Antariksa Rusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxB6nhwPI/AAAAAAAAAHM/KxjsTazEon8/s1600-h/111111111111111111.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxB6nhwPI/AAAAAAAAAHM/KxjsTazEon8/s320/111111111111111111.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351596903696023794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 29 Mei 2009 | 21:11 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOSKWA, KOMPAS.com — Badan Antariksa Rusia akan melayani jasa pengiriman astronot Amerika mulai tahun 2012 menyusul dihentikannya semua operasional pesawat ulang alik milik NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak kerja sama kedua belah pihak telah ditandatangani pada Jumat (29/5). NASA bersedia membayar kontrak sebesar 306 juta dollar AS untuk mengirimkan empat kali peluncuran ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap kali peluncuran, roket Soyuz buatan Rusia membawa 3 awak. Selain melakukan pengiriman, Rusia akan memenuhi segala kebutuhan enam astronot Amerika untuk misi jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian kerja sama itu juga menyatakan kemungkinan perpanjangan kontrak. Namun, biayanya ada kemungkinan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA memutuskan untuk menghentikan peluncuran pesawat antariksanya pada tahun 2010 dan sedang fokus pada pengembangan wahana baru yang dapat dipakai untuk meluncur ke Bulan. Sebelum pesawat penerus jadi, Rusia satu-satunya negara yang punya teknologi pengiriman awak ke stasiun antariksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, roket Soyuz Rusia telah melayani wisata antariksa untuk memenuhi biaya operasional lembaga tersebut. Turis terakhir, Charles Simonyi, seorang pengusaha AS, membayar 35 juta dollar AS untuk berkunjung ke ISS lebih dari seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7209488890432086690?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7209488890432086690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/nasa-sewa-transportasi-antariksa-rusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7209488890432086690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7209488890432086690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/nasa-sewa-transportasi-antariksa-rusia.html' title='NASA Sewa Transportasi Antariksa Rusia'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSxB6nhwPI/AAAAAAAAAHM/KxjsTazEon8/s72-c/111111111111111111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2381887162185923106</id><published>2009-06-26T04:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T04:24:57.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Roket Soyuz Bawa 3 Penghuni Baru Stasiun Antariksa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSv_JG8viI/AAAAAAAAAHE/5dPSez6a8oQ/s1600-h/215056p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSv_JG8viI/AAAAAAAAAHE/5dPSez6a8oQ/s320/215056p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351595756534677026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 27 Mei 2009 | 18:38 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAIKONUR, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, stasiun antariksa internasional (ISS) akan dihuni enam orang atau dua kali lipat dari penghuninya sekarang. Kapsul ruang angkasa berisi tiga penghuni baru itu melesat hari Rabu (27/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket Soyuz buatan Rusia yang membawa kapsul tersebut meluncur mulus dari Kosmodrom Biakonur, Kazakhstan yang berada di tengah stepa di tengah hari. Sejumlah jurnalis, kerabat para astronot, termasuk Pangeran Philip dari Belgia turut menyaksikan peluncuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang astronot dari Belgia, Frank De Winne, merupakan salah satu awak yang dikirim ke ISS. Ia mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA) yang telah melibatkan diri secara aktif dalam program penelitian luar angkasa setelah menempatkan modul penelitian Colombus buatannya di ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Frank De Winne, dua orang awak lainnya masing-masing seorang astronot Kanada, Bob Thirsk, dan kosmonot Rusia, Roman Romanenko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2381887162185923106?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2381887162185923106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/roket-soyuz-bawa-3-penghuni-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2381887162185923106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2381887162185923106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/06/roket-soyuz-bawa-3-penghuni-baru.html' title='Roket Soyuz Bawa 3 Penghuni Baru Stasiun Antariksa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SkSv_JG8viI/AAAAAAAAAHE/5dPSez6a8oQ/s72-c/215056p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1923968880216440717</id><published>2009-05-24T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T20:00:32.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Atlantis Terpaksa Mendarat di California</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoJyfogtyI/AAAAAAAAAG8/Sk9XJorH3p4/s1600-h/16592atlantis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoJyfogtyI/AAAAAAAAAG8/Sk9XJorH3p4/s320/16592atlantis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339591071290668834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 24 Mei 2009 | 23:19 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Setelah tertunda dua hari, pesawat ulang alik Atlantis akhirnya melakukan pendaratan di Edwards Air Force Bace, California, Minggu (24/5) pagi waktu setempat. Pesawat yang membawa tujuh awak untuk misi perbaikan teleskop Hubble itu mendarat sekitar pukul 22.41 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat datang Atlantis," ujar petugas pusat pengendali misi begitu pesawat menyentuh landasan dengan mulus. "Selamat atas misi yang sangat sukses memberi mata baru kepada Hubble."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atlantis telah berada di luar angkasa selama 13 hari dari 11 hari yang direncanakan. NASA terpaksa menunda sampai dua hari karena berharap dapat mendaratkan pesawat ualng alik tersebut di Kennedy Space Center, Florida yang menjadi pangkalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaratan seharusnya dijadwalkan Jumat (22/5) namun urung karena cuaca buruk di Florida. Dua kali kesempatan pendaratan sepanjang Sabtu juga gagal. Pendaratan akhirnya terpaksa dilakukan di California yang menjadi lokasi cadangan pertama mengingat cuaca buruk di Kennedy Space Centertidak kunjung membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensi, NASA harus merogoh biaya operasional lebih besar sekitar 2 juta dollar. Biaya tersebut dibutuhkan untuk mengangkut Atlantis kembali ke pangkalannya menggunakan pesawat jumbo Boeing yang telah dimodifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Atlantis akan disiapkan kembali ke Florida, saat ini telah bersiap meluncur pesawat ulang alik Endeavour. Misi peluncuran yang dijadwalkan Juni nanti melanjutkan pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) yang diharapkan rampung tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1923968880216440717?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1923968880216440717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-terpaksa-mendarat-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1923968880216440717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1923968880216440717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-terpaksa-mendarat-di.html' title='Atlantis Terpaksa Mendarat di California'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoJyfogtyI/AAAAAAAAAG8/Sk9XJorH3p4/s72-c/16592atlantis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4559080889584793744</id><published>2009-05-24T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T19:56:40.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Astronot Minum Air Seni Didaur Ulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoI3fSn60I/AAAAAAAAAG0/NgBrqAbFedg/s1600-h/1338084p.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoI3fSn60I/AAAAAAAAAG0/NgBrqAbFedg/s320/1338084p.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339590057586584386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22 Mei 2009 | 13:31 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOUSTON, KOMPAS.com — Para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kali minum air hasil daur ulang air seni sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para awak menggunakan apa yang disebut Water Recovery System, yaitu alat seharga 250 juta dollar AS. "Kontrol misi NASA memberi air minum dari urine yang telah didaur ulang kepada astronot Ekspedisi 19 di Stasiun Ruang Angkasa Internasional," bunyi pernyataan NASA, Kamis (21/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Rusia Gennady Padalka, awak Mike Barratt dari Amerika serta Koichi Wakata dari Jepang merayakan keberhasilan uji coba itu dengan meminum bersama-sama air hasil daur ulang itu. "Rasanya luar biasa," kata Barratt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4559080889584793744?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4559080889584793744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/astronot-minum-air-seni-didaur-ulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4559080889584793744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4559080889584793744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/astronot-minum-air-seni-didaur-ulang.html' title='Astronot Minum Air Seni Didaur Ulang'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShoI3fSn60I/AAAAAAAAAG0/NgBrqAbFedg/s72-c/1338084p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5356488203368956697</id><published>2009-05-18T23:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T23:46:40.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Akhirnya, Perbaikan Teleskop Hubble Rampung Juga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJVMAOd5vI/AAAAAAAAAGs/MaK-nNoCscU/s1600-h/0341468p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJVMAOd5vI/AAAAAAAAAGs/MaK-nNoCscU/s320/0341468p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337422173094930162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 19 Mei 2009 | 03:42 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Setelah bekerja keras selama lima hari terakhir, akhirnya misi perbaikan teleskop ruang angkasa Hubble selesai juga sesuai rencana. Perjuangan yang menegangkan itu diakhiri dengan pemasangan tiga lapisan pelindung panas dan radiasi yang akan memperkokoh daya tahan teleskop tersebut selama di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubble yang telah berumur 19 tahun kini punya energi baru untuk terus bekerja hingga 10 tahun ke depan. Para astronot yang menumpang pesawat ulang alik Atlantis telah memasang kamera baru yang dapat merekam objek lebih jauh, giroskop baru untuk memandu letaknya di ruang angkasa, spektograf baru, baterai baru, serta sensor baru menggantikan komponen-komponen yang rusak dan tak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tujuh astronot yang ikut dalam misi, empat di antaranya merupakan spesialis spacewalk. Keempatnya secara bergantian telah menyelesaikan serangkaian tahap perbaikan dalam lima kali spacewalk. Setiap spacewalk dilakukan dua orang astronot dan rata-rata menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam. Sementara astronot lainnya mendukung operasional dari kabin pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan selesainya spacewalk kelima, tuntas sudah misi Atlantis STS-125. Meski tak seluruh pekerjaan sempurna, NASA menilai misi perbaikan Hubble ini 95 persen sukses. Selanjutnya, para astronot tengah bersiap-siap melepaskan diri dari badan Hubble dan kembali ke Bumi. Atlantis dijadwalkan mendarat kembali ke Kennedy Space Center, Florida pada Jumat (22/5) pukul 22.41 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tahap perbaikan teleskop Hubble:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spacewalk 1, Kamis (14/5) dilakukan John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Mereka berhasil memasang kamera baru, komputer baru yang memproses foto-foto, dok baru untuk memberi tempat wahana lain untuk merapat, dan melumasi engsel-sengsel di bagian yang dapat digerakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spacewalk 2, Jumat (15/5) dilakukan Michael Massimino dan Michael Good. Keduanya berhasil mengganti tiga pasang giroskop. Alat ini berfungsi mengatur posisi Hubble agar tetap berada di orbitnya, serta mengganti tiga baterai lama dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terjadi beberapa kali insiden dalam spacewalk kedua. Pertama saat radio komunikasi Di awal misi, Massimino putus sehingga tak dapat mendengarkan perintah dari kabin Atlantis. Kedua, salah satu pasangan giroskop yang diganti punya bentuk berbeda. Ketiga, pintu ruang baterai yang berbeda ukuran. Namun semuanya teratasi dengan melakukan sedikit trik rekayasa teknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spacewalk 3, Sabtu (16/5) dilakukan kembali John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Kali ini mereka memasang spektograf COS (Cosmic Origins Spectograph). Alat tersebut menggantikan instrumen COSTAR yang tidak lagi diperlukan. COSTAR sebelumnya berfungsi mengoreksi hasil pemotretan yang blur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengganti empat kartu elektrik di Advanced Camera for Surveys yang rusak sejak tahun 2007. Namun, penggantian tersebut tak sepenuhnya sukses. Salah satunya tak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spacewalk 4, Minggu (17/5) dilakukan kembali oleh Michael Massimino dan Michael Good. Mereka berhasil memperbaiki catu daya pada spektograf STIS yang rusak sejak tahun 2004 meski sekali lagi harus dengan perjuangan berat. Massimino terpaksa menarik dengan sekuat tenaga penutup logamnya karena ada sekrup yang aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spacewalk 5, Senin (18/5) dilakukan John Grunsfeld and Andrew Feustel. Kedua astronot mengganti tiga baterai yang menyimpan energi dari panel surya serta mengganti salah satu dari tiga sensor pemandu yang rusal. Sensor ini bekerja bersama untuk mengatur posisi terhadap bintang-bintang saat melakukan pengamatan agar presisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5356488203368956697?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5356488203368956697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/akhirnya-perbaikan-teleskop-hubble.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5356488203368956697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5356488203368956697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/akhirnya-perbaikan-teleskop-hubble.html' title='Akhirnya, Perbaikan Teleskop Hubble Rampung Juga'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJVMAOd5vI/AAAAAAAAAGs/MaK-nNoCscU/s72-c/0341468p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3101062156276297662</id><published>2009-05-18T23:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T23:42:42.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Eropa Luncurkan Dua Wahana Pendamping Teleskop Hubble</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJU0USBMLI/AAAAAAAAAGk/cDAszuqaJ4w/s1600-h/1945593p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJU0USBMLI/AAAAAAAAAGk/cDAszuqaJ4w/s320/1945593p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337421766161674418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 18 Mei 2009 | 16:26 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAN JUAN, KOMPAS.com — Di saat para astronot menyelesaikan perbaikan teleskop Hubble, badan antariksa Eropa meluncurkan teleskop ruang angkasa yang akan mendampinginya. Teleskop yang diberi nama Herschel tersebut diluncurkan bersama dengan wahana lain bernama Planck dari pangkalan peluncuran roket di Guyana Perancis, Kamis (14/5) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua wahana buatan Eropa itu mungkin tidak seperti Hubble yang menghasilkan gambar-gambar spektakuler karena bekerja di luar gelombang cahaya tampak. Namun, informasi yang akan direkamnya sangat berguna untuk mengungkap lebih jauh mengenai proses pembentukan planet-planet dan bintang-bintang. Pantas kalau keduanya disebut pendamping Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop ruang angkasa Herschel didesain untuk mencari jejak es dan debu angkasa yang tertinggal selama proses pembentukan planet. Selain itu, teleskop ini juga peka dalam mendeteksi kemungkinan jejak air di luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Planck akan mengukur radiasi yang ditimbulkan dari ledakan Big Bang yang mengawali kelahiran alam semesta. Wahana yang membawa teleskop sendiri dapat merekam radiasi yang berasal dari jarak sangat jauh hingga dapat mengungkap keadaan saat alam semesta masih berumur 380.000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herschel dan Planck saat ini tengah melesat ke target orbitnya pada jarak 1,6 juta kilometer dari Bumi. Kira-kira membutuhkan waktu seminggu untuk mencapai orbit yang diinginkan itu. Herschel akan bekerja selama lebih dari tiga tahun, sedangkan Planck hanya didesain untuk aktif 21 bulan. Hubble sendiri diharapkan dapat bekerja lebih lama antara 5-10 tahun dengan penambahan instrumen baru dan perbaikan komponen yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3101062156276297662?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3101062156276297662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/eropa-luncurkan-dua-wahana-pendamping.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3101062156276297662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3101062156276297662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/eropa-luncurkan-dua-wahana-pendamping.html' title='Eropa Luncurkan Dua Wahana Pendamping Teleskop Hubble'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ShJU0USBMLI/AAAAAAAAAGk/cDAszuqaJ4w/s72-c/1945593p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3457609117831939449</id><published>2009-05-15T18:47:00.001-07:00</published><updated>2009-05-15T18:48:24.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Hore... Teleskop Hubble Dapat Kamera Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4bUwrj2lI/AAAAAAAAAGQ/N_MGYcu-0E0/s1600-h/0349107p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4bUwrj2lI/AAAAAAAAAGQ/N_MGYcu-0E0/s320/0349107p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336232651959556690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 15 Mei 2009 | 23:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOUSTON, KOMPAS.com - Dua astronot berhasil memasang kamera baru untuk teleskop ruang angkasa Hubble dalam misi spacewalk pertama.  Secara bersamaan, Hubble juga mendapat komputer baru untuk memproses gambar-gambar rekamannya lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan ini dilakukan dalam spacewalk pertama Kamis (14/5) waktu Florida yang dilakukan John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Keduanya menghabiskan waktu sekitar tujuh jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama keduanya mengambil kamera lama Wide Field Planetary Camera 2 yang telah dipasang sejak tahun 1993. Kamera tersebut selanjutnya dibawa ke bagasi pesawat ulang alik Atlantis untuk dibawa pulang ke Bumi dan akan dipamerkan di Museum Antariksa dan Ruang Angkasa Smithsonian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera pengganti Wide Field Camera 3 sebesar piano dan seharga 132 juta dollar AS lalu dipasang menggantikan kamera lama. Kamera ini didesain mampu merekam objek langit hingga 200 juta tahun cahaya (satu tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer) lebih jauh daripada kamera yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengganti kamera, kedua astronot saling bahu-membahu memastikan pemasangan komputer baru yang akan memproses gambar-gambar rekaman Hubble untuk dikirim ke Bumi. Berdoalah misi 11 hari perbaikan Hubble ini berjalan mulus dan kita nantikan foto-foto spektakuler berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3457609117831939449?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3457609117831939449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/hore-teleskop-hubble-dapat-kamera-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3457609117831939449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3457609117831939449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/hore-teleskop-hubble-dapat-kamera-baru.html' title='Hore... Teleskop Hubble Dapat Kamera Baru'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4bUwrj2lI/AAAAAAAAAGQ/N_MGYcu-0E0/s72-c/0349107p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5942978521968747718</id><published>2009-05-15T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T18:45:37.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Pesawat Ulang Alik Atlantis Merapat ke Hubble</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4aqt7BXiI/AAAAAAAAAGI/FQ7c6SuOrM0/s1600-h/0907314p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4aqt7BXiI/AAAAAAAAAGI/FQ7c6SuOrM0/s320/0907314p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336231929664593442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 14 Mei 2009 | 16:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Setelah dua hari di orbit Bumi, akhirnya pesawat ulang alik Atlantis merapat juga ke teleskop ruang angkasa Hubble. Para astronot langsung melakukan pemantauan sebelum memulai misi perbaikan teleskop tersebut dalam beberapa hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubble dan Atlantis saat ini melayang di orbit Bumi pada ketinggian sekitar 560 kilometer. Keduanya dipantau secara intensif karena berada di bagian orbit yang termasuk kotor berisi sampai antariksa bekas puing-puing satelit dan obyek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil inspeksi menunjukkan bahwa badan pesawat ulang alik tak mengalami kerusakan apa pun. Memang ditemukan bekas tumbukan akibatnya reruntuhan pelapis tangki bahan bakar eksternal saat peluncuran Senin waktu Florida, tetapi dianggap sebagai gangguan minor dan tak membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kondisi teleskop ruang angkasa Hubble yang sudah berumur 19 tahun dan terakhir kali dikunjungi tahun 2002. Kondisinya masih sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sungguh pemandangan yang sangat indah. Menakjubkan sekali eksterior Hubble, yang berusia 19 tahun di luar angkasa masih fantastis bentuknya," ujar John Grunsfeld, kepala astronot yang ikut dalam misi perbaikan dan perawatan teleskop Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, astronot lainnya, Megan McArthur, mengoperasikan lengan robotik sepanjang 15 meter untuk mencengkeram sekaligus mengatur posisi teleskop yang besarnya seukuran bus sekolah itu. Dengan lengan robotik itu pula Hubble ditarik dekat bagian bagasi Atlantis yang berisi kamera untuk melakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam misi 11 hari di luar angkasa, tujuh astronot Atlantis akan melakukan perbaikan sejumlah komponen Hubble dan memasang instrumen baru. NASA berharap misi senilai 1 miliar dollar AS ini dapat memperpanjang misi Hubble antara 5-10 tahun lagi dan dengan meningkatkan kemampuannya meneropong obyek antariksa lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5942978521968747718?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5942978521968747718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/pesawat-ulang-alik-atlantis-merapat-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5942978521968747718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5942978521968747718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/pesawat-ulang-alik-atlantis-merapat-ke.html' title='Pesawat Ulang Alik Atlantis Merapat ke Hubble'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4aqt7BXiI/AAAAAAAAAGI/FQ7c6SuOrM0/s72-c/0907314p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-9192472173392891437</id><published>2009-05-15T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T18:42:36.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Atlantis Dipastikan Menuju Hubble Senin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4Z5s9G-zI/AAAAAAAAAGA/Czl_Qz-yHTg/s1600-h/0805105p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4Z5s9G-zI/AAAAAAAAAGA/Czl_Qz-yHTg/s320/0805105p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336231087591324466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 10 Mei 2009 | 08:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Setelah beberapa bulan tertunda, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) memastikan pesawat ruang ulang alik antariksa Atlantis dapat diluncurkan Senin (11/5) menuju Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Beberapa manajer misi peluncuran memastikan Atlantis siap diluncurkan untuk misi perbaikan Hubble yang kelima dan terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat ulang alik juga telah disiagakan di lokasi peluncuran sebagai antisipasi apabila Atlantis rusak selama dalam penerbangan dan 7 astronotnya perlu diselamatkan. Beberapa prakirawan memperkirakan dukungan cuaca bagi peluncuran Atlantis mencapai 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kondisi cuaca juga diperkirakan mendukung di lokasi pendaratan darurat Atlantis di Spanyol walaupun hujan dengan intensitas rendah diperkirakan turun besok. Awak Atlantis akan mengadakan 5 misi berjalan di ruang angkasa untuk memasang kamera dan perlengkapan di Hubble selain memperbaiki instrumen sains yang rusak di teleskop itu. Misi yang akan menelan dana lebih dari 1 miliar dollar AS ini semula dijadwalkan Oktober tahun lalu, tetapi gangguan kritis pada observatori orbit mengakibatkan misi tersebut tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Atlantis telah tertahan di Bumi dalam waktu yang cukup lama sehingga para awaknya sudah tidak tahan lagi untuk terbang bersamanya. Semoga saja tidak ada halangan hari Senin," kata Direktur Peluncuran Atlantis Mike Leinbach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronot terakhir kali mengunjungi Hubble tahun 2002. NASA ingin mengganti suku cadang usang teleskop ini sehingga obyek ruang angkasa dapat diabadikan dengan maksimal dalam 5 hingga 10 tahun mendatang. Beberapa ilmuwan berharap gambar-gambar yang diabadikan Hubble dapat mencapai hasil lebih spektakuler dengan adanya instrumen sains baru yang akan diterbangkan Atlantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-9192472173392891437?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/9192472173392891437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-dipastikan-menuju-hubble-senin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9192472173392891437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9192472173392891437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-dipastikan-menuju-hubble-senin.html' title='Atlantis Dipastikan Menuju Hubble Senin'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4Z5s9G-zI/AAAAAAAAAGA/Czl_Qz-yHTg/s72-c/0805105p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-57665370579601240</id><published>2009-05-15T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T18:40:51.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Teleskop Hubble Bakal Jauh Lebih Canggih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4ZjGoGMhI/AAAAAAAAAF4/bheRAmcsEjw/s1600-h/0300196p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4ZjGoGMhI/AAAAAAAAAF4/bheRAmcsEjw/s320/0300196p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336230699345523218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 12 Mei 2009 | 02:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Misi pesawat ulang alik Atlantis yang diluncurkan Senin (11/5) dari Kennedy Space Center Florida tidak hanya akan memperbaiki dan mengganti sejumlah komponen teleskop ruang angkasa Hubble yang rusak dan tak bekerja. Para astronot juga membawa sejumlah instrumen baru yang bakal membuat Hubble semakin canggih dan merekam rahasia langit yang mahaindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebuah kamera baru yang akan dipasang selama misi penerbangan ini membuat para astronom dapat meneropong 200 juta tahun cahaya lebih jauh," ujar David Leckorne, kepala ilmuwan Hubble. Ia juga mengatakan jika misi ini sukses, Hubble akan memiliki 'daya penglihatan' lebih tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera tersebut akan dapat merekam objek-objek yang terbentuk 500 juta tahun cahaya (satu tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer) sejak alam semesta lahir. Selama ini Hubble baru sanggup melihat bintang-bintang dan galaksi yang terbentuk 13 miliar tahun cahaya atau 700 juta tahun cahaya sejak lahirnya alam semesta yang diawali ledakan besar (Big Bang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera dimaksud adalah Wide Field Camera 3 (WFC3) yang akan menggantikan Wide Field and Planetary Camera 2 yang kini digunakan Hubble. Ini merupakan jenis kamera pankromatik pertama yang digunakan Hubble dengan sudut pandang yang lebih lebar dan menangkap gelombang cahaya dengan jangkauan lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rekamananya akan menampilkan foto dengan kombinasi warna yang lebih kompleks. Hubble juga akan dapat merekam lebih dekat jejak materi hitam dan galaksi-galaksi tua yang sebelumnya tak mungikin tertangkap kamera Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubble juga akan mendapat kiriman sebuah Cosmoc Origins Spectograph (COS). Instrumen yang merekam objek dalam frekuensi ultraviolet akan mendeteksi suhu, kerapatan zat, komposisi kimia, dan jarak antarobjek galaksi. COS memiliki kemampuan mengoreksi keburaman hasil pemotretan secara otomatis sehingga menggantikan instrumen COSTAR, lensa pengoreksi yang selama ini melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronom Atlantis juga akan memasang Soft Capture and Rendesvous System pada badan Hubble. Bagian ini disiapkan jika sewaktu-waktu dikirim wahana ruang angkasa kembali ke Hubble untuk melakukan pengendalian atau misi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada empat instrumen yang akan diaktifkan karena selama ini tak bekerja penuh. Masing-masing instrumen Space Telescope Imaging Spectrometer (STIS) yang memindai objek langit, Fine Guidance Sensor (FGS) yang mengunci target, Advance Camera for Surveys (ACS) untuk penyurvei langit, dan Science Instrument Command &amp; Data Handling Unit yang mengendalikan pengiriman data hasil rekaman ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, misi utama Atlantis sebenarnya perawatan untuk memastikan instrumen pendukung bekerja dengan baik. Misalnya mengganti enam Rate Sensor Unit (RSU) giroskop yang mengatur posisi orbit, tiga Fine Guidance Sensor (FGS) yang akan memaksimalkan lama durasi perekaman, enam Nickel Hidrogen Battery yang akan menambah umurpembangkit listrik hingga 5-10 tahun lagi, serta Thermal Insulation yang menjaga suhu Hubble serta melindungi dari tumbukan batu angkasa berukuran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hubble sungguh telah membawa alam pikiran dan ambisi manusia menembus perjalanan bertahun-tahun cahaya, bahkan miliaran tahun cahaya," ujar Ed Weiner, salah satu ilmuwan NASA. Apa yang telah ditampilkan Hubble mungkin telah membuat takjub manusia namun masih banyak rahasia alam semesta yang belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP/SPACE.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-57665370579601240?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/57665370579601240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/teleskop-hubble-bakal-jauh-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/57665370579601240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/57665370579601240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/teleskop-hubble-bakal-jauh-lebih.html' title='Teleskop Hubble Bakal Jauh Lebih Canggih'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4ZjGoGMhI/AAAAAAAAAF4/bheRAmcsEjw/s72-c/0300196p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5085036765986313451</id><published>2009-05-15T18:36:00.001-07:00</published><updated>2009-05-15T18:38:04.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Atlantis Melesat, Misi Perbaikan Teleskop Hubble Dimulai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YzA2QgxI/AAAAAAAAAFw/zcnrlI1NV-0/s1600-h/0138407p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YzA2QgxI/AAAAAAAAAFw/zcnrlI1NV-0/s320/0138407p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336229873160586002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 12 Mei 2009 | 01:35 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Pesawat uang alik Atlantis melesat mulus ke luar angkasa dari Kennedy Space Center Florida, Senin (11/5) waktu setempat atau Selasa dinihari pukul 01.01 WIB. Peluncuran ini khusus untuk memperbaiki teleskop ruang angkasa Hubble yang hampir uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa instrumen ilmiah yang dibawa teleskop tersebut tidak bekerja sehingga perlu diperbaiki. Bahkan sejumlah komponen rusak dan harus diganti seperti peindung radiasi, giroskop yang mengendalikan titik orbitnya, baterai, dan media penyimpan yang merekam data sebelum dikirim ke Bumi. Selain itu, para astronot juga membawa instrumen baru yang akan meningkatkan kemampuan Hubble meneropong luar angkasa seperti kamera pankromatik berlensa lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh orang kru yang bertugas akan melakukannya dalam misi sebelas hari di luar angkasa. Mereka akan melakukannya dengan lima kali spacewalk atau bekerja langsung di luar angkasa dengan hanya bertopang pada lengan robotik yang dikendalikan dari kabin pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada waktu untuk bernapas dan melihat pemandangan sekitar, hanya kerja, kerja, dan kerja. Ini seperti lari maraton dengan kecepatan tinggi selama sebelas hari di orbit," kata John Grunsfeld, salah satu astronot yang ikut dalam misi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua hari ke depan, Atlantis akan merapat ke Hubble dan mencengkeramnya menggunakan lengan robotik agar para astronot dapat mendekat. Tak ada jaminan bahwa usaha perbaikan ini akan sukses sepenuhnya mengingat usia Hubble yang sudah 19 tahun. Bahkan, jika terjadi insiden dalam misi ini, keselamatan para astronot jauh lebih besar daripada misi ke stasiun ruang angkasa internasional (ISS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, NASA telah menyiapkan pesawat ulang alik Endeavour sebagai kapal penyelamat yang bisa sewaktu-waktu diluncurkan untuk menjemput para awak Atlantis. Endeavour kini sudah bersiap di landasan Kennedy Space Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : BBC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5085036765986313451?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5085036765986313451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-melesat-misi-perbaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5085036765986313451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5085036765986313451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/atlantis-melesat-misi-perbaikan.html' title='Atlantis Melesat, Misi Perbaikan Teleskop Hubble Dimulai'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YzA2QgxI/AAAAAAAAAFw/zcnrlI1NV-0/s72-c/0138407p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6631244987042857035</id><published>2009-05-15T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T18:36:10.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Hitung Mundur Misi Perbaikan Teleskop Hubble</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YWwTlKfI/AAAAAAAAAFo/lHNq7lZd_6s/s1600-h/213228p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YWwTlKfI/AAAAAAAAAFo/lHNq7lZd_6s/s320/213228p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336229387683834354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 9 Mei 2009 | 14:47 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAl, KOMPAS.com — Badan antariksa AS NASA mulai melakukan hitung mundur peluncuran pesawat ulang alik Atlantis. Misi peluncuran kali ini khusus untuk perbaikan teleskop ruang angkasa Hubble yang sudah uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atlantis dijadwalkan meluncur ke ruang angkasa dari Kennedy Space Center, Florida, AS pada Senin (11/5) sore waktu setempat atau Selasa pagi WIB. Tujuh orang awak yang dikomandani Scott Altman telah meluncur dari tempat latihannya di Houston Texas, AS, ke Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi ini sebenarnya telah direncanakan tahun lalu, tetapi tertunda selama tujuh bulan karena masalah teknis pada suku cadang teleskop yang akan dipasang. Hubble yang sudah berumur 19 tahun belum pernah mendapat perawatan langsung sejak tujuh tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan sejumlah komponen Hubble yang telah rusak akan dilakukan selama 11 hari di luar angkasa. Bagian yang akan diganti antara lain kamera yang sudah berumur, dan mencoba memperbaiki dua instrumen yang belum pernah dipakai Hubble karena tak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pesawat ulang alik lainnya, Endeavour, juga telah bersiap untuk diluncurkan jika sewaktu-waktu Atlantis mengalami gangguan di luar angkasa dan krunya butuh penyelamatan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6631244987042857035?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6631244987042857035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/hitung-mundur-misi-perbaikan-teleskop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6631244987042857035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6631244987042857035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/05/hitung-mundur-misi-perbaikan-teleskop.html' title='Hitung Mundur Misi Perbaikan Teleskop Hubble'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sg4YWwTlKfI/AAAAAAAAAFo/lHNq7lZd_6s/s72-c/213228p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1363266151576302387</id><published>2009-04-30T23:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T23:21:44.004-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Gelembung Langit Misterius Berusia 12,9 Miliar Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqU6iwT-yI/AAAAAAAAAFg/rn9RTNbb2lA/s1600-h/2135275p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqU6iwT-yI/AAAAAAAAAFg/rn9RTNbb2lA/s320/2135275p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330736842429168418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 30 April 2009 | 21:35 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Sebuah obyek misterius terekam nun jauh di luar angkasa. Para astronom menyebutnya sebagai gelembung primordial yang diberi nama Himiko, diambil dari nama ratu Kerajaan Jepang kuno yang juga sama misteriusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut demikian karena obyek raksasa tersebut terbentuk tak lama setelah alam semesta terbentuk yang diawali dengan Ledakan Besar (Big Bang). Ukurannya sangat besar, berupa gas yang massanya 40 miliar kali massa matahari dan berdiameter setengah kali Galaksi Bima Sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya pun sangat tua sekitar 12,9 miliar tahun cahaya (tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Struktur Himiko yang belum terungkap bisa memberi gambaran awal pembentukan galaksi saat alam semesta masih sangat muda dan baru berusia sekitar 800 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya belum pernah mendengar obyek sejenis lainnya yang terbentuk pada jarak sejauh ini," ujar Masami Ouchi, peneliti dari Carnegie Institution, California, AS. Obyek tersebut mungkin mirip gelembung Lyman-Alpha yang terbentuk antara 2-3 miliar tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himiko terbentuk di akhir epos reionisasi yang berlangsung antara 200 juta dan satu miliar tahun sejak Big Bang. Saat itu, alam semesta baru saja lahir dan baru membentuk bintang-bintang dan galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya yang seperti gelembung mungkin berupa gas terionisasi yang mengelilingi lubang hitam raksasa supermasif atau kumpulan gas dingin. Namun, bisa jadi Himiko merupakan hasil tabrakan dua galaksi muda yang menyatu, galaksi tunggal raksasa, atau lokasi pembentukan bintang yang sangat aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himiko pertama kali terekam menggunakan teleskop Subaru di Hawaii tahun 2007. Ouchi dan timnya kemudian melakukan pengamatan lebih seksama menggunakan instrumen spektrografi Keck/DEIMOS dan Magellan/IMACS. Dari pengamatan tersebut, terdeteksi kandungan hidrogen terionisasi, jarak, dan umur obyek misterius tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berencana melakukan pengamatan inframerah dengan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memastikan, apakah ada ciri-ciri penggabungan obyek-obyek atau tidak," ujar Ouchi. Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan seusai Hubble diperbaiki dalam misi penerbangan pesawat ulang alik Atlantis yang dijadwalkan bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1363266151576302387?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1363266151576302387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/gelembung-langit-misterius-berusia-129.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1363266151576302387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1363266151576302387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/gelembung-langit-misterius-berusia-129.html' title='Gelembung Langit Misterius Berusia 12,9 Miliar Tahun'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqU6iwT-yI/AAAAAAAAAFg/rn9RTNbb2lA/s72-c/2135275p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2488428270505891215</id><published>2009-04-30T23:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T23:19:34.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Inilah Obyek Tertua di Alam Semesta Saat Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqUUdrZ25I/AAAAAAAAAFY/KbZxeY5HTKo/s1600-h/0809244p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqUUdrZ25I/AAAAAAAAAFY/KbZxeY5HTKo/s320/0809244p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330736188231375762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 29 April 2009 | 08:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — Satelit Swift milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) merekam obyek tertua dan terjauh yang berhasil terekam sejauh ini. Obyek tersebut berupa ledakan energi dari sebuah bintang yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan obyek tersebut terdeteksi pertama kali pada 23 April lalu. Swift merekam pancaran sinar gamma yang diperkirakan dari ledakan yang menghasilkan radiasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Bumi kemudian diarahkan untuk mengamati cahaya pendar di sekitarnya yang terbentuk sebagai hasil radiasi. Ledakan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 detik dan terjadi pada 630 juta tahun sejak alam semesta diperkirakan terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil perhitungan menunjukkan cahaya pendar yang terekam telah menjelajahi antariksa selama 13,1 miliar tahun cahaya hingga terekam saat ini. Usia obyek tersebut lebih tua dari rekor obyek tertua sebelumnya, 100-200 ratus juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar astrofisika NASA, Neil Gehrels, menyatakan, ledakan bintang mati tersebut akan menghasilkan lubang hitam. Umur bintang itu sendiri diperkirakan sejuta tahun dan ukurannya 30 kali Matahari saat meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2488428270505891215?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2488428270505891215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/inilah-obyek-tertua-di-alam-semesta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2488428270505891215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2488428270505891215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/inilah-obyek-tertua-di-alam-semesta.html' title='Inilah Obyek Tertua di Alam Semesta Saat Ini'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqUUdrZ25I/AAAAAAAAAFY/KbZxeY5HTKo/s72-c/0809244p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-981078323516770606</id><published>2009-04-30T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T23:17:33.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ledakan Bintang Berbentuk Kalung Mutiara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqT3lWwPVI/AAAAAAAAAFQ/-Jo_3kmTHLw/s1600-h/1339134p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqT3lWwPVI/AAAAAAAAAFQ/-Jo_3kmTHLw/s320/1339134p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330735692076039506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 April 2009 | 13:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Kamera teleskop ruang angkasa Hubble merekam sebuah supernova atau ledakan bintang yang dikelilingi rangkaian bulatan putih seperti kalung mutiara yang berkilauan. lebih indah lagi karena di kanan kirinya diapit dua bintang terang yang memencar seperti permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supernova yang diberi nama 1987A tersebut sudah diketahui sejak dua dekade lalu. Namun, bentuknya yang unik tersebut baru terungkap setelah dipotret Hubble pada Desember 2006 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian dalam lingkaran berwarna merah muda mungkin materi yang tertinggal saat ledakan dahsyat terjadi. Sementara bagian yang menyala terang di sekelilingnya merupakan lapisan terluar materi yang dipancarkan bintang saat memasuki masa-masa sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bintang kehabisan energi, terjadi ledakan raksasa dan menghasilkan gelombang kejut yang memanaskan bagian terluar materi tersebut. Hal inilah yang membuat lingkaran terluar menyala terang. Uniknya, bagian terluar yang berpendar membentuk bulatan-bulatan mirip mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-981078323516770606?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/981078323516770606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/ledakan-bintang-berbentuk-kalung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/981078323516770606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/981078323516770606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/ledakan-bintang-berbentuk-kalung.html' title='Ledakan Bintang Berbentuk Kalung Mutiara'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfqT3lWwPVI/AAAAAAAAAFQ/-Jo_3kmTHLw/s72-c/1339134p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2762261946604798061</id><published>2009-04-27T21:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:50:13.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Bukan Mimpi, Pembangkit Listrik di Orbit Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaK-krEsyI/AAAAAAAAAFI/7x28KaYFO0E/s1600-h/1607329p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaK-krEsyI/AAAAAAAAAFI/7x28KaYFO0E/s320/1607329p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329600016640422690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — Sebuah perusahaan energi di AS tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) yang akan ditempatkan di satelit yang mengorbit Bumi. Cara tersebut akan efektif karena pemanfaatan sinar Matahari bisa dilakukan 24 jam tak perlu tergantung cuaca dan perubahan siang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain pembangkit listrik berbasis satelit tersebut saat ini tengah dirancang Solaren Corp. Satelit tersebut akan membawa rangkaian sel surya yang membentang hingga beberapa kilometer dan ditempatkan di ketinggian 40.000 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel surya akan mengumpulkan panas Matahari yang selanjutnya akan diubah menjadi gelombang radio. Gelombang radio tersebut lalu dipancarkan ke stasiun-stasiun penerima di permukaan Bumi. Di stasiun-stasiun tersebut, gelombang radio dikonversi lagi kali ini menjadi energi listrik yang akan dialirkan ke jaringan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solaren telah mendapat kontrak dari Pacific Gas &amp; Electric (PG&amp;E), perusahaan listrik di California untuk memasok 200 megawatt dari pembangkit tersebut yang cukup untuk 250.000 pelanggan. Jika berjalan lancar, pembangkit tersebut mulai beroperasi tahun 2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tengah dipersiapkan pusat stasiun penerima di Fresno County, California. Wilayah tersebut cukup jauh dari permukiman sehingga tak mengganggu kesehatan manusia. Selain itu, hal itu lebih ekonomis karena lokasinya dekat dengan jaringan listrik nasional dan tak sejauh lokasi PLTM yang umumnya dibangun pada daerah terpencil di gurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski sistem dengan ukuran sebesar ini dan konfigurasi eksaknya belum pernah dibuat, teknologi pendukungnya sangat matang dan berbasis teknologi satelit komunikasi," ujar Gary Spirnak, CEO Solaren Corp. Ia mengatakan proyek tersebut bakal menghabiskan dana sekitar 2 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari juga menjadi ambisi badan antariksa Jepang (JAXA). Namun, teknologi yang dikembangkan Jepang akan memancarkan gelombang mikro ke Bumi. Jika pengujian sukses, Jepang akan meluncurkan sejumlah satelit pendukung untuk memproduksi listrik yang cukup untuk 500.000 rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : PHYSORG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2762261946604798061?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2762261946604798061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/bukan-mimpi-pembangkit-listrik-di-orbit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2762261946604798061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2762261946604798061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/bukan-mimpi-pembangkit-listrik-di-orbit.html' title='Bukan Mimpi, Pembangkit Listrik di Orbit Bumi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaK-krEsyI/AAAAAAAAAFI/7x28KaYFO0E/s72-c/1607329p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1663310019313525672</id><published>2009-04-27T21:47:00.001-07:00</published><updated>2009-04-27T21:48:39.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Lunar Oasis untuk Bertani di Luar Angkasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaKlrxL_QI/AAAAAAAAAFA/CR3HnMQyIEo/s1600-h/2303212p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaKlrxL_QI/AAAAAAAAAFA/CR3HnMQyIEo/s320/2303212p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329599589048384770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com - Meski tak ada oksigen di Bulan, tumbuh-tumbuhan sudah bisa ditanam di sana. Paragon Space Development Corporation telah mengembangkan rumah kaca portabel yang dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk rumah kaca yang lebih mirip lampu taman itu hanya setinggi 46 centimeter. Tabung kaca bening diperkuat dengan alas berbentuk segitiga dari bahan aluminium. Di dalamnya terdapat media tanam dan nutrisi yang cukup untuk menumbuhkan biji tanaman jenis Brassica, sejenis caisim atau kailan yang berbunga kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miniatur rumah kaca yang didesain untuk mendukung pertanian di luar angkasa itu disebut Lunar Oasis. Uji coba pertamanya ke permukaan Bulan direncanakan tahun 2012 menggunakan pesawat buatan Odyssey Moon Ltd. yang kini masih dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mendiami Bulan atau Mars kelihatannya masih lama, namun penting untuk melakukan penelitian sejak sekarang," ujar Jane Poynter, presiden Paragon. Apalagi, untuk menciptakan sistem pendukung kehidupan yang efisien dan layak juga membuthkan penelitian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA berambisi mengirimkan kembali manusia ke Bulan pada tahun 2020 dan ke Mars tahun 2030. Jika tanaman bisa dibudidayakan di sana, astronot tak perlu setiap hari makan pasta dan pil. Makan sayur segar pun bisa setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AFP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1663310019313525672?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1663310019313525672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/lunar-oasis-untuk-bertani-di-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1663310019313525672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1663310019313525672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/lunar-oasis-untuk-bertani-di-luar.html' title='Lunar Oasis untuk Bertani di Luar Angkasa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaKlrxL_QI/AAAAAAAAAFA/CR3HnMQyIEo/s72-c/2303212p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6735922410251674851</id><published>2009-04-27T21:44:00.001-07:00</published><updated>2009-04-27T21:45:33.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Kumpulan Bintang Berupa Tanda Tanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJ4t1e7wI/AAAAAAAAAE4/TK9DDQpa34U/s1600-h/0906113p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJ4t1e7wI/AAAAAAAAAE4/TK9DDQpa34U/s320/0906113p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329598816509161218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 09:08 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Dengan bentuknya yang unik, berkilauan, serta terdiri dari berbagai warna, kumpulan bintang ini bergerak spiral ke bagian bawahnya yang tampak bagaikan sebuah titik. Gambar yang menawan ini diambil lebih dari 100.000 tahun cahaya oleh teleskop ruang angkasa Hubble.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop ini menunjukkan sekelompok kumpulan bintang yang beriteraksi satu dengan lain. Gambar tersebut dikeluarkan untuk memperingati 19 tahun peluncuran Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancuran kosmik bintang, gas, serta debu tersebut disebut oleh Badan Antariksa AS (NASA) sistem Arp 194. Cahaya oranye pada bagian atas diyakini sebagai hamparan galaksi yang berada pada proses menyatu dalam satu himpunan kelompok bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian bawah kumpulan bintang, terdapat daerah dengan warna biru cerah yang merupakan arus klaster bintang 'super'. Klaster ini disebut NASA sebagai pancuran kumpulan bintang muda. Gambar berupa 'titik' di bagian paling bawah dari wujud kumpulan bintang yang menyerupai tanda tanya itu merupakan galaksi spiral tunggal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diluncurkan pada 25 April 1990, Hubble telah melakukan lebih dari 880.000 observasi dan mendokumentasikan 570.000 gambar lebih dari 29.000 obyek ruang angkasa. Posisi Hubble di luar atmosfer bumi memungkinkannya mengabadikan gambar hampir tanpa ada gangguan pencahayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan depan, pesawat ulang-alik ruang angkasa Atlantis yang mengangkut perlengkapan mekanik diluncurkan untuk mengadakan perawatan Hubble yang masih dioperasikan hingga 5 tahun mendatang. Pengganti Hubble, James Webb, baru diluncurkan pada 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM&lt;br /&gt;Sumber : The Daily Mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6735922410251674851?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6735922410251674851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/kumpulan-bintang-berupa-tanda-tanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6735922410251674851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6735922410251674851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/kumpulan-bintang-berupa-tanda-tanya.html' title='Kumpulan Bintang Berupa Tanda Tanya'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJ4t1e7wI/AAAAAAAAAE4/TK9DDQpa34U/s72-c/0906113p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8938991306271212274</id><published>2009-04-27T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:43:52.900-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Teleskop Pemburu Planet Rekam 4,5 Juta Bintang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJVrimjFI/AAAAAAAAAEw/iHgaVJLU9-I/s1600-h/1958224p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJVrimjFI/AAAAAAAAAEw/iHgaVJLU9-I/s320/1958224p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329598214597676114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto tersebut menggambarkan luas cakupan yang akan disorot teleskop tersebut untuk mencari planet-planet lain di luar tata surya. Kepler diarahkan ke kawasan Cygnus-Lyra di salah satu sudut galaksi Bima Sakti yang paling padat bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu foto menggambarkan kawasan yang mengandung 4,5 juta bintang. Lebih dari 100.000 di antaranya diperkirakan dikelilingi planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap dapat menemukan ratusan planet yang mengelilingi bintang-bintang tersebut, dan untuk pertama kalinya, kita bisa melihat planet-planet seukuran Bumi yang mengelilingi bintang serupa Matahari," kata William Borucki, ilmuwan dari Pusat Riset Ames milik NASA di Moffett Field, California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3,5 tahun ke depan Kepler hanya bertugas menyeleksi sasaran yang potensial. Teleskop tersebut akan mengamati langit terus-menerus dan melihat kemungkinan terjadinya kedipan di setiap bintang yang biasa terjadi karena planet melintas di depannya. Kamera 95 megapiksel yang dibawanya dapat mendeteksi perubahan cahaya bintang sangat kecil dari 20 bagian permil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua hal tentang Kepler sudah dioptimalisasikan untuk menemukan planet seukuran Bumi," ujar James Franson, manajer proyek Kepler di Laboratorium Propulsi Jet, Pasadena, California. Ia mengatakan pemotretan akan dilakukan secara bertahap sampai bisa ditentukan bahwa di suatu bintang terdapat planet yang mirip Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : NASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8938991306271212274?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8938991306271212274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/teleskop-pemburu-planet-rekam-45-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8938991306271212274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8938991306271212274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/teleskop-pemburu-planet-rekam-45-juta.html' title='Teleskop Pemburu Planet Rekam 4,5 Juta Bintang'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfaJVrimjFI/AAAAAAAAAEw/iHgaVJLU9-I/s72-c/1958224p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2799689313787557454</id><published>2009-04-24T20:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T20:05:52.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>India Luncurkan Satelit Mata-mata Buatan Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfJ97S-NoGI/AAAAAAAAAEo/qAvgdsdXVDE/s1600-h/210415p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfJ97S-NoGI/AAAAAAAAAEo/qAvgdsdXVDE/s320/210415p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328459766791250018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 20 April 2009 | 16:54 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGALORE, KOMPAS.com — Roket buatan India berhasil menempatkan sebuah satelit mata-mata ke orbit Bumi pada peluncuran Senin (20/4). Satelit yang dipesan khusus dari Israel itu akan dipakai untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dari ancaman keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan satelit tersebut dapat melihat daratan meski terhalang awan dan cuaca buruk. Satelit tersebut juga dapat memata-matai sepanjang siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit yang diberi nama RISAT-2 ini diluncurkan menggunakan roket jenis polar satellite launch vehicle (PSLV) C-12 dari pusat peluncurannya di Sriharikota, Andra Pradesh, India bagian selatan pada pukul 06.45 waktu setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia telah sukses menempatkan diri di orbit 20 menit sejak peluncuran pagi ini," ujar G Padmanabhan, ilmuwan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) seperti dilansir AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran satelit tersebut dipercepat setelah insiden mematikan di Kota Mumbai pada 26-29 November 2008. Satelit tersebut tidak hanya untuk memantau pergerakan militan dari Pakistan yang dinilai India bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan di negara tersebut. Dengan adanya satelit tersebut, India juga dapat mendeteksi adanya serangan roket dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AFP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2799689313787557454?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2799689313787557454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/india-luncurkan-satelit-mata-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2799689313787557454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2799689313787557454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/india-luncurkan-satelit-mata-mata.html' title='India Luncurkan Satelit Mata-mata Buatan Israel'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SfJ97S-NoGI/AAAAAAAAAEo/qAvgdsdXVDE/s72-c/210415p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4800613874153124958</id><published>2009-04-17T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T20:24:39.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Arianespace Terpilih Luncuran Satelit New Dawn</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelH1O9SA3I/AAAAAAAAAD8/Oy6H3kz9cnk/s1600-h/ArianeSpace_liftoff.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelH1O9SA3I/AAAAAAAAAD8/Oy6H3kz9cnk/s320/ArianeSpace_liftoff.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325867014216090482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 April 2009 | 15:29 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit terkemuka di dunia, Arianespace, baru-baru ini menyepakati agenda peluncuran satelit New Dawn. Satelit untuk infrastruktur komunikasi penting di Afrika ini sedianya diluncurkan akhir tahun 2010 dari Pusat Ruang Angkasa Guyana, Landasan Peluncur Eropa, di Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami berharap melalui pengadaan satelit baru New Dawn ini secara optimum memberikan jasa transmisi pelanggan perusahaan dan pemerintah bagi layanan video, audio, dan jaringan,” kata Senior Vice President Intelsat Ken Lee dalam siaran pers yang diterima Kompas hari Kamis (16/4) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna persiapan peluncuran satelit baru tersebut dibentuklah perusahaan gabungan antara Intelsat dan kelompok investor dari Afrika Selatan yang dipimpin Convergence Partners. Perusahaan yang baru dibentuk tersebut dinamai New Dawn Satelite Company Ltd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak peluncuran satelit dengan Arianespace ini merupakan yang keenam pada tahun 2009. Satelit New Dawn akan menjadi satelit Intelsat yang ke-50 yang diluncurkan oleh Arianespace pada orbit transfer geostasioner nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit New Dawn memiliki bobot 3.000 kilogram dengan masa hidup 15 tahun. Satelit tersebut dilengkapi dengan 28 unit transponder C-band dan 24 transponder Ku-band 36 MH. Dari posisi orbitnya di 33 derajat Bujur Timur, satelit yang dibangun oleh Orbital Sciences Corporation tersebut akan menyediakan kapasitas baru untuk suara, wireless backhaul, internet, dan aplikasi media bagi Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket yang dipersiapkan untuk peluncuran satelit New Dawn yaitu Ariane 5 atau Soyuz. Arianespace sendiri terhitung sejak tahun 1980 hingga 25 Agustus 2008 telah berhasil meluncurkan 267 satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari separuhnya merupakan satelit komersial yang kini beroperasi di penjuru dunia.(NAW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4800613874153124958?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4800613874153124958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/arianespace-terpilih-luncuran-satelit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4800613874153124958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4800613874153124958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/arianespace-terpilih-luncuran-satelit.html' title='Arianespace Terpilih Luncuran Satelit New Dawn'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelH1O9SA3I/AAAAAAAAAD8/Oy6H3kz9cnk/s72-c/ArianeSpace_liftoff.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2739616338682301136</id><published>2009-04-17T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T20:17:23.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Tangan Tuhan Berusaha Sentuh Kobaran Api</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelF8V0rN2I/AAAAAAAAAD0/P7jy_Wm86uQ/s1600-h/0959047p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelF8V0rN2I/AAAAAAAAAD0/P7jy_Wm86uQ/s320/0959047p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325864937294870370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 April 2009 | 10:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Setelah gambar mata Tuhan berhasil diabadikan, kini untuk pertama kalinya gambar tangan Tuhan telah diekspos ke publik. Gambar yang disebut Tangan Tuhan itu tidak lain adalah kumpulan awan biru yang membentuk rupa tangan yang hendak merengkuh kobaran api batu bara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang mengundang decak kagum ini berhasil diambil observatori sinar-X Chandra milik Badan Antariksa AS, NASA, yang mengorbit 579 kilometer di atas permukaan bumi. Gambar berupa tangan itu terbentuk akibat ledakan sebuah bintang dengan semburan cahaya terang benderang disertai pembentukan sebuah bintang baru selebar 9 kilometer yang berputar dengan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang baru yang memancarkan radiasi elektromagnetik ini menghasilkan cahaya putih yang menyerupai bentuk pergelangan tangan. Energi elektromagnetik yang dipancarkan oleh bintang ini membentuk kumpulan awan gas dan debu yang sangat luas sehingga dibutuhkan waktu hingga 150 tahun cahaya untuk mengitarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, gambar cakram dengan kilauan warna merah berasal dari kumpulan gas terpisah. Jari-jari tangan yang terlihat pada gambar diduga terbentuk sebagai wujud energi yang dipancarkan oleh bintang tersebut ke kumpulan awan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan NASA memperkirakan momen ledakan bintang itu terjadi 17.000 tahun lalu. Gambar tangan Tuhan ini mengingatkan kembali publik pada gambar mata Tuhan atau Helix Nebula dengan kumpulan warna yang terbentuk dari lapisan gas dan debu yang diterbangkan serta dipancarkan oleh bintang yang akan berakhir masa hidupnya dalam kurun ribuan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM&lt;br /&gt;Sumber : daily mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2739616338682301136?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2739616338682301136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/tangan-tuhan-berusaha-sentuh-kobaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2739616338682301136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2739616338682301136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/tangan-tuhan-berusaha-sentuh-kobaran.html' title='Tangan Tuhan Berusaha Sentuh Kobaran Api'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelF8V0rN2I/AAAAAAAAAD0/P7jy_Wm86uQ/s72-c/0959047p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3871821807478934928</id><published>2009-04-16T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T19:53:51.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Treadmill Luar Angkasa Diberi Nama Pelawak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SefvNMT_KFI/AAAAAAAAADs/x7PY6JXoynA/s1600-h/2127576p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SefvNMT_KFI/AAAAAAAAADs/x7PY6JXoynA/s320/2127576p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325488094311295058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com — Badan antariksa AS (NASA) memberi nama treadmill untuk astronot yang akan dikirim ke stasiun antariksa internasional dengan nama COLBERT. Nama tersebut diambil dari Stephen Colbert, seorang pelawak kenamaan di negeri Paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 April 2009 | 21:23 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Colbert menduduki peringkat teratas dari hasil pooling dan dipilih lebih dari 230.000 kali. COLBERT kini juga kependekan dari Combined Operational Load Bearing External Resistance Treadmill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, NASA juga memberi nama modul baru yang akan dikirim ke ISS dengan nama Tranquility sesuai hasil pooling yang sama secara online. Nama tersebut mengingatkan pada misi pendaratan manusia ke Bulan untuk pertama kalinya. Base Tranquility merupakan nama lokasi pendaratan Apollo 11 yang membawa Neil Armstrong dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tranquility akan diluncurkan pada Februari 2010 menggunakan pesawat ulang alik Endeavour. Modul tersebut akan dipakai untuk mendukung sistem kehidupan astronot di stasiun antariksa, seperti memproduksi oksigen dan mendaur ulang urine menjadi air siap minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treadmill COLBERT nantinya juga akan ditempatkan di dalam ruangan tersebut meski akan dikirimkan lebih dulu Agustus mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemberian nama tersebut diumumkan dalam acara "Colbert Report", sang pelawak sempat kecewa. Pasalnya, astronot Sunita Williams mengumumkan lebih dulu Tranquility sebagai nama modul baru yang sebelumnya disebut Node 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu sebentar. Saya diberi tahu bahwa nama saya akan dipakai di luar angkasa. Apakah Anda bilang NASA mengingkari janjinya," kata Colbert. Protes pun terlihat di antara penonton yang menantikan pengumuman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana cair kembali saat Williams memastikan bahwa nama Colbert dipakai untuk treadmill yang akan dipasang di dalam modul. Pelawak itu pun makin gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira treadmill lebih baik daripada node. Kamu tahu kenapa? Karena node hanyalah kotak untuk treadmill. Tidak ada orang yang bilang, 'Ma, belikan aku kotak Nike,' bukan. Mereka pasti menginginkan sepatu di dalamnya," canda Colbert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3871821807478934928?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3871821807478934928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/treadmill-luar-angkasa-diberi-nama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3871821807478934928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3871821807478934928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/04/treadmill-luar-angkasa-diberi-nama.html' title='Treadmill Luar Angkasa Diberi Nama Pelawak'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SefvNMT_KFI/AAAAAAAAADs/x7PY6JXoynA/s72-c/2127576p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-172585904391326972</id><published>2009-03-28T19:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T19:50:12.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Discovery Bersiap Kembali ke Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7hzrI2UzI/AAAAAAAAADk/bG_Ka73cylo/s1600-h/1036377p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7hzrI2UzI/AAAAAAAAADk/bG_Ka73cylo/s320/1036377p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318436487840551730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Misi dari 7 astronot pesawat ulang-alik ruang angkasa Discovery hampir selesai. Awak Discovery memastikan kesiapan pesawat mereka sebelum bertolak kembali ke Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovery siap kembali ke bumi, Sabtu (28/3) sore waktu setempat, guna mengakhiri misi selama hampir 2 pekan untuk membangkitkan secara total kapasitas energi Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) dengan memasang satu set terbaru sayap panel surya. Cuaca diperkirakan bersahabat saat diadakan pendaratan Discovery ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para astronot ini sempat berbicang lewat telekonferensi bersama beberapa murid sekolah maupun Presiden AS Barack Obama yang menghubungi mereka dari Washington awal pekan ini. "Kami semua bangga dapat menunaikan misi penambahan kapasitas energi ISS," kata salah satu awak Discovery, John Phillips, saat terlibat perbincangan telekonferensi dengan beberapa murid sekolah menengah atas Honolulu, Jumat (27/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali ke bumi, Discovery akan mengadakan uji coba terhadap penahan panasnya. Ekor eksprimen yang terletak di sayap kiri Discovery akan terpapar hingga 1.650 derajat celsius saat turun ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pejabat NASA menerangkan, ekor yang memiliki ketebalan penahan panas 7,6 sentimeter itu tidak dikhawatirkan menimbulkan kerusakan pada sayap. Kerusakan pada penahan panas di sayap kiri telah mengakibatkan kecelakaan pesawat Columbia pada 2003 yang mengakibatkan kematian ketujuh astronotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesawat Angkatan Laut AS akan terbang di bawah Discovery saat pesawat ulang-alik antariksa ini terbang di atas Laut Karibia atau Teluk Meksiko menuju Florida. Pesawat ini akan mengamati sistem panas pada ekor Discovery dengan kamera infra merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekor jenis baru Discovery itu dikembangkan sebagai perkembangan potensial bagi pesawat ulang-alik yang dijadwalkan akan berakhir masa operasinya pada penghujung tahun depan. Discovery direncanakan akan diganti misi operasinya dengan Orion yang diharapkan dapat mengangkut awak ke ISS dan akhirnya ke bulan serta Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-172585904391326972?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/172585904391326972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bersiap-kembali-ke-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/172585904391326972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/172585904391326972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bersiap-kembali-ke-bumi.html' title='Discovery Bersiap Kembali ke Bumi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7hzrI2UzI/AAAAAAAAADk/bG_Ka73cylo/s72-c/1036377p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-958186649634486623</id><published>2009-03-28T19:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T19:46:30.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Pesawat Ulang-alik Discovery Mendarat di Florida</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gwYqOkuI/AAAAAAAAADc/c26F09e_nL0/s1600-h/0835221p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gwYqOkuI/AAAAAAAAADc/c26F09e_nL0/s320/0835221p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318435331829043938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Pesawat ulang-alik Discovery mendarat mulus di Kennedy Space Center, Florida, Sabtu (28/3) sore atau Minggu pagi WIB. Tujuh awaknya sukses menjalankan misi selama 13 hari di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaratannya terlambat 90 menit dari jadwal yang direncanakan karena cuaca buruk di sekitar landasan. Namun, cuaca membaik sehingga pendaratan tidak perlu ditunda lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Welcome home Discovery," demikian sambutan dari ruang pengendali misi begitu pesawat berhenti di ujung landasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi utama peluncuran Discovery kali ini adalah memasang sepasang panel surya terakhir di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Semua panel surya telah dipasang sehingga kini ISS memiliki pasokan listrik penuh dan siap dihuni enam awak atau dua kali lipat dari yang ada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Discovery juga menjemput astronot NASA, Sandra Magnus, yang telah bertugas selama 134 hari di ISS sejak pertengahan November 2008. Sebagai gantinya, seorang astronot Jepang, Koichi Wakata, kini tinggal di ISS untuk beberapa bulan ke depan bersama dua awak lain. Koichi akan menjadi astronot Jepang pertama yang tinggal di ruang angkasa selama beberapa bulan setelah laboratorium Kibo milik Jepang dipasang di ISS tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para awak Discovery juga membawa pulang lima liter air hasil penyaringan urine dan keringat para awak di ruang angkasa untuk dianalisis. Sampel tersebut dihasilkan dari alat pengubah urine dan keringat menjadi air minum yang dipasang di ISS. Jika uji toksisitas lolos, astronot bisa langsung minum hasil penyaringan alat tersebut sehingga tak perlu tergantung kiriman air dari Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi tersebut masih bagian dari proyek pembangunan ISS yang diperkirakan rampung tahun 2010. Peluncuran selanjutnya akan dilakukan pesawat ulang-alik Atlantis pada Mei, tetapi bukan ke ISS, melainkan untuk memperbaiki Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Minggu depan Atlantis akan bersiap di landasan peluncurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-958186649634486623?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/958186649634486623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/cape-canaveral-kompas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/958186649634486623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/958186649634486623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/cape-canaveral-kompas.html' title='Pesawat Ulang-alik Discovery Mendarat di Florida'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gwYqOkuI/AAAAAAAAADc/c26F09e_nL0/s72-c/0835221p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5313243760824438255</id><published>2009-03-28T19:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T19:44:15.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Pecahan Asteroid yang Jatuh di Sudan Berhasil Dikumpulkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gcpdeoGI/AAAAAAAAADU/LvqWn95O_Bc/s1600-h/1955301p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gcpdeoGI/AAAAAAAAADU/LvqWn95O_Bc/s320/1955301p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318434992741589090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KHARTOUM, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengumpulkan pecahan asteroid yang sudah teramati dengan saksama sejak mengarah hingga jatuh ke Bumi. Asteroid yang diberi nama 2008 TC3 tersebut jatuh ke kawasan Gurun Nubian, Sudan, Oktober tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan pecahan asteroid bukan pertama kali terjadi. Namun, yang unik dari penemuan ini karena asteroid tersebut sudah terlacak dengan baik saat mengarah hingga jatuh. Proses penemuan seperti ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asteroid sebesar mobil itu terlacak pertama kali oleh astronom Arizona, AS hanya beberapa hari sebelum jatuh ke Bumi. Jalur perjalanannya langsung dimonitor sejumlah teleskop dari seluruh dunia sehingga dapat diperkirakan lokasi jatuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Jenniskens dari SETI Institut, California, yang menjadi penulis laporan pertama keberadaan asteroid tersebut kemudian melakukan perjalanan ke Sudan untuk melacaknya. Penelusuran yang menyeluruh akhirnya berhasil menemukan 47 pecahan untuk dianalisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asteroid ini terbuat dari material yang mudah pecah sehingga ia pecah pada ketinggian 37 kilometer sebelum berangsur-angsur jatuh perlahan," ujar Jenniskens. Menurutnya, jenis asteroid ini sangat langka dan jarang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Material penyusunnya disebut ureilite. Hasil perbandingan data menunjukkan asteroid 2008 TC3 tersebut termasuk muda dan baru mengarungi beberapa juta tahun di sekitar pusat tata surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis terhadap pecahan-pecahan astroid tersebut akan memberikan banyak informasi untuk mengungkap proses pembentukan di ruang angkasa. Selain itu, para ilmuwan juga berharap dapat mempelajari lebih lanjut hubungannya dengan rute perjalanan asteroid agar dapat menyiapkan cara mengatasi asteroid lebih besar yang mungkin mengancam Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : BBC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5313243760824438255?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5313243760824438255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/pecahan-asteroid-yang-jatuh-di-sudan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5313243760824438255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5313243760824438255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/pecahan-asteroid-yang-jatuh-di-sudan.html' title='Pecahan Asteroid yang Jatuh di Sudan Berhasil Dikumpulkan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sc7gcpdeoGI/AAAAAAAAADU/LvqWn95O_Bc/s72-c/1955301p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-833645989358941084</id><published>2009-03-21T18:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T18:38:20.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Pemasangan Sayap Panel Surya Sukses Dilaksanakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScWWegbA-2I/AAAAAAAAADM/RYFMNEhXHPE/s1600-h/0856343p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScWWegbA-2I/AAAAAAAAADM/RYFMNEhXHPE/s320/0856343p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315820386024225634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Dua astronot berhasil memasang perangkat terakhir sayap panel surya stasiun ke ruang angkasa internasional (ISS), Kamis (19/3). Misi ini merupakan misi utama Discovery yang bergabung dengan ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven Swanson dan Richard Arnold II berhasil menyambungkan kabel sayap panel surya. "Misi ini tidak berjalan selancar yang kami harapkan sebelumnya, tetapi para awak berhasil menunaikan tugasnya dengan baik," kata  Joseph Acaba kepada Mission Control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan sayap panel surya senilai 300 juta dollar AS ini membutuhkan usaha dari awak di dalam dan luar ISS. Swanson dan Arnold membantu rekan mereka di pesawat ulang-alik Discovery-ISS dengan secara hati-hati memindahkan panel seberat 14.000 kilogram dan setinggi 14 meter itu ke posisi sebuah lengan robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi lebih besar yang akan diemban para astronot adalah membentangkan sayap panel surya tersebut Jumat (20/3).  Ini merupakan sayap panel surya terakhir yang dipasang pada ISS yang berusia 10 tahun guna memaksimalkan pemakaian energi di stasiun ruang angkasa internasional tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terdapat 6 sayap panel surya di ISS. Panel terbaru akan menambah jumlah sayap panel surya menjadi 8. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kembali masuk ke Discovery setelah mengikuti misi spacewalk, Swanson dan Arnold harus melepas kunci dan pengait yang menahan sayap panel surya. Hal tersebut dilakukan untuk memungkinkan sayap panel tersebut membentang hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Antariksa AS, NASA memerlukan energi listrik tambahan yang akan disediakan oleh sayap panel surya untuk meningkatkan jumlah riset yang diadakan oleh ISS. Langkah ini akan diiringi oleh penambahan awak ISS hingga menjadi 6 yang diperkirakan terwujud dalam 2 bulan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM &lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-833645989358941084?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/833645989358941084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/pemasangan-sayap-panel-surya-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/833645989358941084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/833645989358941084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/pemasangan-sayap-panel-surya-sukses.html' title='Pemasangan Sayap Panel Surya Sukses Dilaksanakan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScWWegbA-2I/AAAAAAAAADM/RYFMNEhXHPE/s72-c/0856343p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8433293639134646732</id><published>2009-03-18T21:25:00.001-07:00</published><updated>2009-03-18T21:28:03.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Discovery Bergabung dengan ISS</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHJdgGybHI/AAAAAAAAADE/42JPFnr8ByM/s1600-h/0829043p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHJdgGybHI/AAAAAAAAADE/42JPFnr8ByM/s320/0829043p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314750543945690226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com — Pesawat ulang-alik ruang angkasa Discovery telah bergabung dengan stasiun ruang angkasa internasional (ISS). Salah satu misi Discovery adalah mengantarkan 1 set terakhir sayap panel solar yang akan membangkitkan energi ISS secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovery merapat ke ISS pada posisi 220 mil di atas wilayah Australia. "Selamat datang di ISS, Discovery, kami senang kalian berada di sini," sambut Kapten ISS Mike Fincke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bergabung dengan ISS, Komandan Discovery Lee Archambault memandu gerakan rotasi 360 derajat pesawat ulang-alik ruang angkasa ini agar astronot ISS dapat mengabadikan gambar lambung Discovery. Meskipun terdapat gangguan sistem komunikasi dengan Discovery yang melakukan rotasi, awak ISS berhasil mengambil gambar Discovery yang menunjukkan tak terdapat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar digital yang mencapai lebih dari 200 segera ditransmisikan ke bumi. Beberapa pakar akan menganalisis gambar tersebut untuk melacak apakah terdapat kerusakan pada Discovery setelah diluncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi Columbia saat berupaya kembali ke Bumi pada 2003. Tragedi tersebut berlangsung setelah diketahui sebagian keping pelindung panas tangki bahan bakar Columbia hilang pada saat peluncuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovery akan menghabiskan waktu 8 hari di ISS dan awaknya akan melakukan 3 misi spacewalk. Discovery harus meninggalkan ISS pertengahan pekan depan mengingat pesawat ulang-alik angkasa Rusia yang diluncurkan 26 Maret mendatang akan bergabung dengan stasiun itu untuk mengantarkan 2 awak baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM &lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8433293639134646732?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8433293639134646732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bergabung-dengan-iss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8433293639134646732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8433293639134646732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bergabung-dengan-iss.html' title='Discovery Bergabung dengan ISS'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHJdgGybHI/AAAAAAAAADE/42JPFnr8ByM/s72-c/0829043p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2915260093544051874</id><published>2009-03-18T21:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T21:25:08.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>"Sampah" Kembali Ancam ISS</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHI4644ckI/AAAAAAAAAC8/_8mppZKLBgI/s1600-h/1105041p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHI4644ckI/AAAAAAAAAC8/_8mppZKLBgI/s320/1105041p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314749915479962178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Senin (16/3), mendeteksi serpihan sampah luar angkasa berukuran 10 sentimeter tidak lama setelah pesawat ulang alik Discovery meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Lintasan sampah luar angkasa itu diperkirakan sangat dekat dengan ISS dan membahayakan stasiun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah luar angkasa itu diyakini berasal dari satelit era Uni Soviet, Kosmos 1275, yang hancur tidak lama setelah diluncurkan tahun 1981. Para pakar di AS dan Rusia mempertimbangkan untuk memindahkan ISS jika diperlukan untuk menghindari ancaman terkena serpihan sampah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tim di Houston dan Moskwa telah menyusun sebuah rencana untuk memindahkan ISS jika diperlukan, tetapi belum ada keputusan,” kata Kylie Clem, juru bicara NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari dengan saksama, para pakar itu yakin bahwa ISS tetap aman di tempatnya sekarang. NASA juga memberikan status aman bagi ISS sehingga para awaknya tidak perlu dievakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, tiga awak di ISS terpaksa dievakuasi dan berlindung sementara di kapsul darurat pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz, setelah sebuah potongan sampah luar angkasa yang lebih kecil terlacak tengah meluncur dengan cepat menuju orbit ISS. Mereka hanya mendapat peringatan mendadak dan tidak memiliki cukup waktu untuk keluar dari jalur sampah luar angkasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA telah delapan kali memindahkan posisi ISS untuk menghindari sampah luar angkasa, yang terkini pada Agustus 2008. Pekerjaan memindahkan posisi ISS cukup mudah, tetapi memakan bahan bakar cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesuaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemindahan posisi ISS mengharuskan pesawat ulang alik Discovery menyesuaikan posisi untuk sandar. Diperkirakan, Discovery sandar di ISS pada hari Selasa pukul 21.13 GMT atau Rabu pukul 04.13 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh awak Discovery tengah melakukan inspeksi pada sayap dan hidung pesawat menggunakan lengan robotik. Langkah itu adalah prosedur standar setelah peluncuran guna memeriksa adanya kerusakan yang terjadi selama peluncuran. Pemantauan rekaman video peluncuran menunjukkan tidak ada hal signifikan pada tangki bahan bakar eksternal Discovery dan pada badan pesawat ulang alik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah luar angkasa menjadi kekhawatiran terbesar NASA sejak lempengan pelindung panas yang lepas memecahkan tangki bahan bakar eksternal dan meretakkan sayap pesawat ulang alik Columbia tahun 2003. Akibatnya, Columbia meledak saat memasuki atmosfer Bumi dan menewaskan ketujuh awaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA menghentikan seluruh misi pesawat ulang alik tahun 2003. Misi pesawat ulang alik baru dimulai lagi dengan peluncuran pertama Discovery pada Juli 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tampaknya kita memiliki sedikit lebih banyak (sampah luar angkasa) saat ini daripada di masa lalu,” kata Paul Dye, Direktur Penerbangan NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini agak mirip dengan lalu lintas di jalan raya. Kadang-kadang buruk, kadang-kadang tidak. Kadang-kadang Anda bisa tahu mengapa, tetapi kadang-kadang Anda tidak yakin dari mana asalnya,” ujar Dye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi amannya, NASA tidak ingin ada benda apa pun yang tersesat di ”kotak” imajiner di sekeliling ISS. Kotak itu berukuran 24 kilometer x 24 kilometer x 1 ,6 kilometer. (ap/afp/reuters/fro)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2915260093544051874?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2915260093544051874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/sampah-kembali-ancam-iss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2915260093544051874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2915260093544051874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/sampah-kembali-ancam-iss.html' title='&quot;Sampah&quot; Kembali Ancam ISS'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/ScHI4644ckI/AAAAAAAAAC8/_8mppZKLBgI/s72-c/1105041p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8824968773066242256</id><published>2009-03-15T21:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T21:39:45.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Discovery Bawa Panel Surya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3X-yAflvI/AAAAAAAAACs/tf1skE3rw4A/s1600-h/180456p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3X-yAflvI/AAAAAAAAACs/tf1skE3rw4A/s320/180456p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313640608942757618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 16 Maret 2009 | 05:39 WIB&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com -  Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery, Minggu (15/3) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB. Misi Discovery kali ini adalah memasang panel surya di Stasiun Luar Angkasa Internasional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran Discovery tetap dilakukan meski NASA belum menemukan penyebab kebocoran hidrogen yang mengakibatkan penundaan misi pesawat ulang- alik itu, Rabu pekan lalu. ”Dari perspektif keselamatan, kami baik-baik saja,” kata Mike Leinbach, Direktur Peluncuran Discovery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apakah normal meluncurkan pesawat ulang-alik tanpa memecahkan masalah kebocoran hidrogen, Leinbach mengakui itu tidak biasa terjadi. ”Kami ingin tahu apa akar persoalannya. Saya agak terkejut karena kami tidak menemukan sesuatu yang lebih jelas,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebocoran hidrogen itu ditemukan saat pengisian tangki bahan bakar eksternal Discovery, beberapa jam sebelum peluncuran. Mike Moses, Kepala Tim Manajemen Misi, mengatakan, kebocoran terjadi di sistem darat, bukan di tangki bahan bakar eksternal Discovery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebocoran hidrogen sangat berbahaya karena bisa memicu ledakan. ”Kami melakukan segala sesuatu yang kami bisa, yaitu mengganti semua perangkat keras,” kata Moses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA memiliki waktu hingga Selasa pekan ini untuk meluncurkan Discovery agar tidak mengganggu misi pesawat ulang-alik milik Rusia, Soyuz, yang akan meluncur pada 26 Maret dan membawa pengusaha AS, Charles Simonyi. Dua pesawat ulang-alik tidak bisa sandar bersamaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak bisa diluncurkan hingga Selasa, misi Discovery harus ditunda hingga April. Peluncuran itu juga akan menunda misi lainnya untuk merawat dan memperbaiki teleskop luar angkasa Hubble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli meteorologi memperkirakan cuaca bagus pada Minggu di pesisir Florida. Kondisi untuk peluncuran diperkirakan 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovery membawa tujuh awak, salah satunya adalah astronot asal Jepang, Koichi Wakata. Ia adalah kru ISS asal Jepang yang pertama. Wakata akan tinggal di ISS menggantikan astronot AS, Sandy Magnus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipersingkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan peluncuran pada Minggu, misi Discovery dipersingkat satu hari dari misi 14 hari menjadi 13 hari. Satu rencana perjalanan di luar angkasa juga ditiadakan menjadi hanya tiga perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perjalanan di luar angkasa memakan waktu lebih dari enam jam. Diperlukan empat perjalanan di luar angkasa oleh dua tim astronot untuk menyelesaikan pemasangan panel surya di ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, pengurangan itu tidak memengaruhi misi untuk membawa dan memasang panel surya keempat di ISS. Panel surya itu akan digunakan untuk menyuplai tenaga bagi laboratorium di ISS dan bagi kru yang ditempatkan di ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel surya itu terdiri atas 32.800 sel surya dengan panjang 35 meter. Jika panel sel surya telah terpasang semua, dijadwalkan pada Mei, tenaga bagi ISS akan berlipat dari 90 kilowatt menjadi 120 kilowatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga tambahan itu akan membantu eksperimen ilmiah yang dilakukan di ISS. Saat ini ada dua tambahan laboratorium di ISS, yaitu Columbus milik Eropa dan Kibo milik Jepang. (ap/afp/fro)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8824968773066242256?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8824968773066242256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bawa-panel-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8824968773066242256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8824968773066242256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/discovery-bawa-panel-surya.html' title='Discovery Bawa Panel Surya'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3X-yAflvI/AAAAAAAAACs/tf1skE3rw4A/s72-c/180456p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5451687072592318941</id><published>2009-03-15T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T21:55:36.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Kosmonot Waswas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3buPzrCTI/AAAAAAAAAC0/XRo2J_s7MlM/s1600-h/mirpic21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3buPzrCTI/AAAAAAAAAC0/XRo2J_s7MlM/s320/mirpic21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313644722930780466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com - Tiga kosmonot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional terpaksa berlindung di pesawat luar angkasa Soyuz setelah sebuah sampah luar angkasa hampir menghantam stasiun luar angkasa itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah luar angkasa berukuran lebih kecil daripada ujung jari itu memaksa ketiga kosmonot Rusia segera meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Kamis (12/3) pagi. Ketiga kosmonot, yaitu Yury Lonchakov (Rusia), Michael Fincke, dan Sandra Magnus (AS), terlambat mengetahui keberadaan sampah kecil yang berbahaya itu. Sampah ini dilaporkan mendekati ISS dengan kecepatan tinggi dan berpotensi menabrak ISS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosmonot Fincke selaku komandan misi, Magnus (teknisi pertama), dan Lonchakov (teknisi kedua) harus bergegas meninggalkan ISS dan masuk Soyuz sebagai tindakan berjaga-jaga apabila benar-benar terjadi tabrakan. Ketiga kru dilaporkan segera mengunci pintu Soyuz dan bersiap-siap jika terjadi tabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berada 10 menit dalam Soyuz hingga lampu tanda aman menyala. Menurut juru bicara di Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), Laura Rochon, risiko tabrakan tadi amat rendah. Sampah itu sangat kecil dan berada 4,5 kilometer dari ISS seharga 100 miliar dollar AS itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampah itu amat kecil, hanya sekitar sepertiga dari satu sentimeter. Sampah itu mungkin bagian dari mesin milik roket Delta atau milik pesawat luar angkasa,” kata Rochon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;800 satelit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah di luar angkasa dianggap berbahaya, bukan saja bagi ISS, tetapi juga bagi 800 satelit komersial dan militer di orbit Bumi. Sejauh ini diketahui, ada sekitar 18.000 sampah luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apa pun bentuknya, sampah ini tetap berbahaya karena kecepatan gerak sampah itu. Serpihan sekecil serpihan cat bisa bergerak hingga 27.360 kilometer per jam sehingga bisa merusak kaca-kaca satelit. Menurut hasil penelitian American University di Washington DC, bola sebesar kelereng punya daya rusak setara peti besi seberat 180 kilogram yang jatuh dari lantai 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli memperkirakan saat ini di luar angkasa terdapat lebih dari 300.000 obyek berukuran 1-10 sentimeter dan jutaan lagi berukuran lebih kecil. Januari 2007, China menguji senjata antisatelit atas satelit cuaca usang. Akibatnya, terbentuk ”awan sampah” terbesar sepanjang sejarah. (REUTERS/AFP/AP/LUK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5451687072592318941?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5451687072592318941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/kosmonot-waswas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5451687072592318941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5451687072592318941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/kosmonot-waswas.html' title='Kosmonot Waswas'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Sb3buPzrCTI/AAAAAAAAAC0/XRo2J_s7MlM/s72-c/mirpic21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7165186220820879507</id><published>2009-03-10T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T23:11:05.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Kepler, Si Pencari Planet Mirip Bumi Diluncurkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbdV7qwKt4I/AAAAAAAAACc/DqRPmYLDXpY/s1600-h/1336158p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbdV7qwKt4I/AAAAAAAAACc/DqRPmYLDXpY/s320/1336158p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311808769083750274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Maret 2009 | 13:33 WIB&lt;br /&gt;FLORIDA, JUMAT — NASA meluncurkan sebuah teleskop perintis, Jumat (6/3), untuk menyelidiki sebuah sudut Galaksi Bima Sakti dengan harapan menemukan kemungkinan keberadaan planet-planet seperti Bumi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop yang dinamai Kepler ini melesak menuju langit bertabur bintang dibawa oleh roket tak berawak Delta yang diluncurkan pada pukul 10.49, Jumat malam waktu AS (Sabtu siang WIB) dari Pangkalan Angkatan Udara AS di Tanjung Canaveral, Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebegitu jauh, meskipun kami telah menemukan lebih dari 300 planet (di luar tata surya), kami tak menemukan satu pun yang sama dengan Bumi," kata pejabat NASA urusan sains antariksa, Ed Weiler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepler, diambil dari nama astronom abad ke-17 Johannes Kepler, dirancang untuk menemukan planet sejenis Bumi. Begitu berada di posisi mengekor Bumi dalam mengitari Matahari, Kepler akan bergerak menuju satu sudut langit di antara konstelasi Cygnus dan Lyra yang diisi oleh lebih dari 4 juta bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan berencana untuk mencermati observasi Kepler terhadap lebih dari 100.000 target dengan harapan menangkap percikan cahaya kecil dari planet-planet yang lewat. "Mencoba mendeteksi planet-planet seukuran Jupiter di depan bintang-bintang adalah seperti mencoba mengukur efek nyamuk terbang terhadap lampu sorot kendaraan. Menemukan planet-planet seukuran Bumi itu seperti mencoba mendeteksi kutu yang sangat kecil," kata Jim Fanson, manajer proyek Kepler. Di samping sulit dilakukan, pengukuran planet juga akan menyita banyak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah planet seukuran Bumi yang jaraknya sama dengan Bumi ke Matahari, hanya akan dilihat Kepler sekali setahun. Para ilmuwan menyatakan bahwa mereka akan menangkap tiga transit untuk memverifikasi keberadaan satu dunia seukuran Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA berharap menindaklanjuti misi Kepler yang menelan biaya 591 juta dollar AS itu dengan satu generasi baru teleskop berkemampuan tinggi dalam mencitrakan planet-planet seukuran Bumi dan menganalisis atmosfernya guna menemukan unsur gas yang mengindikasikan adanya kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira kami akan benar-benar terkejut jika Kepler tidak menemukan satu pun planet mirip Bumi. Saya kira kita akan menemukan banyak sekali planet seukuran Bumi," kata astronom Alan Boss yang bekerja untuk Carnegie Institution, Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO &lt;br /&gt;Sumber : ANT,AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7165186220820879507?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7165186220820879507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/kepler-si-pencari-planet-mirip-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7165186220820879507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7165186220820879507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/kepler-si-pencari-planet-mirip-bumi.html' title='Kepler, Si Pencari Planet Mirip Bumi Diluncurkan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbdV7qwKt4I/AAAAAAAAACc/DqRPmYLDXpY/s72-c/1336158p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7092450484145592824</id><published>2009-03-06T18:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T18:18:38.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Misi Pertama Pencarian Planet seperti Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHZRTpoSDI/AAAAAAAAACM/S7rizekHZOo/s1600-h/144829p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHZRTpoSDI/AAAAAAAAACM/S7rizekHZOo/s320/144829p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310264327002409010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, RABU — NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata surya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Florida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA) AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama seperti matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepler akan merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi kita, Bima Sakti, dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata direktur astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, Jon Morse, dalam jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sensus keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman banyaknya planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi yang akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler mampu mendeteksi bintang-bintang yang berkedip secara berkala akibat tertutup planet-planet saat benda langit itu melintas di dekat bintang-bintang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan biaya hampir 600 juta dollar AS, misi Kepler akan berlangsung selama tiga tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti matahari di kawasan konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terlalu panas dan juga dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan tempat-tempat dengan kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan. "Apa yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya. "Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai bagi adanya air cair di permukaan planet."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop itu, yang siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh misinya, mampu melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi planet-planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Planet-planet seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis akan memerlukan waktu setahun untuk mengorbit. Jadi, rentang kehidupan tiga tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran sebuah planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas bintang-bintang yang diedarinya," kata NASA dalam sebuah pernyataannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika kami menemukan banyak planet, ia tentu saja mengandung arti bahwa kehidupan boleh jadi sesuatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan ada peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata Boeucki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit ditemukan, itu boleh jadi menegaskan bahwa planet-planet yang dapat didiami seperti Bumi sangat jarang dan Bumi kemungkinan satu-satunya pos terdepan bagi kehidupan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7092450484145592824?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7092450484145592824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/misi-pertama-pencarian-planet-seperti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7092450484145592824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7092450484145592824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/misi-pertama-pencarian-planet-seperti.html' title='Misi Pertama Pencarian Planet seperti Bumi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHZRTpoSDI/AAAAAAAAACM/S7rizekHZOo/s72-c/144829p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5864042556978807043</id><published>2009-03-06T18:10:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T18:14:41.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Sebuah Asteroid Nyaris Tabrak Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHYKPpZntI/AAAAAAAAACE/_GAiT9WCXc8/s1600-h/194926p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHYKPpZntI/AAAAAAAAACE/_GAiT9WCXc8/s320/194926p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310263106156994258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, SELASA - Sebuah asteroid melintas sangat dekat dan bisa saja menabrak Bumi jika terjadi sedikit perubahan jalur orbit. Betapa tidak, jarak terdekat dengan Bumi saat melintas hanya tinggal 66.000 kilometer. Bandingkan jarak Bumi-Bulan yang rata-rata 384.000 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mengejutkan lagi kedatangan asteroid ini tidak diduga-duga sebelumnya. Astroid yang diberi nama 2009 DD45 ini baru terdeteksi beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat yang beruntung di wilayah Asia, Australia, dan Kepulauan Pasifik dapat melihatnya saat melintas di natar Bumi dan Bulan pada Senin (2/3) pukul 20.44. Batuan angkasa itu bergerak dengan kecepatan hanya 20 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita melihat objek-objek yang melintas sedekat ini atau bahkan lebih dekat hanya tiap beberapa bulan sekali," ujar Timothy Spahr, direktur Pusat Planet Minor Himpunan Astronomi Internasional (IAU) di Massachusetts, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asteroid 2009 DD45 baru dilaporkan kedatangannya pada 28 Februari. Observatorium Siding Spring Australia hanya merekamnya sebagai sebuah titik kecil. Saat itu, asteroid berada pada jarak 2,4 juta kilometer dan melesat dengan kecepatan sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding objek ruang angkasa lainnya, asteroid termasuk kecil dengan diameter antara 20-50 meter. Asteroid merupakan objek batuan padat yang banyak mengorbit di kawasan yang disebut sabut asteroid antara Planet Mars dan Jupiter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Objek sekecil itu sulit dilihat dengan mata telanjang meski berada pada jarak sangat dekat dengan Bumi," ujar Spahr. Namun, penganat amatir maupun profesional dapat mengatinya dengan teleskop ke arah lintasan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bantuan para astronom amatir di berbagai belahan dunia, bentuk lintasan orbitnya dapat diperkirakan. Asteroid tersebut mengorbit di bagian dalam tata surya dan diperkirakan menghabiskan waktu 1,56 tahun untuk sekali mengelilingi Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa peluang asteroid tersebut dapat melintas kembali dekat Bumi cukup besar karena waktu orbit yang tidak terlampau jauh berbeda. Meski demikian, para astronom belum sampai pada kesimpulan bahwa objek tersebut mengancam Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini tidak ada kejadian yang luar biasa," ujar Spahr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH&lt;br /&gt;Sumber : National Geographic News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5864042556978807043?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5864042556978807043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/sebuah-asteroid-nyaris-tabrak-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5864042556978807043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5864042556978807043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/sebuah-asteroid-nyaris-tabrak-bumi.html' title='Sebuah Asteroid Nyaris Tabrak Bumi'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHYKPpZntI/AAAAAAAAACE/_GAiT9WCXc8/s72-c/194926p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7452209346433267944</id><published>2009-03-06T18:04:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T18:09:43.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Misi Satelit China di Bulan Berakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHXIcRSpoI/AAAAAAAAAB8/rj_84abzIDc/s1600-h/0132437p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHXIcRSpoI/AAAAAAAAAB8/rj_84abzIDc/s320/0132437p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310261975674168962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BEIJING, MINGGU - Satelit penyelidik China mengakhiri misi 16 bulan dengan menabrakkan diri ke permukaan bulan sesuai dengan yang direncanakan.  Satelit Chang’e-1, yang namanya diambil dari nama dewi bulan, menabrak permukaan bulan Minggu (1/3) sore waktu Beijing, setelah mengorbit bulan ribuan kali untuk membuat peta permukaan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit itu merupakan langkah pertama dalam rencana-rencana untuk mendaratkan sebuah kendaraan di bulan pada 2012. Sebelum pendaratan yang direncanakan itu, China akan mengirim satelit Chang’e-2 untuk melakukan sebuah misi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim gugur lalu, China juga meluncurkan misi antariksa berawak ketiga, dengan penayangan langsung dari udara mengenai jalan kaki astronot mereka yang pertama di angkasa yang memukau rakyat negara itu. Sejumlah pejabat Beijing mengatakan, China berharap pada akhirnya bisa mendaratkan astronot di bulan, namun pemerintah belum mengumumkan jadwal bagi misi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7452209346433267944?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7452209346433267944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/misi-satelit-china-di-bulan-berakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7452209346433267944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7452209346433267944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/03/misi-satelit-china-di-bulan-berakhir.html' title='Misi Satelit China di Bulan Berakhir'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SbHXIcRSpoI/AAAAAAAAAB8/rj_84abzIDc/s72-c/0132437p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5688933745413001658</id><published>2009-02-27T18:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T18:23:49.154-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Galaksi Bimasakti Terancam Ditabrak Awan Raksasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Saif9AHBaWI/AAAAAAAAAB0/eUEhWKRx0d8/s1600-h/151803p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Saif9AHBaWI/AAAAAAAAAB0/eUEhWKRx0d8/s320/151803p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307668031206418786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AUSTIN, MINGGU - Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Objek tersebut diberi nama Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda. Sejak ditemukan, para astronom masih berdebat apakah awan tersebut benar-benar mendekati galaksi Bimasakti atau menjauhinya.&lt;br /&gt;Rekaman data yang ada selama ini masih terbatas dan tidak jelas apakah objek tersebut bagian dari kabut Bimasakti atau masih bergerak ke arahnya. Sejauh ini, para peneliti hanya mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara melihtanya adlah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.&lt;br /&gt;Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Dari kepala ke ujung ekornya cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion.&lt;br /&gt;Hasil pengamatan baru menggunakan teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, AS, menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bimasakti. Bahkan, seperti dilaporkan gabungan tim astronom dari Observatorium Astronomi Radio Nasional AS (NRAO) dan Universitas Winconsin Whitewater dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika ke-211 di Austin, Texas baru-baru ini, gaya dorongnya telah menyentuh kabut Bimasakti.&lt;br /&gt;"Jika tabrakan terjadi, hal tersebut akan memicu lahirnya formasi bintang-bintang baru. Akan banyak bintang raksasa yang terbentuk, berumur pendek, dan meledak sebagai supernova yang memancarkan cahaya menyilaukan," ujar Ketua tim peneliti, DR. Felix Lockman, dari NRAO.&lt;br /&gt;Sebab, Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya. Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti.&lt;br /&gt;Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat. Tabrakan akan terjadi di pinggir piringan Bimasakti yang jarak ke pusatnya hampir sama dengan jarak tata surya kita ke pusat galaksi. Namun, posisinya jauh dari tata surya kita, diperkirakan berjarak 90 derajat terhadap pusat piringan.&lt;br /&gt;"Kami tidak tahu dari mana asalnya, apalagi orbitnya membingungkan, namun kami katakan bahwa ia mulai berinteraksi dengan bagian terluar Bimasakti," tandas Lockman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH &lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5688933745413001658?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5688933745413001658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/galaksi-bimasakti-terancam-ditabrak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5688933745413001658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5688933745413001658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/galaksi-bimasakti-terancam-ditabrak.html' title='Galaksi Bimasakti Terancam Ditabrak Awan Raksasa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/Saif9AHBaWI/AAAAAAAAAB0/eUEhWKRx0d8/s72-c/151803p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6545093818561338101</id><published>2009-02-26T18:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T18:28:33.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>2012, Masa Paling Sakral dan Berbahaya?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SadPmahQ7aI/AAAAAAAAABo/j-a21IFAJWI/s1600-h/0953242p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SadPmahQ7aI/AAAAAAAAABo/j-a21IFAJWI/s320/0953242p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307298207251885474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan banyak ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku penciptaan bintang masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Maya yakin, sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai ramalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menginterpretasikan 21/12/2012 sebagai ”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat waktunya melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan penderitaan, tetapi juga harapan dan janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selalu terjadi kontraksi,” ujar Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat penghancuran lingkungan dan perusakan atmosfer Bumi—dampak kebencian dan keserakahan manusia—serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan nonmanusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies &amp; Possibilities (2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani ilmu pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa diri kita di tengah Semesta Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli fisika biologi dan ahli kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, peneliti Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet Bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak menjamin keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan dimanipulasi pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci kehidupan modern.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pilihan ada di tangan manusia: membiarkan planet Bumi hancur atau melanjutkan evolusinya. Mari kita renungkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Maria Hartiningsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6545093818561338101?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6545093818561338101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/2012-masa-paling-sakral-dan-berbahaya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6545093818561338101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6545093818561338101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/2012-masa-paling-sakral-dan-berbahaya.html' title='2012, Masa Paling Sakral dan Berbahaya?'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SadPmahQ7aI/AAAAAAAAABo/j-a21IFAJWI/s72-c/0953242p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7887786835762321915</id><published>2009-02-25T22:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T22:57:17.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Misi Pengukur CO2 NASA Gagal</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY9GSkXm5I/AAAAAAAAABg/GhIUK_rA4CI/s1600-h/195156p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY9GSkXm5I/AAAAAAAAABg/GhIUK_rA4CI/s320/195156p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306996389175597970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 25 Februari 2009 | 10:41 WIB&lt;br /&gt;WASHINGTON, SELASA — Misi pertama NASA untuk mengukur karbon dioksida (CO2) dari ruang angkasa gagal akibat satu roket peluncur tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat mengatakan, bagian roket yang menutupi satelit di ujung peluncur itu tidak berhasil memisahkan diri dengan sempurna. Jika penemuan tentang hal ini benar, misi itu akan benar-benar gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orbiting Carbon Observatory (OCO) bertujuan membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi penting di permukaan planet Bumi tempat gas diproduksi dan diserap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat NASA membenarkan peluncuran OCO ini gagal dalam satu jumpa pers, Selasa (24/2). John Brunschwyler dari Orbital Sciences Corp, pembuat roket itu, mengatakan, satelit jatuh di Antartika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi ini diluncurkan dengan roket Taurus XL, roket terkecil yang digunakan badan ruang angkasa itu. Roket jenis ini sudah delapan kali diluncurkan, dua kali gagal, termasuk peluncuran kali ini, namun ini untuk pertama kali Nasa mempergunakannya. Sekarang Nasa akan membentuk dewan penyelidik untuk mencari tahu akar penyebab masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga melihat roket peluncur itu terbang ke angkasa dari Markas Militer Angkatan Udara Vandernberg, negara bagian California, Selasa (24/2). Pemberitahuan pertama masalah ini dikeluarkan oleh komentator pengendali peluncur Nasa, George Diller. "Ini pengendali peluncuran Taurus. Kami menyatakan peluncuran tidak berhasil malam ini," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesawat ruang angkasa OCO tidak mencapai orbitnya dengan sukses. Mereka masih mencari data telemetri dengan teliti. Tampaknya kami mendapat pertanda bahwa penutup di atas roket tidak berhasil memisahkan diri. Penutup itu tidak berpisah atau tidak lepas dengan sempurna, namun saat ini kami masih mengkaji status pasti pesawat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan penutup ini adalah proses terakhir yang harus dilakukan satelit saat terbang ke orbit. Orbital mengatakan, tidak ada perubahan dalam desain penutup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Brunschwyler meragukan perkiraan bahwa ada hubungan antara kegagalan itu dan masalah aliran listrik yang terjadi sebelum roket diluncurkan. "Ini berada dalam sistem terpisah, jadi saya yakin tidak ada hubungan sama sekali," ujar Brunschwyler kepada wartawan dalam jumpa pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan berharap misi OCO bisa memperbaiki model iklim bumi dan membantu para peneliti mengetahui asal gas rumah kaca dan seberapa besar diserap oleh hutan dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekitar 50 persen karbon yang dikeluarkan ke atmosfer, misalnya dari pembakaran minyak fosil dan pembersihan lahan, tetap berada di sana. Sebagian besar sisanya diserap oleh hutan dan lautan yang berfungsi sebagai "tempat pembuangan". Namun tampaknya ada tempat pembuangan karbon luas yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua perhatian kini diarahkan pada alat Gosat milik Jepang untuk mencari tempat pembuangan yang hilang itu," ujar Dr Palmer. Gosat diluncurkan bulan Januari dari Tanegashima, Jepang, dan dibuat untuk memonitor gas rumah kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO &lt;br /&gt;Sumber : BBC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7887786835762321915?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7887786835762321915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/misi-pengukur-co2-nasa-gagal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7887786835762321915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7887786835762321915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/misi-pengukur-co2-nasa-gagal.html' title='Misi Pengukur CO2 NASA Gagal'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY9GSkXm5I/AAAAAAAAABg/GhIUK_rA4CI/s72-c/195156p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4379063530321236081</id><published>2009-02-25T22:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T22:55:01.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Mata Tuhan Memandangi Dunia dari 700 Tahun Cahaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY8l6sFvbI/AAAAAAAAABY/vGO89yNgHWA/s1600-h/0917343p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY8l6sFvbI/AAAAAAAAABY/vGO89yNgHWA/s320/0917343p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306995833009716658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Februari 2009 | 09:23 WIB&lt;br /&gt;Para ilmuwan menyebut gambar bintang yang berhasil ditangkap oleh sebuah teleskop raksasa di pegunungan Chili ini adalah Mata Tuhan. Mata Tuhan atau dikenal juga dengan sebutan Helix Nebula memandang bumi jauh dari ruang angkasa atau mencapai sekitar 700 tahun cahaya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helix Nebula menyerupai bola mata berwarna biru dan dihiasi warna putih serta kelopak berwarna merah muda. Kumpulan warna tersebut terbentuk oleh lapisan gas dan debu yang diterbangkan serta dipancarkan oleh bintang yang akan berakhir masa hidupnya dalam kurun ribuan tahun mendatang. Matahari juga diperkirakan akan bernasib serupa dengan bintang ini kendati tidak dalam waktu 5 miliar tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helix Nebula terletak pada konstelasi Aquarius dan dapat diamati oleh astronom amatir dengan menggunakan teleskop biasa walaupun tampak redup gambarnya. Menempati sebuah wilayah di langit dengan ukurannya yang mencapai separuh dari bulan purnama, Helix Nebula berukuran sangat besar sehingga dibutuhkan pantulan cahaya dua setengah tahun untuk mengitarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM &lt;br /&gt;Sumber : daily mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4379063530321236081?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4379063530321236081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/mata-tuhan-memandangi-dunia-dari-700.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4379063530321236081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4379063530321236081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/mata-tuhan-memandangi-dunia-dari-700.html' title='Mata Tuhan Memandangi Dunia dari 700 Tahun Cahaya'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaY8l6sFvbI/AAAAAAAAABY/vGO89yNgHWA/s72-c/0917343p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7135876849386947556</id><published>2009-02-24T19:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T22:40:35.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Lubang Hitam di Galaksi Tetangga</title><content type='html'>&lt;b&gt;SEBUAH &lt;/b&gt;lubang hitam (&lt;i&gt;black hole&lt;/i&gt;) terdeteksi di galaksi yang dekat dari Galaksi Bimasakti. Lubang hitam tersebut mungkin kembaran lubang hitam yang ada di galaksi tempat tata surya kita berada.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaS-A6ufGYI/AAAAAAAAABQ/y15bkPV2mUM/s1600-h/224336p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaS-A6ufGYI/AAAAAAAAABQ/y15bkPV2mUM/s320/224336p.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;Galaksi yang disebut NGC 253 merupakan salah satu galaksi spiral yang mengandung banyak sekali bintang dan debu angkasa yang pekat. Karena letaknya di konstelasi Sculptor, galaksi tersebut juga disebut Galaksi Sculptor. Galaksi tersebut juga disebut galaksi starbust karena banyaknya bintang yang terbentuk di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para astronom dari Instituto de Astrofisica de Canaries di Spanyol berhasil merekam dengan detik galaksi tersebut menggunakan instrumen optik adaptif di teleskop raksasa VLT (&lt;i&gt;very large telescope&lt;/i&gt;) milik ESO (European Southern Observatory) yang ada di Gurun Atacama, Chili. Peralatan tersebut dilengkapi dengan instrumen optik dan cermin yang mengatasi efek &lt;i&gt;blur&lt;/i&gt; akibat pembiasan di atmosfer sehingga kemampuan teleskop terestrial ini setara dengan teleskop ruang angkasa.&lt;br /&gt;"Pengamatan kami menghasilkan rincian gambar yang jauh lebih jelas," ujar Juan Antonio Fernandez-Ontiveros. Dari gambar tersebut, para astronom menemukan 37 daerah cemerlang yang berada di satu kawasan sempit di pusat galaksi.&lt;br /&gt;Bintang-bintang yang sangat rapat itu berkumpul di satu daerah yang hanya mewakili satu persen besar galaksi. Di kawasan tersebut mungkin terdapat pusat kelahiran bintang yang terbentuk di gumpalan debu yang sangat pekat.&lt;br /&gt;Selain itu, hasil pemantauan yang dikombinasikan dengan pengukuran gelombang maupun citra teleskop ruang angkasa Hubble menunjukkan adanya aktivitas gelombang radio yang sangat tinggi di kawasan tersebut. Para peneliti yakin di pusat galaksi ini terdapat sumber pancaran gelombang radio seperti Sagittarius A di dekat pusat galaksi Bima Sakti yang merupakan tempat terbentuknya lubang hitam.&lt;br /&gt;"Kami mungkin menemukan kembaran pusat galaksi kita," ujar Almudena Prieto. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Academy Society Letters edisi teranyar.&lt;br /&gt;Lubang hitam merupakan misteri alam yang diperkirakan terbentuk dari bintang sangat besar yang telah mati karena menghabiskan seluruh energinya. Saat pusatnya tak menghasilkan dorongan ke luar, dinding bintang malah runtuh dan menarik obyek-obyek di sekitarnya. Kekuatan gravitasi lubang hitam sangat besar bahkan menarik cahaya ke dalam. Lubang hitam gelap gulita dan hanya terdeteksi dari aktivitas gelombang radio dan obyek-obyek yang terlihat mengelilinginya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data &lt;a href="http://antwrp.gsfc.nasa.gov/cgi-bin/apod/apod_search?ngc+253"&gt;NASA&lt;/a&gt;, galaksi NGC 253 berada pada jarak sekitar 13 juta tahun cahaya dari Bumi (bukan 11 tahun cahaya seperti tertulis sebelumnya). Galaksi yang menonjol di konstelasi Sculptor ini memiliki lebar bentangan 70.000 tahun cahaya. 1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;&lt;b style="color: #999999; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 11px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7135876849386947556?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7135876849386947556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/lubang-hitam-di-galaksi-tetangga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7135876849386947556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7135876849386947556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/lubang-hitam-di-galaksi-tetangga.html' title='Lubang Hitam di Galaksi Tetangga'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaS-A6ufGYI/AAAAAAAAABQ/y15bkPV2mUM/s72-c/224336p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3022778967884362809</id><published>2009-02-24T00:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T22:42:46.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Galaksi Kerdil Terbentuk dalam Bahan Murni Alam Semesta</title><content type='html'>&lt;strong&gt;WASHINGTON, KAMIS&lt;/strong&gt; - Teleskop ruang angkasa "Galaxy Evolution Explorer" milik NASA untuk pertama kali, mengidentifikasi beberapa galaksi kerdil yang mungkin terbentuk dari bahan murni yang tersisa dari awal terbentuknya alam semesta. Demikian hasil dari studi baru yang disiarkan di jurnal Nature, Kamis (18/2).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaOyVG0WPLI/AAAAAAAAABE/UKNBgq3tpBU/s1600-h/160204p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaOyVG0WPLI/AAAAAAAAABE/UKNBgq3tpBU/s320/160204p.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;Temuan tersebut mengejutkan beberapa ahli astronomi karena sebagian besar galaksi terbentuk melalui penggabungan bahan misterius yang disebut bahan gelap atau dari logam yang berisi gas. Galaksi kerdil merupakan kumpulan bintang yang relatif kecil dan seringkali mengorbit di sekitar galaksi yang lebih besar seperti Galaksi Bima Sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tim astronom, yang dipimpin David Thilker dari Henry A. Rowland Department of Physics and Astronomy di The John Hopkins University, menemukan galaksi baru yang tak diduga sedang terbentuk di dalam "Leo Ring". Lokasi ini berupa awan hidrogen yang sangat besar dan helium yang mengikuti jalur kasar di sekitar dua galaksi sangat besar di konstalasi Leo.&lt;br /&gt;Awan tebal tersebut mirip objek tertua yang merupakan sisa bahan kuno yang relatif tak berubah sejak alam semesta terbentuk. Lingkaran itu, yang diidentifikasi sekitar 25 tahun lalu oleh gelombang radio, tak dapat dilihat dengan cahaya tampak.&lt;br /&gt;"Objek yang menarik ini telah dipelajari selama beberapa dasawarsa dengan menggunakan teleskop kelas dunia yang beroperasi dengan menggunakan gelombang radio dan optik," kata Thilker, seorang ilmuwan peneliti.&lt;br /&gt;"Meskipun ada usaha semacam itu, tak ada yang dideteksi kecuali gas. Tak ada bintang sama sekali, muda apalagi tua, yang ditemukan. Namun ketika kami meneliti lingkaran tersebut dengan menggunakan Galaxy Evolution Explorer, yang sangat peka terhadap sinar ultraviolet, kami melihat bukti yang mengagumkan mengenai pembentukan bintang baru yang sangat besar. Itu benar-benar tak terduga. Kami menyaksikan galaksi yang terbentuk dari awan gas murni."&lt;br /&gt;Dalam studi baru-baru ini, Thilker dan timnya mendapati tanda ultraviolet bintang muda yang berasal dari beberapa kumpulan gas di dalam "Leo Ring".&lt;br /&gt;"Kami berspekulasi bahwa kompleks bintang muda ini adalah galaksi kerdil, meskipun, sebagaimana diperlihatkan sebelumnya oleh ahli astronomi radio, kumpulan gas itu yang membentuk galaksi ini kekurangan bahan gelap," katanya.&lt;br /&gt;"Hampir semua galaksi lain yang kami ketahui didominasi oleh bahan gelap, yang bertindak sebagai benih bagi kumpulan kompenen berkilauan mereka --bintang, gas dan debu. Apa yang kami lihat muncul di ’Leo Ring’ adalah model baru bagi pembentukan galaksi kerdil di dalam bahan yang tersisa dari kebanyakan rakitan kumpulan galaksi ini sebelumnya," katanya.&lt;br /&gt;Alam semesta lokal kita berisi dua galaksi besar, Bima Sakti dan Galaksi Andromeda, yang masing-masing memiliki ratusan miliar bintang, dan Galaksi Triangulum, dengan beberapa puluh miliar bintang. Galaksi terakhir tersebut juga memiliki lebih dari 40 galaksi yang kebanyakan kerdil, yang hanya memiliki beberapa miliar bintang.&lt;br /&gt;Bahan gelap yang tidak kasat mata, yang dideteksi oleh pengaruh gravitasinya, adalah komponen utama bagi galaksi raksasa dan kerdil dengan satu pengecualian-galaksi kerdil bergelombang. Galaksi kerdil bergelombang memampatkan gas yang didaur-ulang dari galaksi lain dan telah dipisahkan dari kebanyakan bahan gelap yang pada asalnya mereka berkaitan. &lt;br /&gt;Galaksi kerdil bergelombang itu dihasilkan ketika galaksi bertabrakkan dan massa gravitasi mereka berinteraksi.&lt;br /&gt;Akibat kerasnya benturan, arus bahan galaksi tertarik ke luar dari galaksi induk dan ikatan bahan gelap yang mengelilinginya. Karena galaksi tersebut kekurangan bahan gelap, galaksi baru yang terlihat di "Leo Ring" menyerupai galaksi kerdil yang bergelombang, tapi mereka berbeda secara mendasar.&lt;br /&gt;Bahan bergas yang menghasilkan galaksi kerdil yang bergelombang sudah mengelilingi satu galaksi. Bahan itu telah diperkaya dengan logam yang lebih berat daripada helium dan dihasilkan saat bintang berevolusi.&lt;br /&gt;"Galaksi kerdil di Leo Ring terdiri atas kebanyakan bahan murni tanpa logam," kata Thilker. "Temuan ini memungkinkan kami mengkaji proses pembentukan bintang pada gas yang belum diperkaya."&lt;br /&gt;Awan murni yang besar dan serupa dengan "Leo Ring" mungkin umum di seluruh alam semesta awal, kata Thilker, dan selanjutnya mungkin telah menghasilkan banyak galaksi kerdil yang kekurangan bahan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;&lt;b style="color: #999999; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 11px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3022778967884362809?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3022778967884362809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/galaksi-kerdil-terbentuk-dalam-bahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3022778967884362809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3022778967884362809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/galaksi-kerdil-terbentuk-dalam-bahan.html' title='Galaksi Kerdil Terbentuk dalam Bahan Murni Alam Semesta'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaOyVG0WPLI/AAAAAAAAABE/UKNBgq3tpBU/s72-c/160204p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3297959682510914249</id><published>2009-02-23T01:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:29:07.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Jangan Lewatkan Nonton Komet Lulin, Kesempatan Sekali Seumur Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 23 Februari 2009 | 08:26 WIB&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SENIN&lt;/strong&gt; — Di sepanjang perjalanannya berkunjung ke pusat Tata Surya, Komet Lulin akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi besok. Cahayanya yang terang membuat komet tersebut mungkin dapat dilihat dengan mata telanjang, terutama di daerah-daerah yang bebas dari gangguan cahaya lampu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJsRbnLidI/AAAAAAAAAA8/G8VjBe17wGg/s1600-h/0802107p.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJsRbnLidI/AAAAAAAAAA8/G8VjBe17wGg/s320/0802107p.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Pada Selasa (24/2), jarak terdekat dengan Bumi pada 0,41 unit astronomi (jarak Matahari-Bumi) atau 160 kali jarak Bumi-Bulan, yakni sekitar 61 juta kilometer. Meski berada pada jarak terdekat dengan Bumi, komet tersebut tidak membahayakan. Racun cyanida dan diatom karbon yang memancar hijau dari permukaannya juga tak akan sampai masuk atmosfer Bumi karena saking jauhnya.&lt;br /&gt;Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada sepertiga malam sejak pukul 03.00 beberapa jam sebelum Matahari terbit, Selasa dini hari. Arahkan pengamatan ke langit barat lalu carilah Planet Saturnus yang ada di dekat rasi Leo sebagai panduan. Planet keenam di Tata Surya tersebut sangat mudah dilihat dan dominan di pagi hari. Posisi komet akan berada beberapa derajat di bawah posisi Planet Saturnus.&lt;br /&gt;Cahaya yang dipancarkan komet diperkirakan memiliki magnitudo 4-5. Jadi, jangan terlalu berharap dapat melihat dari kota karena bintang paling lemah yang dapat dilihat dari kota memiliki magnitudo 3. Semakin besar magnitudo, makin lemah kecerlangannya.&lt;br /&gt;Pada kecerlangannya ini, komet hanya dapat dilihat di daerah yang sangat gelap dan tidak ada gangguan cahaya seperti di kota. Meski demikian, pengamatan terbaik menggunakan teleskop, baik yang sederhana maupun binokuler.&lt;br /&gt;Kesempatan untuk melihat komet yang memancarkan cahaya berwarna hijau tersebut mungkin hanya sekali seumur hidup. Jadi, jangan lewatkan kalau memang ada kesempatan karena tak semua orang beruntung dapat melihatnya. Berdoa saja cuaca bersahabat dan tak mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3297959682510914249?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3297959682510914249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/jangan-lewatkan-nonton-komet-lulin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3297959682510914249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3297959682510914249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/jangan-lewatkan-nonton-komet-lulin.html' title='Jangan Lewatkan Nonton Komet Lulin, Kesempatan Sekali Seumur Hidup'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJsRbnLidI/AAAAAAAAAA8/G8VjBe17wGg/s72-c/0802107p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5411890831745984288</id><published>2009-02-23T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:19:40.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains'/><title type='text'>Terowongan "Kiamat" di Tanah Swiss</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 23 Februari 2009 | 06:37 WIB&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJp2jjrcfI/AAAAAAAAAA0/9E09DeVKaTs/s1600-h/0638085p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJp2jjrcfI/AAAAAAAAAA0/9E09DeVKaTs/s320/0638085p.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;SWISS, MINGGU &lt;/b&gt;— Laboratorium berupa terowongan sepanjang 27 kilometer, 91 meter di bawah tanah Swiss, disebut sebagai penemuan terbesar abad ini. Large Hadron Collider (LHC) akan merekayasa ulang penciptaan bumi, tapi terowongan ini bisa meledak, bahkan menghancurkan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LHC yang berada di bawah pegunungan Alpen, perbatasan Swiss dan Perancis, merupakan percobaan fisika terbesar di dunia. Biaya konstruksi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai 8,8 miliar dollar ASn yang didanai oleh European Organization for Nuclear Research (CERN) bekerja sama dengan ribuan universitas dan laboratorium di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERN akan mereka ulang terbentuknya Tata Surya beberapa detik setelah &lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt; (ledakan dahsyat). Selama ini &lt;i&gt;Big Bang &lt;/i&gt;diyakini sebagai teori terbentuknya jagad raya secara instan. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari kondisi superpadat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan juga percaya bawa &lt;i&gt;Big Bang &lt;/i&gt;membentuk sistem Tata Surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini LHC akan menguji coba bermacam prediksi fisika berenergi tinggi dengan melemparkan tembakan proton berkecepatan tinggi. Tapi, kritikus menilai, LHC yang mampu mempercepat partikel hingga 99,99 persen kecepatan cahaya dapat memunculkan panas triliunan derajat. Selain itu, juga bisa menimbulkan apa yang disebut lubang hitam yang bisa menelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan ini berujung pada gugatan ke European Convention of Human Rights terhadap 20 negara, termasuk AS, yang mendanai proyek itu. Apakah kita perlu khawatir? “Sama sekali tidak,” kata Stephane Coutu, profesor fisika dari Universitas Pennsylvania, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bumi berulang kali dibombardir energi kosmik dari angkasa, beberapa di antaranya menyerap ribuan tabrakan partikel lebih hebat dari yang dihasilkan oleh LHC,” tambahnya. Ketakutan pada munculnya lubang hitam itu menyebabkan LHC disebut sebagai Mesin Kiamat atau Mesin Bing Bang seperti teori mengenai penciptaan jagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu LHC itu dan bagaimana penembakan partikel bisa menjelaskan terbentuknya jagad raya? Pemacu partikel paling besar yang pernah dibuat manusia itu terdiri dari terowongan bawah tanah sepanjang 27 kilometer. Coutu menjelaskan, proton akan dibenturkan melalui terowongan hingga bertabrakan dan terpecah menjadi bagian lebih kecil. Detektor partikel di sepanjang terowongan akan menganalisa hasil tabrakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil akhir dari tabrakan partikel itu dapat menyediakan pemahaman baru bagaimana partikel berinteraksi dan bisa menjelaskan hasil dari proses partikel setelah terjadinya Big Bang saat pembentukan jagad raya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan lain adalah bisa mengamati Higgs Boson sebagai hasil dari tabrakan partikel itu. Higgs Boson merupakan partikel misterius yang secara hipotesis diprediksikan ada dalam standar model fisika partikel, tapi tidak pernah diisolasi secara eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Higgs boson yang diperkirakan menyediakan massa ke partkel lain dan kadang-kadang disebut sebagai partikel Tuhan, bisa sebagai kunci untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Verifikasi mengenai keberadaannya akan menjadi terobosan di fisika partikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal lain dari data eksperimen LHC akan memberi petunjuk peningkatan kehidupan sehari-hari kita. Metode komputasi untuk memproses dan menganalisa data yang sangat besar ini akan segera dibuat. Hal itu akan dilakukan di luar laboratorium,” kata Coutu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ilmuwan masih harus sabar memanen data itu. Karena mesin ini baru akan dijalankan lagi pada akhir 2009 nanti. LHC sudah dinyalakan pada September 2008, tapi dimatikan enam hari kemudian karena mengalami masalah teknis.&lt;br /&gt;Penundaan itu diakibatkan kerusakan pada magnet superkonduktor yang menyebabkan bocornya 6 ton helium cair super dingin ke dalam terowongan itu. LHC sendiri diyakini bisa memecahkan berbagai pertanyaan manusia selama berabad-abad mengenai terciptanya jagad raya kita. &lt;b&gt;(inc/ggl) &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5411890831745984288?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5411890831745984288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/terowongan-kiamat-di-tanah-swiss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5411890831745984288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5411890831745984288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/terowongan-kiamat-di-tanah-swiss.html' title='Terowongan &quot;Kiamat&quot; di Tanah Swiss'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaJp2jjrcfI/AAAAAAAAAA0/9E09DeVKaTs/s72-c/0638085p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3062119610223528156</id><published>2009-02-21T18:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T18:18:12.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Debu Satelit Mengancam</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaC1q9GoFHI/AAAAAAAAAAs/Eo-0Tlvky78/s1600-h/1607329p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305440110603932786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaC1q9GoFHI/AAAAAAAAAAs/Eo-0Tlvky78/s320/1607329p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sabtu, 21 Februari 2009  05:36 WIB&lt;br /&gt;JAKARTA,JUMAT-Badan roket peluncur Satelit Cosmos 2445 milik Rusia diperkirakan jatuh di bumi pada Maret 2009. Hal yang sama juga akan terjadi dalam dua bulan mendatang pada pecahan Cosmos 2251 dan Iridium yang bertabrakan pada 10 Februari 2009.Peluang jatuhnya serpihan satelit tersebut di &lt;a id="pilih" onmouseover="stm(Text[8],Style[5])" style="COLOR: #67a50a; BORDER-BOTTOM: #67a50a 1px solid; TEXT-DECORATION: underline"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; tergolong besar karena seperdelapan bentang wilayah di khatulistiwa ditempati negeri ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Sri Kaloka, Jumat (20/2).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;                Abdul Rachman, peneliti di pusat tersebut, menjelaskan, berdasarkan data dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Cosmos 2445 yang akan jatuh pada Maret nanti merupakan badan roket atau SL-6 RB yang tidak dapat dikendalikan.”Saat ini belum dapat diperkirakan waktu dan lokasi jatuhnya bagian satelit itu, tetapi biasanya lima hingga tiga hari sebelumnya,” ujarnya.Adapun Cosmos 2251 memiliki sistem kontrol untuk mengarahkan lokasi jatuhnya satelit. Satelit milik Rusia ini sudah tidak aktif meski masih utuh.Selasa pekan lalu satelit ini bertabrakan dengan yang masih aktif berfungsi. Akibat tabrakan itu, kata Sri, menimbulkan banyak serpihan, di antaranya terpantau 22 keping berukuran relatif besar, di atas 10 sentimeter persegi.Kepingan itu beredar di atas wilayah khatulistiwa dan beberapa kali lewat di atas &lt;a id="pilih" onmouseover="stm(Text[8],Style[5])" style="COLOR: #67a50a; BORDER-BOTTOM: #67a50a 1px solid; TEXT-DECORATION: underline"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;              ”Hari ini kepingan itu terpantau lewat di atas Sumatera, terus bergerak ke arah timur,” ujarnya kemarin.Selain terus beredar mengelilingi khatulistiwa, serpihan itu turun secara gradual mendekati atmosfer. Pergerakannya dipantau jam per jam.Meski berupa kepingan, jatuhnya ke permukaan bumi akan melesat dalam kecepatan yang sangat tinggi. ”Bahaya bila kepingan jatuh di jalan tol, mengenai kendaraan di sana. Akibatnya bisa menimbulkan tabrakan beruntun,” ujarnya.Namun dengan mengamati obyek itu, tindakan pengamanan dapat dilakukan sebelum kejadian, misal dengan menutup jalan tol.Pada masa mendatang, kemungkinan jatuhnya sampah antariksa di muka bumi kian besar. Hingga 27 Januari lalu, jumlah serpihan ada 7.789—berukuran di atas 10 cm—satelit berfungsi dan tidak berfungsi berjumlah 3.338, dan badan roket ada 1.820—total 12.947.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;                Tubrukan satelitSementara itu, tubrukan Iridium 33 berbobot 560 kilogram dan Cosmos 2251 terjadi ketika Iridium bergerak 7,5 kilometer per detik ke utara, sedangkan Cosmos 2251 (900 kg) ke selatan dengan laju sama. Tubrukan terjadi dengan laju 6,7 km per detik atau 24.000 km per jam.Tubrukan terjadi pada 10 Februari lalu pukul 23.56 di ketinggian 788 km di atas Siberia, Rusia. Pengamatan menunjukkan kedua benda yang bertubrukan tersebut pecah dan serpihannya terbagi menjadi dua kelompok awan serpihan dengan total serpihan lebih dari 700. (YUN)&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;    Sumber : Kompas Cetak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3062119610223528156?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3062119610223528156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/debu-satelit-mengancam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3062119610223528156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3062119610223528156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/debu-satelit-mengancam.html' title='Debu Satelit Mengancam'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SaC1q9GoFHI/AAAAAAAAAAs/Eo-0Tlvky78/s72-c/1607329p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4051286708846266160</id><published>2009-02-19T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T19:57:11.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Satelit AS dan Rusia Bertabrakan di Ruang Angkasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ4p0qc9NwI/AAAAAAAAAAk/yW3YYAt65hg/s1600-h/1607329p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ4p0qc9NwI/AAAAAAAAAAk/yW3YYAt65hg/s320/1607329p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304723395814700802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 12 Februari 2009 | 16:01 WIB&lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CAPE CANAVERAL, KAMIS&lt;/strong&gt; — Dua satelit berukuran besar masing-masing milik AS dan Rusia bertabrakan di ruang angkasa dan menghasilkan pecahan-pecahan kecil yang berserakan di orbit Bumi. Insiden tersebut terjadi di atas Siberia pada orbit setinggi 800 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua satelit masing-masing satelit komersial milik Iridium yang diluncurkan tahun 1997 dan sebuah satelit milik Rusia yang diluncurkan tahun 1993. Satelit Iridium seberat 560 kilogram, sedangkan satelit milik Russia seberat sekitar satu ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sadar hal seperti ini dapat terjadi kapan pun," ujar Mark Matney, peneliti sampah orbit di Johnson Space Center milik NASA di Houston. Ia mengatakan, tabrakan diperkirakan mungkin terjadi karena satelit milik Rusia sudah tak berfungsi dan kehilangan kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada yang mengukur seberapa besar kekuatan tabrakan tersebut dan banyaknya pecahan yang dihasilkan. Badan antariksa AS, NASA, menyatakan perlu waktu sekitar satu minggu untuk menghitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabrakan tersebut dikhawatirkan membahayakan stasiun antariksa internasional (ISS) dan tiga orang awak yang kini tengah bertugas di sana. Namun, NASA yakin risiko tersebut kecil mengingat ISS beredar di orbit lebih rendah pada ketinggian 430 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini, baru terlihat lusinan pecahan. Saya memperkirakan sampai ratusan pecahan jika pengamatan tuntas," ujar juru bicara badan antariksa Rusia (Roskosmos) Alexander Vorobyev. Namun, pecahan kecil dalam skala mikrometer diyakini mencapai ribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan peristiwa tabrakan satelit terhebat yang pernah tercatat dalam sejarah. NASA mencatat empat tabrakan serupa, tetapi melibatkan obyek kecil atau satelit kecil.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;      &lt;br /&gt;                       &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4051286708846266160?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4051286708846266160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/satelit-as-dan-rusia-bertabrakan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4051286708846266160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4051286708846266160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/satelit-as-dan-rusia-bertabrakan-di.html' title='Satelit AS dan Rusia Bertabrakan di Ruang Angkasa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ4p0qc9NwI/AAAAAAAAAAk/yW3YYAt65hg/s72-c/1607329p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5684078178368628250</id><published>2009-02-19T02:04:00.001-08:00</published><updated>2009-02-19T02:16:35.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Batu Melayang ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ0xEnUfA-I/AAAAAAAAAAU/ty3FGpkmFjU/s1600-h/NewsImage.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304449891456451554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 149px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ0xEnUfA-I/AAAAAAAAAAU/ty3FGpkmFjU/s320/NewsImage.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;              Ini adalah foto yang diklaim sebagai batu Isra Mi'raj dari zaman Nabi Muhammad SAW, yang bisa melayang, sampai sekarang. Batu ini konon ada di lingkungan Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem. Namun saya tidak mempercayainya. Saya pikir, ini rekayasa fotografi saja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;                    Dari milis Ismes, ada postingan tentang "batu melayang" yang ajaib, disertai dengan fotonya pula. Konon, menurut isi postingan yang entah siapa pengirim awalnya itu (sudah di-forward beberapa kali), dikatakan sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;         "Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi'raj, batu tsb ikut. Tetapi Nabi SAW menghentakkan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut. Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb, yang berada dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Jerusalem." "Ini foto dari teman saya, sewaktu melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) di Jerusalem, Subhanallah ... Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak Israel yg menjaga tempatnya dengan sangat ketat. Sampai sekarang mesjid Dome of the Rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid lain Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah "emas" (yang sering terlihat di poster-poster yang disebarkan ke seluruh dunia di mana-mana) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat Islam di mana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai "mesjid kubah biru". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;            "Saat ini mesjid Al Aqsa yang sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel, dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka, karena bersebelahan dengan Tembok Ratapan."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar teman saya: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;               Saya sebagai mantan wartawan Kompas spesialis Timur Tengah, Alhamdulillah, sudah pernah ke Jerusalem, sholat di Masjid Al-Aqsa (yang sebenarnya) dan sholat 2 rakaat di dalam Masjid Umar (Dome of the Rock) yang kubahnya berwarna keemasan itu. Tapi kok nggak pernah tuh melihat ada batu melayang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;              Kalau memang ada, pasti saya melihatnya dan pasti akan saya foto (saya waktu itu, sebagai wartawan, selalu bawa kamera). Dan pasti pula penjaga atau pemandu wisata di sana (orang Muslim Palestina) akan menunjukkan pada saya.....&lt;br /&gt;Tapi saya, InsyaAllah, tetap beriman teguh. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Quran. Bukan batu melayang, bulan terbelah, dsb.... Umat Islam cukup menjalani kehidupan dengan berbekal pada Al Quran dan Sunnah Rasul. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;              Tambahan lagi: Tidak benar jika dikatakan Masjid Al-Aqsa telah diambil alih Israel. Betul, kota Jerusalem diduduki Israel, dan akses keluar-masuk masjid dijaga oleh prajurit Israel. Tapi pengelolaan masjid itu dilakukan Muslim Palestina (imam masjid Al-Aqsa pernah kok datang berkunjung ke Indonesia!).  &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;          Setahu saya, tiap Jumat juga ada sholat Jumat di sana.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5684078178368628250?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5684078178368628250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/batu-melayang_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5684078178368628250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5684078178368628250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/02/batu-melayang_19.html' title='Batu Melayang ?'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SZ0xEnUfA-I/AAAAAAAAAAU/ty3FGpkmFjU/s72-c/NewsImage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4696612623287352032</id><published>2009-01-24T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T17:34:07.283-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Satelit India Buru Es di Kawah Bulan&lt;br /&gt;Minggu, 18 Januari 2009 | 16:45 WIB&lt;br /&gt;NEW DELHI, MINGGU - Dengan menggunakan radar khusus yang dibawanya, satelit Chandrayaan-1 milik India yang terbang di orbit Bulan mengamati bagian dasar kawah bulan yang gelap gulita. Para ilmuwan berharap dapat melihat bagian dalam kawah Bulan yang dingin dan gelap sehingga diduga terd&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SXvBbOU6bGI/AAAAAAAAAAM/lygRltD05q0/s1600-h/232808p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SXvBbOU6bGI/AAAAAAAAAAM/lygRltD05q0/s320/232808p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295038460350590050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;apat es di dalamnya. &lt;br /&gt;Instrumen yang disebut Mini-SAR, sebuah radar ringan dengan lubang bidik kamera sintetis, telah berhasil bekerja dengan baik dalam uji coba pertama dan mengirimkan data pertama berupa gambar. Gambar tersebut menunjukan dasar kawah kutub di bagian Bulan yang tidak terlihat dari Bumi. Alat tersebut digunakan untuk memetakan dan mencari air pada bagian kawah tersebut. &lt;br /&gt;"Satu-satunya cara untuk menjelajahi area tersebut adalah dengan menggunakan radar foto orbit, seperti Mini-SAR. Ini langkah pertama yang menarik untuk tim yang telah bekerja selama lebih dari tiga tahun," kata Wakil Kepala Penyidik Mini-SAR Benjamin Bussey dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins. &lt;br /&gt;Gambar-gambar tersebut, yang diambil 17 November 2008, menampilkan sebagian kawah Haworth, yang terletak di kutub selatan Bulan, dan bagian barat kawah Seares. Bagian cerah dalam setiap gambar mencerminkan kekasaran permukaan atau lereng yang mengarah ke satelit. Pengumpulan data lebih lanjut oleh Mini-SAR dan analisa akan membantu para ilmuwan dalam menentukan apakah simpanan es tersebut secara permanen berada di dalam kawah yang terletak di dekat kutub bulan itu. &lt;br /&gt;"Selama beberapa bulan ke depan kami berharap memiliki alat dengan kalibrasi penuh yang dapat mengumpulkan data ilmiah berharga di Bulan," kata program eksekutif Mini-RF Jason Crusan.&lt;br /&gt;Mini-SAR adalah salah satu dari 11 instrumen yang dibawa Chandrayaan-1 dan satu dari dua instrumen sumbangan NASA. Alat satunya lagi adalah Moon Mineralogy Mapper, spectometer yang akan menghasilkan peta Bulan secara keseluruhan dengan resolusi tinggi.&lt;br /&gt;Chandrayaan-1 diluncurkan dari India's Satish Dhawan Space Center pada tanggal 21 Oktober, dan mulai mengorbit di Bulan pada tanggal 8 November 2008. Misi utama satelit ini adalah memetakan permukaan Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIN&lt;br /&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4696612623287352032?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4696612623287352032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/01/satelit-india-buru-es-di-kawah-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4696612623287352032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4696612623287352032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2009/01/satelit-india-buru-es-di-kawah-bulan.html' title=''/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SXvBbOU6bGI/AAAAAAAAAAM/lygRltD05q0/s72-c/232808p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1056934549818810330</id><published>2008-12-11T19:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T19:33:17.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Lapan Siapkan Roket Peluncur Satelit</title><content type='html'>Rabu, 10 Desember 2008 | 08:04 WIB&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mempersiapkan roket generasi keenam yang merupakan bagian dari roket pengorbit satelit. Uji statik roket eksperimen generasi keenam yang berupa roket berdiameter 420 mm yang disebut Rx-420 ini akan dilaksanakan pada 16 Desember mendatang.&lt;br /&gt;Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, pekan lalu, menjelaskan, selain Rx-320 yang berhasil diluncurkan pada bulan April 2008, Rx-420 merupakan tahapan penting dalam rencana Lapan untuk mandiri dalam meluncurkan sendiri satelitnya. ”Rx-320 hingga Rx-520 merupakan propulsi utama roket pengorbit satelit mikro,” ujar Adi.&lt;br /&gt;Setelah uji statik, roket yang memiliki jangkauan 120 km dan berbobot 2 ton itu selanjutnya akan menjalani uji peluncuran. Pelaksanaan peluncuran direncanakan Mei 2009.&lt;br /&gt;Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai, minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket 8 km per detik.&lt;br /&gt;Pendanaan disetujui&lt;br /&gt;Ketika ia memaparkan rencana tersebut, dalam rapat kerja Menristek dengan Komisi VII DPR, didapat persetujuan dari DPR untuk menambah anggaran bagi keperluan pengembangan roket tersebut.&lt;br /&gt;Untuk program pembuatan roket hingga peluncurannya, Lapan memerlukan anggaran Rp 30 miliar. Saat ini anggaran untuk pembangunan Rx-420 lebih lanjut dan untuk peluncurannya sedang diproses di Departemen Keuangan.&lt;br /&gt;”Kalau peluncuran Rx-420 berhasil, akan dibangun roket 2 tingkat dengan diameter berturut-turut 420-320 pada akhir 2009. Setelah itu akan disiapkan roket pengorbit satelit (RPS) yang terdiri dari 4 buah propulsi 420 dan satu propulsi 320.&lt;br /&gt;Roket pengorbit ini akan membawa nano satelit yang persiapannya akan memakan waktu 2 tahun. Direncanakan peluncurannya tahun 2012.&lt;br /&gt;Jenis Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm. Roket yang dikembangkan Lapan sejak tahun lalu telah menggunakan bahan bakar roket atau propelan buatan sendiri, yaitu aluminium perklorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuni Ikawati &lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1056934549818810330?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1056934549818810330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/lapan-siapkan-roket-peluncur-satelit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1056934549818810330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1056934549818810330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/lapan-siapkan-roket-peluncur-satelit.html' title='Lapan Siapkan Roket Peluncur Satelit'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7441851479928678842</id><published>2008-12-11T19:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:51:46.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Laba-laba Sukses Membuat Sarang di Antariksa</title><content type='html'>Spacewalk Pertama dari Misi Endeavour di ISS&lt;br /&gt;(NASA TV)&lt;br /&gt;Lengan robot ISS mengeluarkan Modul Logistik Multi Fungsi Leonardo dari ruang kargo Endeavour pada 17 November 2008 saat stasiun ruang angkasa internasional dan pesawat ulang-alik ruang antariksa itu secara bersama mengorbit di atas Bumi.&lt;br /&gt;/&lt;br /&gt;Artikel Terkait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Awal dari Perbaikan Besar-besaran ISS&lt;br /&gt;    * Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa&lt;br /&gt;    * Wahana Ulang Alik Endeavour Siap Diluncurkan Jumat&lt;br /&gt;    * Hitung Mundur Peluncuran Endeavour Dimulai&lt;br /&gt;    * Endeavour Mendarat di Kennedy Space Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 19 November 2008 | 03:42 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CAPE CANAVERAL, RABU - Dua astronot melangkah ke luar stasiun ruang antariksa internasional (spacewalk) untuk melakukan pembersihan dan melubrikasi engsel pemutar panel surya. Astronot Heidemarie Stefanyshyn-Piper dan Stephen Bowen yang dilengkapi peralatan pelumas berencana membersihkan karat yang mengakibatkan kemacetan gerak engsel pemutar panel surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bagian misi pertama dari 4 spacewalk dalam kunjungan pesawat ulang-alik ruang angkasa Endeavour selama 2 pekan di stasiun ruang antariksa internasional, ISS.&lt;br /&gt;"Ayo, kita keluar," ajak Stefanyshyn-Piper, perempuan pertama yang memimpin spacewalk dari sebuah penerbangan ulang-alik antariksa, ke rekannya, Stephen Bowen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari setahun, engsel pemutar ini tak mampu secara otomatis menggerakkan sayap kanan panel surya ke arah matahari untuk produksi energi secara maksimum. Proses perbaikan secara intensif ini diperkirakan akan menyita hampir seluruh dari 4 agenda spacewalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat spacewalk berlangsung, para astronot di dalam Endeavour yang docking dengan ISS mulai mengeluarkan perlengkapan dari dalam bagasi raksasa yang diangkut oleh pesawat ulang-alik ruang angkasa itu. Peralatan besar yang dikeluarkan dari bagasi Endeavour adalah sebuah sistem daur ulang yang dapat mengubah urin dan keringat astronot menjadi air minum. Sistem daur ulang ini diperlukan apabila NASA ingin menggandakan jumlah awaknya di ISS pada Juni tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIM&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7441851479928678842?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7441851479928678842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/laba-laba-sukses-membuat-sarang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7441851479928678842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7441851479928678842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/laba-laba-sukses-membuat-sarang-di.html' title='Laba-laba Sukses Membuat Sarang di Antariksa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2908803009438459987</id><published>2008-12-11T19:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:49:07.818-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Daur Ulang Urine Berfungsi, Endeavour Berkemas</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/11/26/3100858p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/28/15391951/daur.ulang.urine.berfungsi.endeavour.berkemas.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;EPA/NASA TV&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Astronot Endeavour menyelesaikan misi keempatnya, memperbaiki sistem engsel pemutar sel surya di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) yang rusak lebih dari setahun lalu. Astronot Stephen Bowen (tengah) berada di luar wahana ulang-alik dengan bertumpu pada lengan robotik. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/28/15391951/daur.ulang.urine.berfungsi.endeavour.berkemas." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/25/07321687/astronot.endeavour.sukses.selesaikan.misi"&gt;Astronot Endeavour Sukses Selesaikan Misi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/24/16493340/laba-laba.sukses.membuat.sarang.di.antariksa."&gt;Laba-laba Sukses Membuat Sarang di Antariksa &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/19/03424821/spacewalk.pertama.dari.misi.endeavour.di.iss"&gt;Spacewalk Pertama dari Misi Endeavour di ISS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/1023158/awal.dari.perbaikan.besar-besaran.iss"&gt;Awal dari Perbaikan Besar-besaran ISS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/15/10513575/endeavour.meluncur.mulus.ke.luar.angkasa."&gt;Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Jumat, 28 November 2008 | 15:39 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, JUMAT &lt;/strong&gt;- Kelegaan itu akhirnya tiba juga. Satu dari tiga misi utama pesawat ulang-alik Endeavour di Stasiun Ruang Angkasa Internasional atau ISS, yang hingga dua hari lalu masih dalam perbaikan, tuntas sudah. Sistem pendaur ulang cairan, termasuk urine dan keringat, menjadi layak minum akhirnya berfungsi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua misi utama lain yang sebelumnya telah sukses adalah perbaikan dan pemeliharaan perangkat panel surya pembangkit energi di ISS, serta mengantarkan astronot ISS, Sandra Magnus, menggantikan astronot ISS lainnya, Greg Chamitoff, yang berakhir misi- nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara total, Endeavour akan kembali ke Bumi mengangkut tujuh astronot. Dijadwalkan Endeavour tiba di Bumi hari Minggu sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemarin, para kru mulai berkemas-kemas menyiapkan kepulangan. Sejumlah peralatan sudah dimasukkan ke dalam modul multiguna Leonardo, yang telah ditempatkan ke dalam ruang kargo di punggung Endeavour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, Endeavour akan membawa pulang muatan seberat 1.651 kilogram, yang terdiri atas sampah dan peralatan yang tak dipakai lagi. Sebelumnya, Endeavour mengangkut 6.531 kilogram muatan saat perjalanan menuju ISS, yang terdiri atas sistem pendaur ulang cairan, perangkat dapur, kamar mandi, tempat tidur, dan perangkat laboratorium Kibo, milik Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbagai peralatan bekas, sekitar 7 liter cairan hasil daur ulang turut diangkut. Cairan itu akan diteliti di laboratorium untuk diketahui layak minum atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berhasil, sistem pendaur ulang cairan tersebut akan menghemat suplai air yang diangkut misi dari Bumi hingga 65 persennya setiap tahun. Efisiensi itu menjadi tahap penting bagi proses efisiensi di bidang lain yang akan menunjang misi luar angkasa selanjutnya, seperti kemungkinan memperpanjang durasi perjalanan ke sistem tata surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Antariksa Nasional AS (NASA) merencanakan setidaknya delapan perjalanan ke ISS, sebelum Endeavour dipensiunkan tahun 2010. Proyek bernilai 100 miliar dollar AS tersebut melibatkan 16 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang 17 hari misi, dari 16 hari misi yang direncanakan, satu-satunya ”cacat” adalah hilangnya kotak peralatan senilai lebih dari Rp 1 triliun. Kotak itu lepas ketika astronot Heide Stefanyshyn-Piper menjalankan misi jalan-jalan luar angkasa (spacewalk) pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun, para kru layak mensyukuri keberhasilan misi mereka yang akan menjadi pi- jakan untuk misi-misi selanjutnya. (BBC/LIVESCIENCE/NASA/GSA)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2908803009438459987?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2908803009438459987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/daur-ulang-urine-berfungsi-endeavour.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2908803009438459987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2908803009438459987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/daur-ulang-urine-berfungsi-endeavour.html' title='Daur Ulang Urine Berfungsi, Endeavour Berkemas'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6858517477444767457</id><published>2008-12-11T19:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:48:10.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Endeavour Pulang dengan Selamat</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/12/01/061618p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/12/01/06140527/endeavour.pulang.dengan.selamat#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;DOKUMEN CNN&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pesawat ulang alik Endeavour mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, Minggu (30/11).&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;script type="text/javascript" src="http://tv.kompas.com/video/swfobject.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="player"&gt;Video&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var so = new SWFObject('http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf','mpl','298','225','8');so.addParam('allowscriptaccess','always');so.addParam('allowfullscreen','true');so.addVariable('height','225');so.addVariable('width','298');so.addVariable('file','rtmp://stream.seleb.tv:443/default/');so.addVariable('image','http://tv.kompas.com/images/stories/081127_g_international.jpg');so.addVariable('id','081127_g_international');so.write('player');&lt;/script&gt;&lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/content/view/9066/2" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Science: Shuttle Endeavour /KompasTV&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/28/15391951/daur.ulang.urine.berfungsi.endeavour.berkemas."&gt;Daur Ulang Urine Berfungsi, Endeavour Berkemas &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/25/07321687/astronot.endeavour.sukses.selesaikan.misi"&gt;Astronot Endeavour Sukses Selesaikan Misi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/19/03424821/spacewalk.pertama.dari.misi.endeavour.di.iss"&gt;Spacewalk Pertama dari Misi Endeavour di ISS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/1023158/awal.dari.perbaikan.besar-besaran.iss"&gt;Awal dari Perbaikan Besar-besaran ISS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/15/10513575/endeavour.meluncur.mulus.ke.luar.angkasa."&gt;Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 1 Desember 2008 | 06:14 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LOS ANGELES,SENIN-&lt;/strong&gt;Pesawat ulang alik Endeavour pulang ke bumi dengan selamat setelah menjalankan misi 16 hari menambah ruang tinggal di Stasiun Antariksa Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endeavour mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, Minggu (30/11) sore waktu setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya Badan Antariksa Amerika (NASA) menjadwalkan pendaratan Endeavour di Pusat Antariksa Kennedy, Florida. Namun, karena cuaca buruk di kawasan itu, pendaratan dialihkan ke California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan misi, Christopher Ferguson mengatakan, meskipun ada beberapa masalah kecil, para awak berhasil menyelesaikan semua hal yang harus dilakukan. Menurut Ferguson, ia sangat puas dengan hasil misi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di antariksa, para awak Endeavour memulai tugas meningkatkan kapasitas tempat tinggal stasiun antariksa dari untuk tiga orang menjadi enam orang, pada pertengahan tahun depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para awak Endeavour memasang sebuah toilet baru, memperluas ruang tidur, menambah dapur dan ruang gerak badan, dan sistem pendauran ulang air minum.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ONO&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6858517477444767457?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6858517477444767457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/endeavour-pulang-dengan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6858517477444767457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6858517477444767457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/12/endeavour-pulang-dengan-selamat.html' title='Endeavour Pulang dengan Selamat'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-9009746943315432523</id><published>2008-11-19T20:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:36:04.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Giliran Titan yang Diduga Memiliki Laut</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/03/24/161841p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/24/1611369/giliran.titan.yang.diduga.memiliki.laut#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Hasil analisis rekaman wahana Cassini menunjukkan bahwa laut diperkirakan ada di antara lapisan kerak dan inti Titan pada kedalaman 100 kilometer.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;                                             &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/15/22093869/laut.pernah.eksis.di.salah.satu.bulan.saturnus"&gt;Laut Pernah Eksis di Salah Satu Bulan Saturnus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/13/20001460/cassini.lewati.semburan.geyser.di.luar.angkasa"&gt;Cassini Lewati Semburan Geyser di Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/09/15470758/cincin.pertama.di.bulannya.saturnus."&gt;Cincin Pertama di Bulannya Saturnus &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/02/16/17531079/sumber.minyak.melimpah.di.luar.angkasa"&gt;Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 24 Maret 2008 | 16:11 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON, SENIN&lt;/strong&gt; - Satu lagi objek langit yang diperkirakan memiliki kandungan air dalam jumlah besar seperti lautan di Bumi. Para ilmuwan NASA memperkirakan air juga tersimpan di dalam perut Titan, salah satu bulan yang mengelilingi Planet Saturnus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, air diyakini terdapat di tiga bulannya Jupiter, yakni Europa, Callisto, dan Ganymede. Laporan terakhir, dua bulan Saturnus lainnya, Enceladus dan Tethys juga diperkirakan mengandung air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, memang belum ada bukti langsung kandungan air baik di objek-objek langit tersebut termasuk Titan. Namun, hasil analisis rekaman yang dilakukan wahana Cassini yang mendekat objek tersebut menunjukkan bahwa air kemungkinan terdapat pada kedalaman 100 kilometer di bawah permukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahana yang diluncurkan AS dan Eropa itu merekam struktur permukaan Titan menggunakan radar tembus awan tebal. Cassini melakukan 19 kali manuver di sekitar objek tersebut antara Oktober 2005 hingga 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari foto-foto yang dikirimkan, para ilmuwan berhasil memetakan 50 objek, seperti danau, lembah, dan gunung di permukaan Titan. Namun, foto-foto terbaru menunjukkan bahwa di beberapa lokasi terjadi perubahan bentuk atau bergerak hingga sejauh 30 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan angin saja di atmosfer Titan yang sangat tebal tidak terlalu cukup untuk menjelaskan pergeseran ini. Para ilmuwan yang terlibat dalam misi Cassini  yakin hal tersebut hanya dapat terjadi jika terdapat air di antara kerak dan intinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerak Titan sepertinya begitu mudah bergerak sehingga kami mengaitkannya dengan laut di dalamnya," ujar Ralph Lorenz dari Laboratorium Fisika Universitas John Hopkins yang melaporkan temuan timnya dalam jurnal Science. Lorenz mengatakan, air laut tersebut mungkin beberapa persen amonia karena atmosfernya kaya nitrogen dan unsur hidrokarbon lainnya yang membuatnya bersemu oranye jika dilihat dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titan adalah bulan terbesar Planet Saturnus dan bulan kedua terbesar di tata surya setelah Ganymede yang mengelilingi Planet Jupiter. Diameter Titan sekitar 5.120 kilometer atau sedikit lebih besar daripada Planet Merkurius dan Pluto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Titan sungguh salah satu yang bentuknya mirip Bumi, bahkan paling mirip, di atta surya--dan mungkin memiliki cuaca seperti di Bumi," ujar Lorenz. Namun suhunya jauh lebih rendah, dan hujan yang turun di permukannya cairan metan, bukan air. Titan telah diketahui mengandung ratusan kali kandungan cairan dan gas hidrokarbon Bumi.(&lt;strong&gt;REUTERS/WAH&lt;/strong&gt;)      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-9009746943315432523?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/9009746943315432523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/giliran-titan-yang-diduga-memiliki-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9009746943315432523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9009746943315432523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/giliran-titan-yang-diduga-memiliki-laut.html' title='Giliran Titan yang Diduga Memiliki Laut'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7281443707765773255</id><published>2008-11-19T20:34:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T20:34:32.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Danau Raksasa Terekam di Bulan Saturnus</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/07/31/072239p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/31/07092642/danau.raksasa.terekam.di.bulan.saturnus#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Ilustrasi danau di permukaan Titan yang kaya hidrokarbon.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/31/07092642/danau.raksasa.terekam.di.bulan.saturnus" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/24/1611369/giliran.titan.yang.diduga.memiliki.laut"&gt;Giliran Titan yang Diduga Memiliki Laut&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/02/16/17531079/sumber.minyak.melimpah.di.luar.angkasa"&gt;Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 31 Juli 2008 | 07:09 WIB&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KAMIS&lt;/strong&gt; - Sebuah danau yang luasnya sebanding dengan Danau Ontario di Amerika Utara terekam di dekat kutub utara Titan, salah satu bulan Planet Saturnus. Para peneliti memberinya nama Ontario Lacus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini pengamatan pertama yang memberikan bukti kuat bahwa Titan memiliki genangan cairan di permukaannya," ujar Robert Brown dari Laboratorium Bulan dan Planet-planet Universitas Arizona di Tucson, AS.  Danau yang memanjang 235 kilometer tersebut diperkirakan memiliki luas 20.000 kilometer persegi. Cairan yang mengisi danau tersebut mungkin bukan air, melainkan methan dan ethan, jenis senyawa hidrokarbon yang berupa gas di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brown dan koleganya dapat mendeteksi danau tersebut dengan spektrometer visual dan inframerah yang dibawa wahana Cassini. Dengan instrumen tersebut, wahana yang tengah menjelajah di sekitar Saturnus dan bulan-bulannya itu dapat membedakan batuan, pasir, dan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan danau di Titan bukanlah hal yang mengejutkan. Benda langit yang berukuran 1,5 kali bulan dan lebih besar daripada Merkurius itu adalah satu-satunya obyek luar angkasa yang memiliki atmosfer tebal seperti sebuah planet. Para peneliti sebelumnya meyakini bahwa permukaan Titan juga memiliki lautan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;    &lt;!--end artikel --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7281443707765773255?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7281443707765773255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/danau-raksasa-terekam-di-bulan-saturnus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7281443707765773255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7281443707765773255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/danau-raksasa-terekam-di-bulan-saturnus.html' title='Danau Raksasa Terekam di Bulan Saturnus'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3480272168735150993</id><published>2008-11-19T20:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:33:07.608-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Topan Raksasa di Kutub Utara Planet Saturnus Menguat</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/10/14/084206p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/14/08421371/topan.raksasa.di.kutub.utara.planet.saturnus.menguat#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL/University of Arizona&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Topan raksasa di kutub utara (kiri) dan kutub selatan Planet Saturnus.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/14/08421371/topan.raksasa.di.kutub.utara.planet.saturnus.menguat" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 14 Oktober 2008 | 08:42 WIB&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SELASA&lt;/strong&gt; — Untuk pertama kalinya, topan raksasa yang terbentuk di dekat kutub utara Planet Saturnus menguat hingga 10 kali lipat dari kondisi sebelumnya. Kekuatannya setara dengan topan raksasa yang terdeteksi di bagian selatan planet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diameter topan diperkirakan sekitar 120 kilometer. Pusaran anginnya bergerak dengan kecepatan 530 kilometer per jam atau dua kali lipat kekuatan badai terkuat di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah topan raksasa, ratusan kali lebih kuat daripada badai raksasa terbesar di Bumi," ujar Kevin Baines, ilmuwan yang terlibat dalam misi Cassini di Laboratorium Propulsi Jet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemukannya sejumlah badai di kutub utara maupun kutub selatan planet tersebut menunjukkan dinamika atmosfer di atas permukaannya. Di dalam topan tersebut juga mungkin terdapat petir raksasa yang bisa jadi mesin pengatur cuaca di Saturnus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan memperkirakan, topan tersebut terbentuk akibat aliran panas yang dilepaskan dari cairan permukaan yang menguap. Cara kerjanya kemungkinan mirip dengan badai yang terbentuk di Bumi dari titik-titik air yang terkumpul membentuk awan tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk topan raksasa di Saturnus memiliki keunikan karena sisi luarnya seperti bangun heksagonal atau segi enam. Penyebabnya masih menjadi misteri hingga kini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;    &lt;!--end artikel --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3480272168735150993?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3480272168735150993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/topan-raksasa-di-kutub-utara-planet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3480272168735150993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3480272168735150993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/topan-raksasa-di-kutub-utara-planet.html' title='Topan Raksasa di Kutub Utara Planet Saturnus Menguat'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4450318135525957748</id><published>2008-11-19T20:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:32:29.512-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ada Petir di Atmosfer Titan, Adakah Kehidupan di Sana?</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/02/16/184654p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/29/23361298/ada.petir.di.atmosfer.titan.adakah.kehidupan.di.sana#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/29/23361298/ada.petir.di.atmosfer.titan.adakah.kehidupan.di.sana" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/14/08421371/topan.raksasa.di.kutub.utara.planet.saturnus.menguat"&gt;Topan Raksasa di Kutub Utara Planet Saturnus Menguat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/18/02094116/cassini.potret.sumber.semburan.es.luar.angkasa"&gt;Cassini Potret Sumber Semburan Es Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/31/07092642/danau.raksasa.terekam.di.bulan.saturnus"&gt;Danau Raksasa Terekam di Bulan Saturnus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/24/1611369/giliran.titan.yang.diduga.memiliki.laut"&gt;Giliran Titan yang Diduga Memiliki Laut&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/02/16/17531079/sumber.minyak.melimpah.di.luar.angkasa"&gt;Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Rabu, 29 Oktober 2008 | 23:36 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, RABU&lt;/strong&gt; - Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Titan mungkin objek selain Bumi yang mendukung kehidupan. Keyakinan para ilmuwan tersebut semakin kuat dengan dideteksinya petir di atmosfernya baru-baru ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sejauh ini, memang belum terlihat petir di atmosfer titan," ujar Juan Antonio Morente, peneliti dari Universitas Granada, Spanyol. Namun, ia mengatakan, aktivitas listrik di atmosfernya yang tebal telah terdeteksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim yang dipimpin Morente mengetahui adanya petir dari hasil rekaman data yang dikirimkan wahana milik badan antariksa Eropa (ESA) Huygens yang dilepaskan ke atmoster Titan pada tahun 2005. Huygens yang sebelumnya dibawa wahana lain bernama Cassini itu merupakan wahana pertama yang menembus atmosfer Titan yang tebal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat wahana tersebut masuk ke atmosfer Titan, langsung terempas 30 derajat oleh dorongan angin yang kuat. Saat itulah, Huygens mendeteksi aktivitas listrik. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Icarus edisi terbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penemuan aktivitas listrik yang diyakini kuat sebagai petir itu menambah daftar kemiripan Titan dengan lingkungan Bumi. Sebelumnya, para ilmuwan mendeteksi danau minyak di permukaan Titan yang menjadikannya sebagai objek ruang angkasa kedua setelah Bumi yang diketahui memiliki cairan di permukaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil studi terbaru itu menunjukkan aktivitas listrik di sana melepaskan energi yang sebanding dengan petir di atmosfer Bumi. Yang membedakan, permukaan Titan sangat dingin dengan suhu sekitar -180 derajat Celcius sehingga makhluk apapun di Bumi tak akan kuat hidup di sana. Selama ini, petir diyakini sebagai energi yang pertama kali mereaksikan molekul-molekul organik yang merupakan benih kehidupan di Bumi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : National Geographic News&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4450318135525957748?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4450318135525957748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/ada-petir-di-atmosfer-titan-adakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4450318135525957748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4450318135525957748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/ada-petir-di-atmosfer-titan-adakah.html' title='Ada Petir di Atmosfer Titan, Adakah Kehidupan di Sana?'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5309534820014376390</id><published>2008-11-19T20:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:31:39.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Aurora Raksasa Terekam di Kutub Planet Saturnus</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/11/18/030845p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/08460060/aurora.raksasa.terekam.di.kutub.planet.saturnus#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL/University of Arizona&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aurora yang terekam kamera wahana Cassini saat melintas dekat kutub utara Planet Saturnus.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/08460060/aurora.raksasa.terekam.di.kutub.planet.saturnus" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/29/23361298/ada.petir.di.atmosfer.titan.adakah.kehidupan.di.sana"&gt;Ada Petir di Atmosfer Titan, Adakah Kehidupan di Sana?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/14/08421371/topan.raksasa.di.kutub.utara.planet.saturnus.menguat"&gt;Topan Raksasa di Kutub Utara Planet Saturnus Menguat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/08/16552164/bulan.saturnus.juga.bercincin"&gt;Bulan Saturnus Juga Bercincin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/18/02094116/cassini.potret.sumber.semburan.es.luar.angkasa"&gt;Cassini Potret Sumber Semburan Es Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/04/16/18512958/misi.tur.ke.saturnus.diperpanjang.dua.tahun"&gt;Misi Tur ke Saturnus Diperpanjang Dua Tahun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 18 November 2008 | 08:46 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SELASA&lt;/strong&gt; - Seperti di planet-planet lainnya, misalnya Bumi atau Jupiter, cahaya aurora pun terlihat di Planet Saturnus. Wahana ruang angkasa Cassini berhasil merekam fenomena yang langka tersebut saat melintas dekat planet raksasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurora terbentuk saat partikel-partikel bermuatan listrik yang dipancarkan Matahari menabrak medan magnet. Saat menembus lapisan atmosfer, perubahan muatannya menghasilkan semburat cahaya berwarna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya aurora yang direkam Cassini terjadi di atas salah satu kutub Saturnus. Namun, aurora yang terjadi di Saturnus mengejutkan para ilmuwan di badan antariksa AS (NASA) karena sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini tidak sekadar aurora seperti di Jupiter atau Bumi. Aurora ini melingkupi wilayah yang sangat luas di sepanjang kutub. Pendapat kami sebelumnya mengira daerah tersebut kosong, jadi menemukan aurora seterang itu merupakan kejutan besar," ujar Tom Satllard, ilmuwan daru Universitas Leicester, Inggris yang menjadi penulis utama laporan ilmiah di jurnal nature edisi terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman inframerah yang dibat Cassini menunjukkan aurora tersebut mengalami perubahan yang konstan. Rata-rata muncul dengan periode selama 45 menit sebelum akhirnya hilang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : NASA&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5309534820014376390?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5309534820014376390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/aurora-raksasa-terekam-di-kutub-planet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5309534820014376390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5309534820014376390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/aurora-raksasa-terekam-di-kutub-planet.html' title='Aurora Raksasa Terekam di Kutub Planet Saturnus'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6619204446490408597</id><published>2008-11-17T18:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T18:46:38.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Bendera India "Menancap" di Permukaan Bulan</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/11/17/232808p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/23223821/bendera.india.menancap.di.permukaan.bulan.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Dan Roam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Ilustrasi satelit Chandrayaan-1 saat mengorbit Bulan. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/23223821/bendera.india.menancap.di.permukaan.bulan." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/12/20594487/aditya.akan.meluncur.ke.matahari"&gt;Aditya Akan Meluncur ke Matahari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/06/19010073/chandrayaan.1.masuki.orbit.bulan"&gt;Chandrayaan 1 Masuki Orbit Bulan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/22/06354520/india.sukses.misi.pertama.ke.bulan."&gt;India Sukses Misi Pertama ke Bulan &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 17 November 2008 | 23:22 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SENIN&lt;/strong&gt; - India tidak hanya sukses mengirimkan satelit buatannya Chandrayaan-1 ke orbit Bulan, tapi juga mengirimkan bendera kebanggaan negaranya ke permukaan Bulan. Bukan dalam bentuk bendera sebenarnya melainkan lukisan bendera di sisi-sisi kotak khusus yang dihempaskan ke permukaan Bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Moon Impact Probe dijatuhkan bebas dari Chandrayaan-1 pada Jumat (14/11) lalu dan menghantam permukaan Bulan 25 menit setelah dilepaskan pada pukul 20.31 waktu India. Tumbukan tersebut menghasilkan kawan kecil yang berhasil dipotret Chandrayaan-1.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kotak seberat 29 kilogram berukuran 375x375x470 milimeter itu memang didesain untuk mengetes momentum akibat tumbukan di permukaan Bulan. Data-data pengukuran akan dijadikan pertimbangan untuk mendesain wahana yang akan didaratkan ke permukaan Bulan kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peluncuran Chandrayaan 1 yang mengabiskan dana 80 juta dollar AS merupakan misi pendahuluan untuk peluncuran-peluncuran berikutnya. Chandrayaan-2 yang rencananya diluncurkan antara tahun 2010-2012 akan membawa robot penjelajah (rover) Rusia dan sebuah wahana pendarat milik Rusia.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6619204446490408597?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6619204446490408597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/bendera-india-menancap-di-permukaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6619204446490408597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6619204446490408597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/bendera-india-menancap-di-permukaan.html' title='Bendera India &quot;Menancap&quot; di Permukaan Bulan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1534688792182117231</id><published>2008-11-17T01:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T01:24:16.276-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Perjalanan Ruang Angkasa Keempat Astronot Endeavour</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/03/20/181630p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/20/18145542/perjalanan.ruang.angkasa.keempat.astronot.endeavour#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;NASA TV menayangkan para astronot yang berada di atas pesawat Endeavour yang docking dengan ISS, Rabu, 19 Maret 2008. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;                                             &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/14/22303631/laboratorium.kibo.jepang.terpasang.di.stasiun.antariksa"&gt;Laboratorium Kibo Jepang Terpasang di Stasiun Antariksa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/11/14122971/endeavour.diluncurkan.untuk.misi.16.hari"&gt;Endeavour Diluncurkan untuk Misi 16 Hari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/03/02050179/wahana.ulang.alik.endeavour.siap.diluncurkan"&gt;Wahana Ulang Alik Endeavour Siap Diluncurkan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 20 Maret 2008 | 18:14 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CAPE CANAVERAL, KAMIS &lt;/strong&gt;- Dua astronot pesawat ulang-alik ruang antariksa Endeavour yang sedang bergabung dengan Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) akan mengadakan misi perjalanan ruang angkasa ke-4 Kamis (20/3) ini. Dua astronot akan menambal bagian pelindung panas esktra Endeavour yang terkelupas selama diadakan uji coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelindung panas ekstra Endeavour dikembangkan setelah terjadi kecelakaan pesawat ulang-alik Columbia saat berupaya kembali ke bumi pada tahun 2003. Kecelakaan Columbia yang hancur berkeping-keping dan menewaskan seluruh 7 astronotnya terjadi akibat terdapat lubang pada pelindung panas sayap pesawat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA akan mengamati dengan seksama apakah perbaikan pelindung panas ekstra Endeavour akan berlangsung dengan mulus. Perbaikan tersebut akan dilaksanakan oleh astronot Robert Behnken dan Michael Foreman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke-5 di ruang angkasa akan berlangsung Sabtu (22/3), 2 hari sebelum Endeavour memisahkan diri dari ISS yang berada di orbit setelah hampir 2 minggu docking atau bergabung dengan kompleks stasiun ruang angkasa tersebut. Astronot Endeavour menghabiskan separuh dari waktu misi mereka untuk memasang robot Kanada Dextre di ISS dan menginstalasi sebuah kompartemen penyimpanan eksperimen, peralatan dan suku cadang Jepang. &lt;strong&gt;(AP)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JIM&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1534688792182117231?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1534688792182117231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/perjalanan-ruang-angkasa-keempat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1534688792182117231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1534688792182117231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/perjalanan-ruang-angkasa-keempat.html' title='Perjalanan Ruang Angkasa Keempat Astronot Endeavour'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1749885239583156751</id><published>2008-11-17T01:22:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T01:23:19.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/11/15/105713p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/15/10513575/endeavour.meluncur.mulus.ke.luar.angkasa.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/Troy Cryder&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Wahana ulang alik Endeavour meluncur dari Kennedy Space Center, Jumat (14/11) pukul 19.55 waktu setempat dengan latar belakang Bulan.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/15/10513575/endeavour.meluncur.mulus.ke.luar.angkasa." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/13/21534419/wahana.ulang.alik.endeavour.siap.diluncurkan.jumat."&gt;Wahana Ulang Alik Endeavour Siap Diluncurkan Jumat &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/12/23205040/hitung.mundur.peluncuran.endeavour.dimulai"&gt;Hitung Mundur Peluncuran Endeavour Dimulai&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/03/21/14515250/nasa.uji.perbaikan.pelindung.panas.endeavour"&gt;NASA Uji Perbaikan Pelindung Panas Endeavour&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Sabtu, 15 November 2008 | 10:51 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CAPE CANAVERAl, JUMAT&lt;/strong&gt; - Wahana ulang alik Endeavour sukses diluncurkan ke luar angkasa untuk membawa misi melanjutkan pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS). Peluncuran berjalan mulus sesuai jadwal pukul 19.55 waktu setempat atau Sabtu (15/11) pukul 7.55 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran di malam hari menyajikan pemandangan yang spektakuler. Semburan roket yang mendorong Endeavour ke angkasa menyala selama lebih dari tiga menit membentuk garis api di langit. Apalagi ditambah latar belakang Bulan yang mendekati bulat penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA nyars saja membatalkan peluncuran tersebut di menit-menit akhir karena pekerja lapangan tidak mengunci rapat pintu di dekat landasan pacu. Namun, pengendali misi memastikan hal tersebut tidak akan membahayakan pesawat dan kemungkinan terburuknya ruangan tersebut rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti misi-misi sebelumnya, wahana milik badan antariksa AS (NASA) itu membawa tujuh orang awak. Peluncuran kali ini tergolong penting dalam pembangunan ISS karena ketujuh astronot akan membawa perlengkapan tambahan agar satu-satunya stasiun antariksa tersebut dapat dihuni enam orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan perbaikan rumah berikutnya setelah 10 tahun pembangunan stasiun antariksa internasional," ujar Christopher Ferguson, komandan misi sebelum Endeavour meluncur. Saat ini, ISS baru muat dihuni 3 orang yang diganti setiap 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah kapasitas ruang di ISS, Ferguson dan timnya akan memperluas ruang dapur, menambah kamar mandi, dan tempat tidur. Mereka juga membawa kulkas baru dan mesin pengolah cairan menjadi air siap minum yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menata ulang ruangan ISS, ketujuh awak juga melakukan pekerjaan luar ruangan atau spacewalk. Dengan mengikatkan diri pada ujung lengan robotik, para astronot Endeavour akan memperbaiki engsel pemutar panel surya yang macet sejak setahun lalu. Awak Endeavour dijadwalkan menyelesaikan seluruh tugasnya di luar angkasa selama 15 hari.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1749885239583156751?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1749885239583156751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/endeavour-meluncur-mulus-ke-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1749885239583156751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1749885239583156751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/endeavour-meluncur-mulus-ke-luar.html' title='Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-8543011607573032562</id><published>2008-11-17T01:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T01:20:49.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Awal dari Perbaikan Besar-besaran ISS</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/11/17/102215p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/1023158/awal.dari.perbaikan.besar-besaran.iss#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;(NASA TV)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Endeavour terlihat docking dengan Stasiun Ruang Angkasa Internasional dengan latar belakang Bumi saat gambar ini terekam oleh NASA TV &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/17/1023158/awal.dari.perbaikan.besar-besaran.iss" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/15/10513575/endeavour.meluncur.mulus.ke.luar.angkasa."&gt;Endeavour Meluncur Mulus ke Luar Angkasa &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/13/21534419/wahana.ulang.alik.endeavour.siap.diluncurkan.jumat."&gt;Wahana Ulang Alik Endeavour Siap Diluncurkan Jumat &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/11/12/23205040/hitung.mundur.peluncuran.endeavour.dimulai"&gt;Hitung Mundur Peluncuran Endeavour Dimulai&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;                                &lt;img src="http://kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 17 November 2008 | 10:23 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CAPE CANAVERAL, SENIN&lt;/strong&gt; – Pesawat ulang-alik ruang angkasa Endeavour telah berhasil bergabung (&lt;em&gt;docking&lt;/em&gt;) dengan Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Docking ini menandai awal dari perbaikan besar-besaran terhadap ISS, karena membawa misi perbaikan dan perluasan yang akan memungkinkan lebih banyak awak tinggal di ISS mulai tahun depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu docking berhasil dilakukan, pusat pengendali Misi segera memberi ucapan selamat. "Tim di Bumi ingin memberi selamat atas pertemuan dan &lt;em&gt;docking&lt;/em&gt; yang berlangsung mulus," demikian suara dari Pengendali Misi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu jam sebelum docking, Komandan misi Endeavour Christopher Ferguson mengarahkan pesawat ulang-alik ruang angkasa itu dengan manuver salto ke belakang lewat putaran 360 derajat. Ketika Endeavour berada pada jarak beberapa ratus meter, Ferguson memutar pesawat sehingga awak stasiun bisa mengamati dan memotret semua perisai penahan panas yang melapisinya. Dengan foto-foto yang jumlahnya 300-an itu, NASA bisa mempelajari apakah ada kerusakan pada Endeavour seusai peluncuran Jumat malam. Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya dua potongan bagian yang copot dari pesawat terlihat dalam foto-foto peluncuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami tidak sabar untuk membuka pintu, selamat datang di sini," ujar awak stasiun antariksa, Mike Fincke.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan awak lain, Gregory Chamitoff, sangat senang melihat Endeavour datang. Ia sudah berada di stasun antariksa selama enam bulan, dan pesawat ulang alik ini akan membawanya pulang. "Wow, kamu terlihat cantik... membuatku tersenyum lebar," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penggabungan ini, astronot Sandra Magnus akan menggantikan posisi Chamitoff. Ia akan berada di sana selama 3,5 bulan. Selain membawa Magnus, Endeavour juga mengirimkan ribuan kilo peralatan untuk ISS, termasuk tambahan kamar mandi, dapur, dan alat-alat olahraga, dua ruang tidur baru, serta sistem daur ulang untuk mengubah urine dan embun menjadi air minum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada sore hari sebelumnya, saat Endeavour mendekati stasiun pada jarak 13 kilometer, Fincke dan awak lainnya merekam pesawat itu melintas dengan latar belakang bulan. "Stasiun antariksa internasional siap didandani," ujar Fincke pada para awak Endeavour. "Ini adalah hari yang besar."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ferguson mengarahkan Endeavour untuk bergabung secara mulus saat docking dilangsungkan 354 kilometer di atas Bumi atau tepatnya di atas wilayah India. Radar Endeavour beroperasi normal meskipun sempat mengalami gangguan awal pada antenanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NASA tak dapat menggandakan jumlah awak di stasiun ruang angkasa internasional dari saat ini 3 sampai perlengkapan baru dipasang di ISS. Tujuan instalasi itu adalah memungkinkan NASA menempatkan secara permanen 6 awak di ISS pada Juni tahun depan. Endeavour dan awaknya akan menghabiskan waktu hampir 2 minggu di ISS atau sedikit lebih lama dari misi sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Empat misi berjalan di ruang angkasa (spacewalk) akan diadakan mulai Selasa (18/11). Tujuan utama dari spacewalk itu adalah untuk memperbaiki dan melubrikasi engsel pemutar panel surya yang rusak lebih dari setahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JIM&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-8543011607573032562?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/8543011607573032562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/awal-dari-perbaikan-besar-besaran-iss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8543011607573032562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/8543011607573032562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/11/awal-dari-perbaikan-besar-besaran-iss.html' title='Awal dari Perbaikan Besar-besaran ISS'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-9137093596857845489</id><published>2008-10-10T14:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:56:02.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wow'/><title type='text'>Prototipe Roket Pribadi Komersial Dipamerkan</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/07/31/033636p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/31/03011512/prototipe.roket.pribadi.komersial.dipamerkan#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;WWW.MARTINJETPACK.COM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/31/03011512/prototipe.roket.pribadi.komersial.dipamerkan" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 31 Juli 2008 | 03:01 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;OSHKOSH, RABU &lt;/strong&gt;- Mobil terbang mungkin belum ada. Namun, roket pribadi yang dapat membantu pengendaranya lalu lalang di udara dengan bebas telah tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roket pribadi yang dirancang Glenn Martin dipamerkan dalam AirVenture Oskhkosh 2008, konvensi tahunan mengenai kendaraan terbang eksperimen di Oshkosh, Winconsin, AS. Roket tersebut membawa bahan bakar 19 liter yang dapat dipakai untuk terbang sejauh 30 kilometer dalam waktu sekitar 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan peserta konvensi, anaknya yang bernama Harrison (16) duduk di atas kendaraan yang hanya diletakkan di belakang punggung tersebut. Begitu roket dinyalakan, Harrison melayang di udara dan diam selama 45 detik pada ketinggian sekitar 1 meter. Kendaraan beroket ganda dengan ukuran sebesar piano standar ini dijual sekitar 100.000 dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terhambat regulasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, penggunaan kendaraan semacam ini masih dilarang secara bebas, khususnya sesuai regulasi di AS. Badan Penerbangan Federal (FAA) hanya mengizinkan untuk penggunaan terbatas, yaitu olahraga atau hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan tersebut telah didesain memenuhi syarat definisi kendaraan ultraringan, dengan berat kurang dari 115 kilogram dan hanya membawa satu orang. Saat ini sudah ada dua perusahaan yang menawarkan produk serupa, yaitu Tecnologia Aerospacial Mexicana dan Jet Pack International.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tecnologia memproduksi sabuk roket yang menggunakan bahan bakar hidrogen peroksida untuk 20 detik penerbangan. Sementara itu, Jet Pack International telah menyediakan kendaraan terbang yang dapat dipakai untuk menempuh sekitar 18 kilometer dengan 5 galon bahan bakar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : BBC&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-9137093596857845489?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/9137093596857845489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/prototipe-roket-pribadi-komersial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9137093596857845489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9137093596857845489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/prototipe-roket-pribadi-komersial.html' title='Prototipe Roket Pribadi Komersial Dipamerkan'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5804261968881588994</id><published>2008-10-10T14:54:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:54:48.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wow'/><title type='text'>Jepang Ciptakan Robot Peragawati</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/07/22/185915p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/22/18514869/jepang.ciptakan.robot.peragawati#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;The Hyogo Prefectural Institute of Technology&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Manekin robotto&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/22/18514869/jepang.ciptakan.robot.peragawati" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 22 Juli 2008 | 18:51 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TOKYO, SELASA&lt;/strong&gt; - Jepang yang dikenal dengan industri robotnya kembali mengguncang dunia dengan menciptakan robot peragawati. Robot buatan Institut Teknologi Prefektur Hyogo dan didukung Organisasi Industri Riset Baru di Kobe itu didesain untuk menirukan gerak-gerik seorang peragawati yang sedang bergaya di atas catwalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilaporkan Kyodo di Tokyo, Selasa (22/7), robot bernama Manekin Robotto itu bisa berlenggak-lenggok persis seperti peragawati. Robot yang memiliki postur tubuh setinggi 160 cm luwes sekali menggerakkan badan, mulai dari gaya berjalan, menolehkan kepala, lengan, pinggang, hingga bagian tubuh lainnya. Tentu saja jangan samakan dengan model sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para perancangnya, robot peragawati itu cocok dimanfaatkan untuk kegiatan &lt;em&gt;fashion show&lt;/em&gt; ataupun acara promosi lainnya. Harganya juga relatif murah karena hanya dijual sekitar 940 dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, robot tersebut masih memerlukan tahapan akhir berupa polesan wajah dan lapisan kulit untuk membalut kerangka besi dan kabel-kabel yang melingkupinya. Saat ini, prototipenya masih berupa kerangka besi dan kabel-kabel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kulit penutupnya juga akan dibuat menyerupai kulit manusia, sehingga betul-betul terlihat seperti seorang gadis model yang cantik, tentu saja dengan membuat wajah bak seorang peragawati terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang dikenal sebagai surga bagi robot karena para peneliti di sana tak henti-hentinya bereksperimen mengembangkan beraragam jenis robot. Robot huamnoid paling canggih selama ini adalah Asimo buatan Honda, yang bisa bertingkah laku seperti manusia umumnya seperti menari, berjalan, dan berlari, hingga menjadi asisten dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri robot di Jepang kini memang cenderung mengembangkan jenis robot yang bisa menjadi pelayan dan asisten bagi manusia. Hal tersebut dipicu permintaan akibat semakin besarnya komposisi kelompok masyarakat berusia lanjut di Jepang dalam 50 tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5804261968881588994?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5804261968881588994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/jepang-ciptakan-robot-peragawati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5804261968881588994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5804261968881588994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/jepang-ciptakan-robot-peragawati.html' title='Jepang Ciptakan Robot Peragawati'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-3803549509465282311</id><published>2008-10-10T14:52:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:53:35.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wow'/><title type='text'>Manusia "Bersayap" Terbang Lintasi Selat Inggris</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/05/18/181713p.JPG" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/26/22522917/manusia.quotbersayapquot.terbang.lintasi.selat.inggris#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Hublot&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Yves Rossy (48) terbang dengan sayap segitiga yang dilengkapi empat mesin jet di punggungnya.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/26/22522917/manusia.quotbersayapquot.terbang.lintasi.selat.inggris" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Jumat, 26 September 2008 | 22:52 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LONDON, JUMAT&lt;/strong&gt; - Yves Rossi (49) akhirnya kesampaian juga terbang melintasi Selat Inggris menggunakan sayap bermesin buatannya. Pria berkewarganegaraan Swiss mendarat dengan selamat setelah melesat dari Calais (Perancis) ke Dover (Inggris) sejauh 35,4 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan pilot militer itu menyelesaikannya hanya dalam 10 menit. Meski terbang melesat dengan mesin jetnya yang terpanggul di punggungnya saat melakuan aksi tersebut, ia tetap harus mendarat dengan parasutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang menyebut dirinya sebagai Fusionman sejak pertama kali memamerkan sayap rancangannya beberapa waktu lalu itu terinspirasi Louis Bleriot. Penerbang Perancis tersebut dikenal menjadi orang pertama yang terbang solo melintasi Selat Inggris menggunakan pesawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Yves sempat tertunda dua kali dalam seminggu ini karena cuaca yang kurang mendukung. Namun, dengan percaya diri, ia melompat dari pesawat yang membawanya pada ketinggian 2600 meter Jumat (26/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan cuaca hari ini sangat sempurna dan membuatnya dapat terbang seperti burung. Dengan tangan dan kepalanya ia mengandalikan terbangnya. Ia berharap kecepatannya saat terbang mencapai 200 kilometer perjam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayap buatannya dilengkapi roket pendorong di bagian belakangnya. Ia menggunakan pakain dan helm khsuus untuk melindunginya dari panas dan tekanan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;                      &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : BBC&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-3803549509465282311?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/3803549509465282311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/manusia-bersayap-terbang-lintasi-selat_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3803549509465282311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/3803549509465282311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/manusia-bersayap-terbang-lintasi-selat_10.html' title='Manusia &quot;Bersayap&quot; Terbang Lintasi Selat Inggris'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-2635383310899356784</id><published>2008-10-10T14:50:00.002-07:00</published><updated>2008-10-10T14:51:26.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Sukses Melakukan Spacewalk, Taikonot China Berkemas</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/28/145616p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/28/14562196/sukses.melakukan.spacewalk.taikonot.china.berkemas.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;CCTV via Xinhua&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Gambar yang diambil dari siaran langsung televisi lokal China menunjukkan Zhai Zhigang yang melakukan spacewalk pertama dalam sejarah antariksa China.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/28/14562196/sukses.melakukan.spacewalk.taikonot.china.berkemas." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/26/02152756/china.kirim.kru.ke.ruang.angkasa"&gt;China Kirim Kru Ke Ruang Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/25/20451211/wahana.berawak.china.ketiga.melesat.ke.luar.angkasa"&gt;Wahana Berawak China Ketiga Melesat ke Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/25/2023164/china.nantikan.detik-detik.peluncuran.shenzhou.vii"&gt;China Nantikan Detik-detik Peluncuran Shenzhou VII&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Minggu, 28 September 2008 | 14:56 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BEIJING, MINGGU&lt;/strong&gt; - Tiga orang awak wahana ruang angkasa China, Shenzhou VII telah berkemas-kemas untuk meninggalkan orbit Bumi setelah sukses menjalankan misinya. Seorang taikonot, sebutan untuk astronot China, bernama Zhai Zhigang telah berhasil menjajal spacewalk atau berjaln-jalan di luar kabin pesawat untuk pertama kalinya dalam sejarah antariksa China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhai Zhigang benar-benar melayang seluruh tubuhnya di ruang terbuka hampa udara hanya dengan terikat pada kabel penghubung, Sabtu (27/9) mulai pukul 16.43 waktu Beijing. Ia melakukannya selama 20 menit dan secara keseluruhan telah menggerakannya sejauh 9.165 kilometer di orbit Bumi atau setara dengan seperempat keliling garis khatulistiwa pada ketinggian lebih dari 300 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut disiarkan secara langsung melalui media televisi lokal. Kamera dipasang di luar kabin pesawat maupun dari dalam pesawat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa baik-baik saja. Saya di sini menyapa warga China dan orang di seluruh dunia," ujar Zhai begitu keluar dari kabin pesawat. Tak lama kemudian ia menerima bendera China dari rekan setimnya Liu Boming yang mengawasi dari ujung kabin lalu melambai-lambaikannya. Tak lama Liu Boming juga muncul setengah badan dari pintu kabin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan sebuah penelitian untuk menuji sampel yang ditempelkan ke lapisanluar wahana yang dipakainya, Zhai segera kembali masuk. Keberhasilan ini menempatkan China sebagai negara ketiga di dunia setelah AS dan Rusiia yang mampu menguasai teknologi spacewalk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teknologi yang paling penting untuk melakukan spacewalk adalah pekaian antiradiasi. Gelombang elektromagnetik dari Matahari sangat berbahaya terhadap makhluk hidup jika terpapar langsung di luar angkasa. China berhasil membuktikan bahwa pakaian ruang angkasanya yang diberi nama Feitian terbukti kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak pagi tadi, ketiga astronot telah berisiap di dalam kapsul pendaratan untuk kembali ke BUMI dalam misi selama 96 jam ini. Rencananya, mereka akan mendarat dengan parasut di kawasan gurun pedalaman Mongolia nanti malam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Xinhua&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-2635383310899356784?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/2635383310899356784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/sukses-melakukan-spacewalk-taikonot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2635383310899356784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/2635383310899356784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/sukses-melakukan-spacewalk-taikonot.html' title='Sukses Melakukan Spacewalk, Taikonot China Berkemas'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-9208386991356251182</id><published>2008-10-10T14:50:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:50:51.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/29/160231p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/29/15412029/ambisi.china.bangun.stasiun.antariksa.tahun.2020.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Chen Jianli&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Foto yang diambil dari siaran langsung di Pusat Perintah dan Kendali Ruang Angkasa Beijing, China, menunjukkan 3 taikonot usai keluar dari kapsul Shenzhou VII.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/29/15412029/ambisi.china.bangun.stasiun.antariksa.tahun.2020." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/28/19123048/usai.ukir.sejarah.3.astronot.china.kembali.ke.bumi"&gt;Usai Ukir Sejarah, 3 Astronot China Kembali ke Bumi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/28/14562196/sukses.melakukan.spacewalk.taikonot.china.berkemas."&gt;Sukses Melakukan Spacewalk, Taikonot China Berkemas &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/28/14562196/sukses.melakukan.spacewalk.taikonot.china.berkemas."&gt;Sukses Melakukan Spacewalk, Taikonot China Berkemas &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/26/22263937/shenzhou.vii.tempati.orbit.3.awaknya.siapkan.spacewalk."&gt;Shenzhou VII Tempati Orbit, 3 Awaknya Siapkan Spacewalk &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/25/20451211/wahana.berawak.china.ketiga.melesat.ke.luar.angkasa"&gt;Wahana Berawak China Ketiga Melesat ke Luar Angkasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 29 September 2008 | 15:41 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BEIJING, SENIN&lt;/strong&gt; — China telah menetapkan tahap pengembangan program eksplorasi ruang angkasanya hingga dekade ke depan. Peluncuran wahana berawak Shenzhou VII yang membawa tiga orang taikonot, sebutan untuk angkasawan China, merupakan salah satu batu loncatan untuk pembangunan stasiun antariksa dan peluncuran misi ke Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesuksesan misi menandai terobosan dan lompatan dalam pengembangan teknologi ruang angkasa China sebagai negara ketiga di dunia yang sanggup melakukan spacewalk," ujar Perdana Menteri China, Wen Jiabao, dari pusat kendali misi di Beijing usai pendaratan Shenzhou VII. Kapsul ruang angkasa Shenzhou VII mendarat mulus di padang rumput pedalaman Mongolia Minggu (28/9) sore setelah tiga hari di orbit Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses mengirimkan wahana berawak ke ruang angkasa untuk ketiga kalinya, China kini berambisi membangun stasiun antariksa. Target tersebut disampaikan jurubicara badan antariksa China (CNSA) Wang Zhaoyao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stasiun tersebut akan dihuni manusia," ujarnya usai pendaratan kapsul wahana ruang angkasa Shenzhou VII. Sebelum membangun stasiun ruang angkasa, China akan lebih dulu meluncurkan laboratorium mini pada tahun 2011. Laboratorium ini belum siap untuk dihuni manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji coba &lt;em&gt;spacewalk&lt;/em&gt; atau kegiatan berjalan di luar wahana ruang angkasa merupakan salah satu tahap untuk menyiapkan hal tersebut. Pada peluncuran berikutnya, China akan menjajal teknologi docking otomatis untuk menggabungkan modul-modul di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya China juga berambisi mengirimkan misi ke permukaan Bulan. Namun, kapan dan bagaimana mereka akan melakukannya belum dijelaskan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Xinhua&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-9208386991356251182?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/9208386991356251182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/ambisi-china-bangun-stasiun-antariksa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9208386991356251182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/9208386991356251182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/ambisi-china-bangun-stasiun-antariksa.html' title='Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6132220282495920215</id><published>2008-10-10T14:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:50:14.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Kargo Antariksa Eropa Hancur di Atas Pasifik</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/30/024001p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/0240234/kargo.antariksa.eropa.hancur.di.atas.pasifik#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;ESA&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Foto yang diambil pesawat pemburu memperlihatkan kargo antariksa Eropa saat terbakar di atas Samudera Pasifik, Senin (29/9). &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/0240234/kargo.antariksa.eropa.hancur.di.atas.pasifik" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/04/03/22274421/wahana.kargo.eropa.sukses.merapat.ke.stasiun.antariksa"&gt;Wahana Kargo Eropa Sukses Merapat ke Stasiun Antariksa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 30 September 2008 | 02:40 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LONDON, SENIN&lt;/strong&gt; - Setelah menjalani misi selama enam bulan di orbit Bumi, kargo antariksa pertama buatan badan antariksa Eropa (ESA) dihancurkan di atmosfer Bumi. Wahana yang diberi nama Jules Verne itu habis terbakar di atas Samudera Pasifik, Senin (30/9) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat pemburu milik NASA dan ESA berhasil merekam nyala api saat wahana tersebut terbakar di atmosfer. Para astronot yang bertugas di ISS juga melaporkan kilatan api yang keluar saat wahana tersebut terbakar menembus atmosfer Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala sesuatu berjalan dengan baik, terukur, dan mulus. Ini adalah bagian terakhir dari rangkaian tersebut," ujar Simonetta di Pippo, kepala wahana ruang angkasa berawak ESA. Sebagain besar badan wahana dipastikan hancur terbakar dan kalaupun ada pecahan kecil jatuh ke lautan lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penghancuran wahana yang juga disebut Automatic Transfer Vehicle (ATV) itu dilakukan di bawah pengendalian penuh pusat kontrol antaraiksa ESA di Tolouse, Perancis. Untuk mengatur kecepatan dan jalur masuknya ke atmosfer, para insinyur ESA mengatur kekuatan dua buah roket (thruster) pada wahana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemodelan komputer menunjukkan wahana habis terbakar pada pukul 20.46 WIB dan berada di jalur yang direncanakan. Namun, untuk memastikan semuanya berjalan dan aman masih akan dilakukan pengecekan lapangan. Pada saat melepaskan diri dari ISS beberapa hari lalu, ATV telah dipenuhi sampah antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jules Verne merupakan wahana terbesar yang pernah dikirimkan ESA ke ruang angkasa. Ongkos pembuatan wahana yang sebesar bus kota dan sanggup membawa lebih dari 7 ton logistik tersebut menghabiskan dana 1,3 miliar dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahana tersebut didesain untuk mengirim pasokan air, oksigen, dan makanan bagi para astronot yang ada di ISS sejak Eropa bergabung dalam program ruang angkasa. ESA berkomitmen membantu peluncuran logistik selama 4 kali dan ATV kedua baru akan diluncurkan pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuannya yang terbukti andal, ESA bahkan berencana memodifikasi wahana tersebut agar dapat mengirimkan orang ke ruang angkasa. Kepastian program pengembangan wahana berawak Eropa baru akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri di Hague, Belanda pada November mendatang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : BBC&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6132220282495920215?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6132220282495920215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/kargo-antariksa-eropa-hancur-di-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6132220282495920215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6132220282495920215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/kargo-antariksa-eropa-hancur-di-atas.html' title='Kargo Antariksa Eropa Hancur di Atas Pasifik'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-6499615618421285936</id><published>2008-10-10T14:48:00.002-07:00</published><updated>2008-10-10T14:49:28.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>SpaceX Sukses Luncurkan Roket Komersial Pertamanya</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 29 September 2008 | 20:51 WIB&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;                                     &lt;!--- video --&gt;                                            &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LOS ANGELES, SENIN &lt;/strong&gt;- Untuk pertama kalinya, Space Exploration Technology (SpaceX) berhasil meluncurkan roket komersial buatannya Falcon-1 ke luar angkasa setelah tiga kali mengelami kegagalan. Perusahaan yang didirikan para pendiri PayPal itu akan menggunakannya untuk melayani pengiriman satelit ke orbit Bumi termasuk logistik ke stasiun antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutawan Elon Musk yang mendirikan SpaceX bersama koleganya dari hasil penjualan PayPal kepada eBay menyambut gembira keberhasilan tersebut. Apalagi, roket telah membawa muatan percobaan seberat 182 kilogram sebagai simulasi satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sungguh memiliki arti sangat banyak," ujar Musk. Ia mengatakan tidak banyak negara di dunia yang sanggup melakukannya. Lagipula, biasanya peluncuran roket merupakan kebanggan negara bukan oleh sebuah perusahaan yang murni milik swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, peluncuran Falcon-1 gagal ketiga kalinya dan menyebabkan tiga buah satelit milik pemerintah AS dan kapsul berisi abu tubuh astronot Gordon Cooper dan aktor Star Trek James Doohan. Kegagalan tersebut disebabkan kesalahan pada waktu pelepasan roket tahap pertama ke tahap kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usaha peluncuran perdana tahun 2006 roket gagal mencapai orbit karena masalah pada bahan bakar. Roket berikutnya sampai ketinggian 288 kilometer namun tiba-tiba mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falcon 1 merupakan roket yang memiliki panjang 21 meter dengan bahan bakar oksigen dan kerosene. Peluncuran dengan roket tersebut dijual relatif murah seharga 7,9 juta dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengembangkan Falcon 1, SpaceX juga mengembangakn roket lebih besar Falcon 9 atas pesanan NASA. Roket tersebut didesain untuk mengirimkan logistik ke luar angkasa saat seluruh wahana ulang alik berhenti beroperasi pada tahun 2010.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-6499615618421285936?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/6499615618421285936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/spacex-sukses-luncurkan-roket-komersial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6499615618421285936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/6499615618421285936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/spacex-sukses-luncurkan-roket-komersial.html' title='SpaceX Sukses Luncurkan Roket Komersial Pertamanya'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7025591550362863179</id><published>2008-10-10T14:48:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:48:48.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Robot Penjelajah akan Dikirim ke Danau Purba Planet Mars</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/29/221302p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/29/22130745/robot.penjelajah.akan.dikirim.ke.danau.purba.planet.mars#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL/Arizona State University&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kawah Holden&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/29/22130745/robot.penjelajah.akan.dikirim.ke.danau.purba.planet.mars" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 29 September 2008 | 22:13 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SENIN &lt;/strong&gt;- Satu robot penjelajah akan dikirim ke permukaan Mars tahun depan. Wahana senilai 2 miliar dollar AS yang diberi nama Mars Science laboratory (MSL) ini direncanakan mendarat di daerah yang diduga sebagai bekas danau purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kawasan yang diusulkan adalah Kawah Eberswald dan Kawah Holden. Di dalam kawah tersebut terdapat banyak kanal berkelak-kelok yang diduga terbentuk akibat aliran air di masa lalu. Di ujung-ujung kanal tersebut terdapat delta yang diduga sebagai endapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda pergi ke dasar danau di Bumi, di sinilah fosil ditemukan," ujar James Rice, seorang pakar astrogeologi dari Universitas Arizona, AS. Ia berharap jejak kehidupan mikroba purba dapat ditemukan di endapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan yang terlibat dalam sejumlah misi eksplorasi Mars telah melakukan pertemuan di Monrovia, California minggu lalu untuk memilih lokasi pendaratan yang paling potensial. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan sebanyak 104 makalah yang mengevaluasi ketujuh situs dari sisi kandungan mineral hingga peluangnya terdapat jejak kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pertemuan tersebut akan kembali didiskusikan pada bulan November nanti untuk dipilih salah satunya. Pertimbangan yang tak kalah penting adalah risiko keamanan untuk mendaratkan wahana sebarat 900 kilogram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para insinyur NASA masih mempertimbangkan pilihan pendaratan pada Kawah Eberswalde dan Kawah Holden. Sebab, kedua kawah berada di belahan yang terlalu ke selatan. Dengan kondisi lingkungan yang sangat dingin, dikhawatirkan minyak pelumas yang digunakan tidak bekerja terutama saat musim dingin. Sebab, wahana ditencanakan bekerja di permukaan Mars selama 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dua robot penjelajah masih bekerja di permukaan Mars. Wahana kembar yang dinamai Spirit dan Opportunity telah menjelajahi permukaan Mars selama lebih dari 4 tahun. Sementara itu, di kutub utara Mars masih bekerja wahana berkaki tiga Phoenix Mars Lander yang tengah meneliti kandungan es di bawah permukaannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Nature&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7025591550362863179?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7025591550362863179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/robot-penjelajah-akan-dikirim-ke-danau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7025591550362863179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7025591550362863179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/robot-penjelajah-akan-dikirim-ke-danau.html' title='Robot Penjelajah akan Dikirim ke Danau Purba Planet Mars'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7104507042282900555</id><published>2008-10-10T14:47:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:47:57.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Debu Setan Terekam di Kutub Utara Mars</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/14/081242p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/14/08005570/debu.setan.terekam.di.kutub.utara.mars#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL-Caltech/University of Arizona/Texas A&amp;amp;M University&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Fenomena debu setan, gerakan debu di permukaan Mars yang menyerupai tornado terekam di dekat kutub utara Mars.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/14/08005570/debu.setan.terekam.di.kutub.utara.mars" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Minggu, 14 September 2008 | 08:00 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, MINGGU&lt;/strong&gt; - Wahana ruang angkasa Phoenix Mars Lander yang saat ini masih aktif di permukaan Mars merekam fenomena unik yang disebut debu setan di dekat kutub utara planet tersebut. Kamera Phoenix mengabadikan enam kali peristiwa debu setan selama seminggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini debu setan terlihat di dekat kutub utara Mars. Selama ini gerakan debu yang membentuk tornado itu telah beberapa kali terekam dari satelit-satelit yang pernah mengelilingi Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debu setan mirip dengan pusaran angin yang sering terjadi di permukaan Bumi. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi saat permukaan Mars dihangatkan sinar Matahari. Suhu hangat di permukaan mengalir ke lapisan udara di atasnya sehingga mendorong debu ke atas dalam gerakan spiral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan sangat menarik mengamatinya dalam beberapa hari dan minggu ke depan untuk melihat apakah terdapat banyak debu setan atau fenomena tersebut hanya di tempat-tempat tertentu," ujar Mark Lemmon, ilmuwan dari Universitas Texas A&amp;amp;M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing debu setan yang terekam berdiameter antara 2 dan 5 meter. Ukuranya masih jauh lebih kecil daripada debu setan yang pernah direkam wahana penjelajah Spirit di dekat ekuator Mars.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami jelas melihat debu setan, tetapi seberapa sering kami tak tahu," ujar Leslie Tampari, ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA yang terlibat dalam penelitian misi Phoenix. Peristiwa tersebut bisa jadi langka, bisa jadi tidak.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : SPACE.COM&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7104507042282900555?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7104507042282900555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/debu-setan-terekam-di-kutub-utara-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7104507042282900555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7104507042282900555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/debu-setan-terekam-di-kutub-utara-mars.html' title='Debu Setan Terekam di Kutub Utara Mars'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7237306472896618215</id><published>2008-10-10T14:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:47:00.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Phoenix Amati Turunnya Salju di Mars</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/30/235235p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/23243013/phoenix.amati.turunnya.salju.di.mars#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;(Getty Images/NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Gambar yang disediakan oleh NASA/JPL-Caltech/University of Arizona ini menunjukkan dataran kutub utara Mars yang diambil dari Phoenix Mars Lander pada 26 Mei 2008. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/23243013/phoenix.amati.turunnya.salju.di.mars" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/30/18090219/ada.materoal..bekas.air.di.mars"&gt;Ada Materoal  Bekas Air di Mars&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/19/09390431/misi.pendarat.mars.diperpanjang"&gt;Misi Pendarat Mars Diperpanjang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/14/08005570/debu.setan.terekam.di.kutub.utara.mars"&gt;Debu Setan Terekam di Kutub Utara Mars&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/13/23520382/phoenix.cek.kandungan.perklorat.di.mars"&gt;Phoenix Cek Kandungan Perklorat di Mars&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/05/17285588/tanah.mars.mengandung.senyawa.kimia.berbahaya"&gt;Tanah Mars Mengandung Senyawa Kimia Berbahaya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 30 September 2008 | 23:24 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LOS  ANGELES, SELASA&lt;/strong&gt; - Wahana ruang angkasa milik Badan Ruang Angkasa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA), Phoenix, menemukan bukti akan keberadaan air di planet Mars dan untuk pertama kalinya menangkap gambar turunnya salju.  Sampel tanah yang dikumpulkan oleh Phoenix menunjukkan kandungan 2 mineral pembentuk zat cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ilmuwan mengindentifikasi mineral diantaranya seperti kapur. Namun, bagaimana proses pembentukan mineral itu terjadi masih menjadi sebuah misteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat laser yang berada di Phoenix belakangan menangkap gambar turunnya salju dari beberapa gumpalan awan lebih dari 2 mil di atas posisi wahana tersebut berada di dataran kutub utara Martian. Salju tersebut lenyap sebelum mencapai permukaan tanah Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah mendarat mulus Mei lalu di daratan kutub utara Martian, Phoenix mengirimkan citra yang mengungkap ada daratan yang serupa dengan kawasan yang membeku secara permanen di kutub Bumi. Pola geometriknya berkaitan dengan pembekuan daratan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penemuan terbesar Phoenix adalah keberadaan es di Mars. Wahana ini juga berhasil menemukan sampel yang berkadar alkalin serta mineral lainnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JIM&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : AP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7237306472896618215?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7237306472896618215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/phoenix-amati-turunnya-salju-di-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7237306472896618215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7237306472896618215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/phoenix-amati-turunnya-salju-di-mars.html' title='Phoenix Amati Turunnya Salju di Mars'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4215214100398234133</id><published>2008-10-10T14:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:46:18.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Demi Turis, Stasiun Luar Angkasa Digeser</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/05/29/143447p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/06/15331752/demi.turis.stasiun.luar.angkasa.digeser#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;International Space Station atau stasiun ruang angkasa internasional difoto bulan Maret 2008 dari pesawat ulang alik Endeavour. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/06/15331752/demi.turis.stasiun.luar.angkasa.digeser" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/06/13/2304257/bos.google.setor.uang.muka.untuk.wisata.antariksa"&gt;Bos Google Setor Uang Muka untuk Wisata Antariksa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/04/08/18400823/astronot.pertama.korea.selatan.meluncur.bersama.soyuz"&gt;Astronot Pertama Korea Selatan Meluncur Bersama Soyuz&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 6 Oktober 2008 | 15:33 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SENIN&lt;/strong&gt; - Demi memenuhi hasrat turis luar angkasa yang kaya raya, orbit Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) digeser sekitar 1,25 kilometer (km) dari orbit semula, sekitar 353 km di atas permukaan Bumi, Sabtu (4/10). Pergeseran ISS berlangsung otomatis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pergeseran itu, seperti dilaporkan Interfax mengutip pernyataan resmi pejabat program luar angkasa Rusia, dilakukan untuk mencapai posisi optimal bagi pendaratan roket Soyuz milik Rusia. Roket itu membawa kosmonot Rusia Yuri Lonchakov dan astronot AS Michael Fincke, serta turis Richard Garriott.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Roket Soyuz TMA-13 akan diluncurkan 12 Oktober 2008 dari Kazakhstan. Richard Garriott, anak astronot AS Owen Garriott, harus membayar sedikitnya 30 juta dollar AS kepada Space Adventures, perusahaan berbasis di AS, yang mengatur perjalanannya. Dia adalah turis luar angkasa keenam. Ia akan mengangkasa selama delapan hari. (&lt;strong&gt;AFP/GSA&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4215214100398234133?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4215214100398234133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/demi-turis-stasiun-luar-angkasa-digeser.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4215214100398234133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4215214100398234133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/demi-turis-stasiun-luar-angkasa-digeser.html' title='Demi Turis, Stasiun Luar Angkasa Digeser'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1919313721877770109</id><published>2008-10-10T14:43:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:43:51.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Messenger Sukses Melintas Dekat Merkurius Kedua Kalinya</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/01/14/175033p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/07/09065722/messenger.sukses.melintas.dekat.merkurius.kedua.kalinya#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Ilustrasi Messenger saat memasuki orbit Planet Merkurius.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/07/09065722/messenger.sukses.melintas.dekat.merkurius.kedua.kalinya" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/10465992/wahana.nasa.akan.melintasi.merkurius"&gt;Wahana NASA akan Melintasi Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/31/1816477/kawah.laba-laba.terekam.di.planet.merkurius"&gt;Kawah 'Laba-laba' Terekam di Planet Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/17/16425281/wahana.pengintai.ungkap.sisi.tersembunyi.merkurius"&gt;Wahana Pengintai Ungkap Sisi Tersembunyi Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/15/18103429/messenger.mulai.kirimkan.foto-foto.planet.merkurius"&gt;Messenger Mulai Kirimkan Foto-foto Planet Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/14/14243889/menunggu.kabar.dari.pengintai.planet.merkurius"&gt;Menunggu Kabar dari Pengintai Planet Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 7 Oktober 2008 | 09:06 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON, SENIN&lt;/strong&gt; — Wahana ruang angkasa Messenger milik Badan Antariksa AS (NASA) sukses melintas dekat Planet Merkurius, Senin (6/10) waktu AS atau Selasa (7/10) pagi WIB. Misi utamanya memotret permukaan planet terdekat dengan Matahari itu dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Messenger yang merupakan kependekan dari MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry and Ranging terbang melintas pada jarak terdekat dengan Planet Merkurius pada 201 kilometer dengan kecepatan 23.818 kilometer per jam. Ini merupakan kunjungannya yang kedua dari tiga misi yang direncanakan. Misi pertama sukses dilakukan pada 14 Januari lalu, sementara misi terakhir direncanakan pada September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perjalanan Senin ini bertujuan mempelajari sisi belakang planet tersebut yang pertama kali dilihat pada kunjungan pertama," ujar Louise Prockter, salah satu ilmuwan yang terlibat. Dengan mempelajari seluruh bagian planet tersebut dari dekat, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih dalam sifat fisik planet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto yang diambil Messenger diharapkan dapat diterima di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins mulai Selasa (7/10) pukul 21.00 WIB. Diperkirakan akan ada sekitar 1.200 foto yang dikirimkan wahana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya wahana ruang angkasa yang pernah melintas dekat Planet Merkurius sebelum Messenger adalah Mariner 10. Wahana ruang angkasa tersebut juga melakukan tiga kali upaya mendekati planet tersebut antara 1974-1975, namun belum memotret bagian tersembunyinya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1919313721877770109?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1919313721877770109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/messenger-sukses-melintas-dekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1919313721877770109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1919313721877770109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/messenger-sukses-melintas-dekat.html' title='Messenger Sukses Melintas Dekat Merkurius Kedua Kalinya'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-4180324143222620429</id><published>2008-10-10T14:42:00.001-07:00</published><updated>2008-10-10T14:42:35.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antariksa'/><title type='text'>Foto-foto Bagian Tersembunyi Planet Merkurius Terkirim</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/10/02/105342p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/08/16055395/foto-foto.bagian.tersembunyi.planet.merkurius.terkirim.#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;NASA/JPL&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Planet Merkurius dalam foto Messenger saat melintas januari lalu. Terlihat bahwa aktiviats vulkanik mempengaruhi pembentukan dataran di sana.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/08/16055395/foto-foto.bagian.tersembunyi.planet.merkurius.terkirim." style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/07/09065722/messenger.sukses.melintas.dekat.merkurius.kedua.kalinya"&gt;Messenger Sukses Melintas Dekat Merkurius Kedua Kalinya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/02/10465992/wahana.nasa.akan.melintasi.merkurius"&gt;Wahana NASA akan Melintasi Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/31/1816477/kawah.laba-laba.terekam.di.planet.merkurius"&gt;Kawah 'Laba-laba' Terekam di Planet Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/17/16425281/wahana.pengintai.ungkap.sisi.tersembunyi.merkurius"&gt;Wahana Pengintai Ungkap Sisi Tersembunyi Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/01/15/18103429/messenger.mulai.kirimkan.foto-foto.planet.merkurius"&gt;Messenger Mulai Kirimkan Foto-foto Planet Merkurius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Rabu, 8 Oktober 2008 | 16:05 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;WASHINGTON, RABU&lt;/strong&gt; — Foto-foto yang merekam bagian tersembunyi Planet Merkurius akhirnya terkirim sehari setelah wahana antariksa Messenger milik badan Antariksa AS (NASA) terbang mendekatinya. Dengan foto-foto tersebut, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih jauh planet terdekat dengan Matahari itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Messenger terbang dalam jarak terdekat pada jarak sekitar 200 kilometer dari Planet Merkurius, Senin (7/10), untuk kedua kalinya dari tiga kali misi serupa. Citra awal yang diterima memperlihatkan pemandangan kawasan yang luas di sebelah timur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti berharap akan memanfaatkan citra tersebut untuk memetakan permukaan Merkurius. Diharapkan dapat diperoleh foto dengan jumlah hampir 1.200 lembar dari terbang lintas itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misi pertama telah dilakukan awal tahun ini dan misi ketiga tahun depan. Data dari terbang lintas pertama Messenger pada Januari lalu memperlihatkan aliran lava yang besar telah membentuk planet itu dan memberikan informasi pertama mengenai 20 persen permukaan Merkurius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memotret kawasan yang masih asing, terbang dekat Merkurius juga dirancang untuk mendapatkan dorongan gravitasi bagi Messenger untuk melenting. Wahana antariksa itu akan masuk orbit Merkurius pada 2011 agar dapat memberikan gambaran paling detail mengenai planet tersebut.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-4180324143222620429?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/4180324143222620429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/foto-foto-bagian-tersembunyi-planet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4180324143222620429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/4180324143222620429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/foto-foto-bagian-tersembunyi-planet.html' title='Foto-foto Bagian Tersembunyi Planet Merkurius Terkirim'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-1529323470711652394</id><published>2008-10-10T14:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:40:24.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains'/><title type='text'>Dengan Teknologi Nano, Pakaian Tak Perlu Dicuci</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Jumat, 5 September 2008 | 15:50 WIB&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;                                     &lt;!--- video --&gt;                                            &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, JUMAT&lt;/strong&gt; - Pemanfaatan teknologi nano untuk membuat serat-serat tekstil sangat halus (nanotekstil) dapat dipakai untuk membuat pakaian antibakteri. Bahan pakaian tersebut menjadi tidak perlu lagi dicuci karena tahan kotor dan tahan bau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Material nano dalam bentuk bubuk misalnya ZnO berukuran nano yang dilapiskan ke serat-serat fiber membuat tekstil menjadi berkarakter nano," kata Ketua Umum Masyarakat Nanoteknologi Indonesia, Dr Nurul Taufiqu Rohman di Jakarta, Kamis (4/9).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut pakar fisika dari LIPI itu, tekstil berkarakter nano merupakan bahan pakaian yang unggul dan mulai dikembangkan di dunia. Demikian pula keramik berkarakter nano (nanokeramik) yang lebih baik penampilannya dan tidak bisa kotor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indonesia, ujarnya, cukup siap mengembangkan industri tekstil dan industri keramik berbasis teknologi nano (nanotekstil dan nanokeramik) yang memungkinkan tekstil dan keramik Indonesia menjadi lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sedang menyusun &lt;em&gt;roadmap&lt;/em&gt;-nya dan sudah melakukan survei ke sekitar 30 industri yang terkait dengan prospek material dan teknologi nano," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nanotekstil dan nanokeramik, ujarnya, termasuk dalam nanoteknologi generasi pertama, sementara saat ini sejumlah negara maju di dunia sudah mulai mengembangkan nanoteknologi generasi ketiga. Nanoteknologi generasi pertama, kata Nurul, lebih kepada pembuatan nanopartikel dan tak perlu teknologi tinggi untuk membuatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mencontohkan, nanopartikel ditaburkan ke dalam kandungan kosmetik seperti bedak yang melindungi kulit dari sinar matahari (UV) atau minuman suplemen yang diberi partikel nano sehingga kandungannya lebih baik. Generasi kedua, sudah meningkat pada teknologi asembling dari partikel nano, misalnya teknologi nano dalam pembuatan layar monitor sehingga layar monitor menjadi terang, teknologi nano dalam pembuatan chip komputer, atau memori handphone.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan teknologi nano generasi ketiga memerlukan material nano dengan presisi yang sangat tinggi antara lain membuat suatu sistem yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia untuk membunuh sel kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun nanoteknologi generasi ketiga di dunia masih dalam taraf riset dan pengembangan prototipe," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan generasi keempat yang masih merupakan mimpi adalah rekayasa molekul (nanomolekuler) di mana mesin nano bakal mampu mengubah-ubah benda, membuat kayu menjadi roti atau arang menjadi intan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahan roti dan bahan kayu itu sama, ada unsur karbon, hidrogen dan lain-lain. Jadi kayu tinggal dihancurkan ke bentuk material nano dan disusun kembali dengan komposisi sesuai keinginan sehingga menjadi roti," katanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-1529323470711652394?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/1529323470711652394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/dengan-teknologi-nano-pakaian-tak-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1529323470711652394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/1529323470711652394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/dengan-teknologi-nano-pakaian-tak-perlu.html' title='Dengan Teknologi Nano, Pakaian Tak Perlu Dicuci'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-5600539487173638885</id><published>2008-10-10T14:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:39:15.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains'/><title type='text'>Sel Surya Buatan Dalam Negeri Justru Dipesan Luar Negeri</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/05/08/2778555p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/10/17011478/sel.surya.buatan.dalam.negeri.justru.dipesan.luar.negeri#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;KOMPAS/WAWAN H PRABOWO&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Potensi energi terbarukan di Indonesia belum banyak dimanfaatkan untuk menjawab krisis minyak bumi (bahan bakar fosil). Salah satu potensi adalah sel surya dari tenaga matahari sebagai pembangkit listrik, seperti ditemui di Pantai Parang Rucuk, Tanjungsari, Gunung Kidul, DIY, Rabu (7/5). Sepasang panel menghasilkan 80 watt. Panel surya ini dipasang sejak 2005. &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/10/17011478/sel.surya.buatan.dalam.negeri.justru.dipesan.luar.negeri" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Jumat, 10 Oktober 2008 | 17:01 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, JUMAT&lt;/strong&gt; - Sel surya dari industri dalam negeri yang sedang dirancang Wilson Walery Wenas dari Institut Teknologi Bandung, dengan investor Bakrie Power dan investor dari Amerika Serikat, justru sudah dipesan pembeli dari luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemesanan sebesar 10 megawatt (MW) datang dari Spanyol dan harus bisa dipenuhi Mei 2009. Sementara itu, pemesanan dari konsumen dalam negeri sama sekali belum ada, padahal kapasitas produksinya 90 MW per tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wilson ketika dihubungi &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt; dari Jakarta, Kamis (9/10), mengatakan, lokasi industri sel surya yang masih tahap persiapan itu berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan nama perusahaan Nano-PV. Jenis sel surya yang akan diproduksi berupa sel surya generasi kedua, yaitu sel surya thin film (lapisan tipis) dari hasil temuan Wilson yang kini sudah dipatenkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Teknologi yang saya temukan itu nanti akan digabungkan dengan teknologi dari Amerika Serikat," kata Wilson.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Termurah di dunia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga komersial sel surya yang diharapkan, menurut Wilson, bisa mencapai 0,8-0,9 dollar AS per watt. "Harga demikian akan menjadikan sel surya Nano-PV menjadi yang termurah di dunia," kata Wilson.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, industri sel surya memiliki produk akhir yang ramah lingkungan. Akan tetapi, pada proses pembuatannya harus dicermati karena tergolong tidak ramah lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi persoalan ini, Wilson mengatakan, pembuatan sel surya pada generasi pertama diakui memang tidak ramah lingkungan. Penggunaan logam berat merkuri masih dominan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Namun, tidak demikian halnya untuk produksi sel surya generasi kedua yang tidak mengandalkan penggunaan logam berat merkuri," kata Wilson menjelaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Arya Rezavidi, kebutuhan dalam negeri terhadap sel surya sebetulnya cukup tinggi. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pemanfaatan energi yang berasal dari sel surya mencapai 800 megawatt. Padahal, kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 10 megawatt.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan target yang cukup ambisius tersebut, menurut Arya, semestinya setiap tahun pemerintah menargetkan penginstalan sel surya dengan kapasitas 40 megawatt. Namun, target ini belum tercapai. (&lt;strong&gt;NAW&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-5600539487173638885?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/5600539487173638885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/sel-surya-buatan-dalam-negeri-justru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5600539487173638885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/5600539487173638885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/sel-surya-buatan-dalam-negeri-justru.html' title='Sel Surya Buatan Dalam Negeri Justru Dipesan Luar Negeri'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7791629887972082265</id><published>2008-10-10T14:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:37:17.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Rokok Elektronik Bukan Terapi Pengganti Nikotin</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/05/30/143416p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/20/08494346/rokok.elektronik.bukan.terapi.pengganti.nikotin#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;TPGImages&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/20/08494346/rokok.elektronik.bukan.terapi.pengganti.nikotin" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;" target="_blank"&gt;/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/03/00260553/larang.merokok.petinju.dibunuh."&gt;Larang Merokok, Petinju Dibunuh &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/09/01/18482321/buruh.pabrik.rokok.mengadu.ke.dprd.bantul"&gt;Buruh Pabrik Rokok Mengadu ke DPRD Bantul&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/29/2025086/wacana.fatwa.haram.rokok.resahkan.petani.tembakau.."&gt;Wacana Fatwa Haram Rokok Resahkan Petani Tembakau  &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/28/13041937/hak.asasi.perokok.perlukah.diperjuangkan"&gt;Hak Asasi Perokok, Perlukah Diperjuangkan?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/28/12481448/kawasan.dilarang.merokok.di.jakarta." lagi=""&gt;Kawasan Dilarang Merokok di Jakarta "Tak Berlaku Lagi"&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Sabtu, 20 September 2008 | 08:49 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;GENEWA, SABTU &lt;/strong&gt;- Rokok elektronik belum teruji benar sebagai terapi pengganti bagi perokok yang berusaha menghentikan kebiasaan mereka. Demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat yang tentu saja bertolak-belakang dengan apa yang dikatakan sebagian staf penjualan dalam iklan mereka.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Rokok elektronik tak terbukti sebagai terapi pengganti nikotin," kata Dr. Ala Alwan, Asisten Direktur Jenderal WHO Urusan Penyakit Menular dan Kesehatan Mental. "WHO tak memiliki bukti ilmiah untuk mengkonfirmasi keefektifan dan keamanan produk tersebut. Staf pemasarannya mesti segera mencabut dari laman Internet mereka dan bahan informasi lain yang menyatakan bahwa WHO menganggapnya sebagai bantuan efektif dan aman untuk menghentikan kebiasaan merokok," kata Alwan dalam satu pernyataan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Rokok elektronik yang khas terbuat dari baja anti-karat, memiliki lubang untuk menaruh nikotin cair dalam berbagai konsentrasi, dialiri daya dari bateri yang dapat diisi-ulang dan menyerupai rokok sesungguhnya. Pemakainya menggunakan rokok elektronik seakan-akan itu adalah rokok sesungguhnya, tapi mereka tak menyalakannya, dan itu tak menghasilkan asap. Tetapi, rokok elektronik menghasilkan asap panas yang nikmat, yang diserap ke dalam paru-paru.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Rokok elektronik, yang dikembangkan di China pada 2004, dijual di sana dan di sejumlah negara lain, termasui di Brazil, Kanada, Finlandia, Israel, Lebanon, Belanda, Swedia, Turki dan Inggris. Penjual rokok elektronik secara khusus menggambarkannya sebagai cara untuk membantu perokok menghentikan kecanduan mereka terhadap tembakau.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagian penjual malah telah bertindak terlalu jauh dengan menyatakan bahwa WHO memandangnya sebagai terapi pengganti nikotin yang absah seperti permen karet nikotin dan lozenge, demikian antara lain isi pernyataan WHO.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Namun WHO tak memiliki bukti yang mendasar bagi pernyataan para penjual tersebut bahwa rokok elektronik membantu orang berhenti merokok, katanya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika para penjual rokok elektronik ingin membantu orang berhenti merokok, maka mereka perlu melakukan studi klinik dan analisi kadar racun serta beroperasi di dalam kerangka kerja peraturan yang layak," kata Douglas Bettcher, pemimpin Tobacco Free Initiative di WHO.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ABD&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;                        &lt;b style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515004736616815147-7791629887972082265?l=astrorealnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://astrorealnews.blogspot.com/feeds/7791629887972082265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/rokok-elektronik-bukan-terapi-pengganti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7791629887972082265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515004736616815147/posts/default/7791629887972082265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://astrorealnews.blogspot.com/2008/10/rokok-elektronik-bukan-terapi-pengganti.html' title='Rokok Elektronik Bukan Terapi Pengganti Nikotin'/><author><name>Muhammad Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13873318032588362064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://4.bp.blogspot.com/_AAQFenIqNKE/SelNGjnGlvI/AAAAAAAAAEI/aPmbSU9Y3ms/S220/astrolab2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515004736616815147.post-7284198131984022677</id><published>2008-10-10T14:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T14:36:27.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Rangsangan Listrik Perbaiki Memori Penderita Alzheimer</title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/25/2241105/rangsangan.listrik.perbaiki.memori.penderita.alzheimer#"&gt;&lt;img src="http://kompas.com/data/photo/2008/08/25/224002p.jpg" style="border-width: 0pt; width: 298px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;      &lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/06/22340779/tangani.alzheimer.dengan.tepat"&gt;Tangani Alzheimer dengan Tepat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/08/06/19232728/berpikir.aktif.hindari.kepikunan"&gt;Berpikir Aktif Hindari Kepikunan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/04/07/10082619/deteksi.mudah.alzheimer.dan.parkinson"&gt;Deteksi Mudah Alzheimer dan Parkinson&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kompas.com/read/xml/2008/04/01/20562715/penderita.alzheimer.waspadai.obat.antipsikotik"&gt;Penderita Alzheimer, Waspadai Obat Antipsikotik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 25 Agustus 2008 | 22:41 WIB&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERANGSANGAN&lt;/strong&gt; otak dengan listrik dapat memperbaiki memori dan kemampuan otak dalam mengenali sesuatu pada lansia (orang lanjut usia) yang menderita penyakit Alzheimer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Data awal kami atas pasien Alzheimer cukup menjanjikan karena efeknya yang langsung kelihatan setelah sebuah sesi tunggal rangsangan pada transkranial dilakukan secara langsung," ujar Dr. Alberto Priori dari Universitas Milan. "Bisa jadi bila dilakukan setiap hari dapat memberi kemajuan yang luar biasa."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian ini , menurut Priori menggunakan protokol stimulasi yang beragam dan berbeda satu sama lain dan untuk memperjelas kembali dilakukan uji kilinis ulang atas terapi ini sehingga dapat teryakinkan bahwa tera
